Friday, June 26, 2015

SEJARAH AWAL MULA TERJADINYA SYIRIK www.tematik2015,blogspot.com

   
Fitrah dasar awal penciptaan manusia adalah tauhid. Berdasarkan perintah Allah melalui lisan para Nabi dan Rasul-Nya:
Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Illah bagimu selain-Nya”(QS. Al-a’rof:59)
Demikianlah umat manusia berada di atas fitrah tersebut. Mereka semua berada di atas Dienul (agama) Islam, di atas Tauhid, ikhlash, fitrah, kebenaran dan istiqomah. Mereka adalah umat yang satu, di atas dien yang satu dan menyembah Rabb yang satu.
Mulai dari zaman bapak kita nabi Adam ‘alaihis salam hingga sebelum zaman Nabi Nuh ‘alaihis salam. Mereka berada di atas hidayah dan di atas syai’at yang haq karena pada saat itu mereka mengikuti ajaran nabi.

Syirik yang terjadi di kalangan kaum Nuh ‘alaihis salam karena sikap mereka yang berlebihan terhadap kuburan (syirik ardhi).

Demikianlah makar setan terhadap mereka dengan menghembuskan api perselisihan diantara mereka sehingga mereka meninggalkan ajaran rasul, memperdayakan mereka sehingga mengagungkan orang-orang yang sudah mati dan bermukim di kuburan-kuburan mereka. Kemudian setan memperdaya mereka sehingga membuat gambar dan patung orang-orang yang sudah mati itu. Ahirnya memperdaya mereka sehingga menyembah patung-patung tersebut. Orang-orang musyrik di kalangan kaum Nuh adalah kaum yang pertama kali melakukan kemusyrikan. Bentuk kemusyrikan yang pertama kali mereka lakukan adalah pengagungan orang-orang mati itulah syirik ardhi, syirik yang pertama kali terjadi di alam ini. Dan Nabi Nuh adalah Rasul pertama yang di utus kepada kaum musyrik tersebut.
Berkenaan dengan firman Allah Subhanahu Wata’ala:
Dan mereka berkata, ” jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd , dan jangan pula Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nashr.”
Imam Bukhori meriwayatkan dalam shahih-nya dari Ibnu Abbas sebagai berikut:
 berhala-berhala yang pertama kali ada di kalangan kaum Nabi Nuh:
1. Wadd: adalah milik kabilah Kalb di daerah Daumatul Jandal.
2. Suwa: adalah milik kabilah Hudzail sementara
3. Yaghuts: adalah milik kabilah Murad kemudian menjadi milik bani Ghuthaif di daerah Jauf.  
4. Ya’uq adalah milik kabilah Hamdan.
5. Nashr: adalah  milik kabilah Himyar dari keluarga Dzil Kala’.
Ke 5 orang tersebut adalah nama orang-orang saleh dari kaum Nuh. Jadi patung pertama yang dibuat adalah patung orang saleh. Ketika mereka mati, setan membisikkan kepada kaum mereka agar membuat patung di majelis yang biasa mereka adakan dan agar menamakannya patung tersebut dengan 5 nama-nama mereka. Merekapun melakukannya dan ketika itu patung-patung itu belum di sembah.
Ketika generasi mereka berakhir dan ilmu telah di lupakan ahirnya patung-patung itu di sembah.

Tatkala manusia telah menyembah berhala, menyembah thaghut dan terjerumus dalam kesesatan dan kekufuran, maka Allah mengutus Rasul pertama kepada penduduk bumi sebagai rahmat-Nya kepada mereka, rasul itu adalah Nuh ‘alaihis salam bin Yardah bin Mahil bin Qainan bin Anusy bin Syits bin Adam ‘alaihis salam.

Nuh ada kurang lebih sepuluh kurun sesudah Adam, mereka semua berada di atas dienul Islam, sebagaimana disebutkan dalam shahih Bukhori dari Ibnu Abbas: “ Nabi Nuh hidup di tengah kaumnya selama 950 tahun. Ia terus mengajak mereka beribadah kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan melarang mereka menyembah selain-Nya.”

Syirik dalam bentuk penyembahan bintang-bintang , matahari, bulan (syrik samawi) yang pertama kali terjadi di muka bumi di kalangan kaum Ibrahim ‘alaihis salam

Waktu demi waktu, perbuatan syirik dalam bentuk baru terbentuk dan telah menyebar di permukaan bumi berasal dari ajaran Ash Shabi’ah di Horran. Kaum musyrikin penyembah bintang-bintang, matahari, bulan di Kabul dan penyembah patung di Babilonia serta para Namrudz dan Fir’aun, penguasa bumi di Timur dan di Barat. Mereka adalah kaum musyrikin penyembah bintang-bintang dan merupakan syirik samawi setelah syirik ardhi yang dilakukan oleh kaum musyrikin penyembah kubur pada zaman Nabi Nuh.

