Sunday, June 21, 2015

RENUNGAN PUASA HARI KE-5 www.tematik2015.blogspot.com


RENUNGAN PUASA HARI KE-5
Lima hari sudah kita melaksanakan kewajiban berpuasa, sebagaimana yang di Firmankan Allah.

Allah ber-Firman :

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu ber-Taqwa,.....yaitu dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan lalu ia berbuka, maka wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya jika mereka tidak berpuasa membayar fidyah, yaitu : memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui".[Al-Baqarah 183-184]
Sebagai orang baik, ber-Iman & ber-Taqwa, bukannya tidak pernah berbuat salah. Namun, orang yang baik akan menyadari kekhilafannya dan segera ber-Taubat.

Allah ber-Firman :

“Dan BERSEGERALAH KAMU KEPADA AMPUNAN DARI TUHANMU dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang ber-Taqwa".['Āli `Imrān 133]
"Maka ber-Tasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan MOHONLAH AMPUN KEPADA-NYA, SESUNGUHNYA DIA ADALAH MAHA PENERIMA TAUBAT".[An-Nashr 3]
"TIDAKKAH MEREKA MENGETAHUI, BAHWASANYA ALLAH MENERIMA TAUBAT DARI HAMBA-HAMBA-NYA, dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?".[At-Taubah 104]
Taubat ialah kembali untuk Taat & Patuh kepada-Nya serta menyesali segala kekhilafan yang telah dilakukannya.

Allah ber-Firman :

“Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian ber-Taubat sesudah itu dan ber-Iman, sesungguhnya Tuhan kamu, sesudah Taubat yang disertai dengan Iman itu, adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.[Al-A’raaf 153]
“Mengapa mereka tidak ber-Taubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.[Al Maa-idah 74]
Sebab itu segera sadari kekhilafan dan ber-Taubat-lah dengan benar, sebelum semua menjadi terlambat, sebelum waktu berhenti secara tiba-tiba.

Allah ber-Firman :

“Dan Kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya, sebelum datang Azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong lagi”.[Az-Zumar 54]
Ber-Taubat itu hendaklah dilakukan secara bersungguh-sungguh, serta berjanji untuk tidak mengulangi kembali perbuatan maksiatnya.

Allah ber-Firman :

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan BER-TAUBAT-LAH KAMU SEKALIAN KEPADA ALLAH, HAI ORANG-ORANG YANG BER-IMAN SUPAYA KAMU BER-UNTUNG”.[An-Nuur 31]
“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. SESUNGGUHNYA ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BER-TAUBAT dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri".[Al-Baqarah 222]
Taubatan Nashuha itu bermakna ber-Taubat dengan benar, murni & tulus serta tidak akan. mengulanginya kembali :
•| Meninggalkan segala hal yang dilarang-Nya.
•| Menyesali kekhilafannya.
•| Bertekad untuk tidak mengulangi kembali.

Allah ber-Firman:

"HAI ORANG-ORANG YANG BER-IMAN, BER-TAUBAT-LAH KEPADA ALLAH DENGAN TAUBATAN NASUHAA (taubat yang semurni-murninya). MUDAH-MUDAHAN RABBMU AKAN MENUTUPI KESALAHAN-KESALAHANMU dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".[At-Taĥrīm 8]
"Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,.....dan Dia memperkenankan doa orang-orang yang ber-Iman serta mengerjakan Amal yang Saleh dan menambah pahala kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras”.[Ash-Shūraá 25-26]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“AL QURAN INI ADALAH PENJELASAN YANG SEMPURNA BAGI MANUSIA, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran”.['Ibrāhīm 52]
Semoga kita semua senantiasa diberi kemudahan untuk segera menyadari segala kekhilafan, kemudian ber-Taubat serta memohon Ampunan-Nya.
Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin
★ SELAMAT BER-IBADAH PUASA ★
<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadits serta Artikel-Artikel Menarik. TIDAK BERPOLITIK, baik untuk dibaca semua agama dan golongan ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Dr. Yamin Hasibuan, Renungan Puasa, Ayat-Ayat Suci Al Quran”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

1 comment :