Pada waktu itu penduduk bumi seluruhnya kafir kecuali nabi Ibrahim al Khalil ‘alaihis salam dan istrinya, Sarah serta anak sudaranya, Luth ‘alaihis salam. Maka Allah mengutus Rasul-Nya, imam oara hunafa’, bapak para nabi, penggaga smillah yang murni, Ibrahim Khalilurrahman dari tanah Babilonia, beliau adalah: Ibrahim bin Azar ­- dia adalah tarikh- bin Nahur bin Sarugh bin Raa’u bin Faligh bin ‘Anyar bin Syalikh bin Arfakhsyadz bin Saam bin Nuh ‘alaihis salam.
Pertama kali, dua jenis syirik (syirik ardhi dan syirik samawi) di kalangan bangsa arab dan bangsa lainnya terjadi pada kenabian Ibrahim, seterusnya di utus-Nya Rasulullah, sebagai penutup para nabi untuk untuk membawa umat ke Tauhid.  
Demikianlah secara silih berganti nabi-nabi dari kalangan Bani Israil diutus, yang terahir adalah Al-Masih Isa bin Maryam.

Tatkala pengutusan para nabi dan rasul terputus selama beberapa kurun secara otomatis kedua jenis syirik (syirik ardhi dan samawi) merajalela di atas muka bumi. Di kala itu bangsa Arab masih memegang teguh warisan bapak mereka. Hingga ketika Amru bin Luhaiy al Khuza’i mengunjungi negri Syam di Balqa’ menyembah berhala (mereka mengharapkan keuntungan dan menolak bala) melalui berhala tersebut. Ia pun membawa berhala seperti itu ke kota Makkah. Ketika itu pengelolaan Baitullah Al Haram berada di tangan Bani Khuza’ah. Dan dari oleh-oleh perjalanan yang membawa petaka itu, dialah yang pertama kali menyimpang dari millah Ibrahim. Ia memajang berhala-berhala di Baitullah Al Haram, dialah yang pertama kali mensyari’atkan 4 berhala:
1.      Bahirah
2.      As Saaibah
3.      Washilah dan
4.      Al Haam
Sejak itulah orang-orang Arab menyembah berhala-berhala. Berhala tertua adalah Manaat yang terletak di daerah pinggiran pantai di Qudeid antara Makkah dan Madinah, kemudian Al Latta di Thaif, yaitu batu persegi empat tempat orang-orang Arab menumbuk biji-biji gandum, kemudian al ‘Uzza terletak di Wadi Nakhlah setelah Asy Syaraai’ sebelah timur di luar kota Makkah.
Kemudian bermunculanlah berhala-berhala di jazirah Arab. Hingga setiap kabilah memiliki berhala tersendiri dalam bentuk pepohonan, bebatuan, kurma dan sebagainya. Hingga di sekeliling ka’bah terdapat 360 berhala. Bahkan setiap keluarga memiliki berhala di rumah mereka masing-masing.

Kemudian berhala-berhala ini menyebar di tengah-tengah manusia. Penyembahan api dan bintang di kalangan bangsa Persi, Majusi dan Ash Shaaibah serta umat-umat lainnya, di antara mereka ada yang menyembah air, ada yang menyembah hewan, dan ada pula yang menyembah malaikat.
Diantara mereka ada yang berkeyakinan bahwa pencipta ada dua. Mereka adalah Al Tsanawiyyah dari penganut agama Majusi. Mereka lebih sesat daripada kaum musyrikin Arab. Mereka menyembah cahaya, api, air, dan tanah. Demikian pula yang terjadi pada umat-umat yang lainnya, seperti Ash Shaaibah, Ad Dahriyyah, Al Falasifah, Al Malahidah, dan lain-lain. Imam Ibnu Qoyyim telah menjelaskan secara rinci tentang aliran-aliran mereka dan sesembahan-sesembahan mereka dalam kitab Ighatsalul Lahfan II/203-320.

Kepustakaan :
·            Al- Qur’anul ‘Azhim_Ibnu Katsier
·            Shahih Bukhori_ Imam Bukhori
·            Propaganda Sesat Penyatuan Agama_ Bakr bin Abdullah Abu Zaid


No comments :

Post a Comment