Monday, August 31, 2015

SURAH AL-FATIHAH www.tematik2015.blogspot.com


SURAH AL-FATIHAH
Hendaknya kita setiap hari berlatih dan berusaha untuk memahami ayat-ayat Al-Quran, karena hanya dengan memahaminya-lah kita akan mampu menjadi insan ber-Taqwa, yang taat dan patuh kepada semua perintah-perintah-Nya yang tersurat dalam Al-Quran.

Allah ber-Firman :

“Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan ber-Taqwa-lah agar kamu diberi Rahmat”.[Al-An’aam 155]
Surah Al-Fatihah sebagai surah pertama Al-Quran, yang juga dinamakan Ummul Quran karena merupakan induk dari semua isi Al-Quran.
Juga dinamakan As-Sab’ul Matsaanya karena jumlah ayat-ayat-nya yang Tujuh. Dibaca berulang-ulang dalam shalat. Kandungannya selain memuji kebesaran-Nya, kita juga memohon diberikan pertolongan & petunjuk-Nya kepada jalan yang lurus, bukan jalan yang dimurkai apalagi jalan yang sesat.

Allah ber-Firman :

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang....Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.....Maha Pemurah lagi Maha Penyayang....yang menguasai di Hari Pembalasan".[Al-Fātiĥah 1-4]
“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan”.[Al-Fātiĥah 5]
“Tunjukilah kami jalan yang lurus,.....yaitu Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan Jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula Jalan mereka yang sesat”.[Al-Fātiĥah 6-7]
Surah Al-Fatihah merupakan Surah pembukaan. Setiap Ayatnya dijelaskan oleh berbagai firman-firman-Nya yang tersurat dalam ke-113 surah berikutnya, antara lain sesuai penjelasan dibawah ini.

Allah ber-Firman :

“Alif laam miim....Al-Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang ber-Taqwa.....yaitu mereka yang ber-Iman kepada yang Ghaib, yang mendirikan Shalat, dan menafkahkan sebahagian Rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.... dan mereka yang ber-Iman kepada Al-Quran yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya Kehidupan Akhirat”.[Al-Baqarah 1-4]
●| Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Allah ber-Firman :

"Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang".[Al-Baqarah 163]
"Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang".[Al-Ĥashr 22]
“Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung”.[Al-Baqarah 5]
●| Puji-pujian bagi Allah, Tuhan semesta alam, sebagai satu-satunya pencipta Alam Semesta.

Allah ber-Firman :

"Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan yang berhak di-Sembah melainkan Dia, bagi-Nya-lah segala Puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nya-lah segala penentuan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan".[Al-Qaşaş 70]
"Ber-Tasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah lah yang mempunyai semua Kerajaan dan semua Pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu".[At-Taghābun 1]
●| Menguasai di Hari Pembalasan.

Allah ber-Firman :

"Hari pembalasan itu ialah pada hari ketika mereka diazab di atas api neraka".[Adh-Dhāriyāt 13]
"Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,....yaitu orang-orang yang terbenam dalam kebodohan yang lalai".[Adh-Dhāriyāt 10-11]
●| Hanya Allah yang patut disembah, dan tempat meminta pertolongan bagi mereka yang ber-Iman & ber-Taqwa.

Allah ber-Firman :

"Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia yang berhak di-Sembah, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu juga menyatakan yang demikian itu. Tak ada Tuhan melainkan Dia yang berhak di-Sembah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".['Āli `Imrān 18]
"Dan Dialah Allah yang di-Sembah, baik di Langit maupun di Bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui pula apa yang kamu usahakan".[Al-'An`ām 3]
"Hai manusia, Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu ber-Taqwa,....Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui".[Al-Baqarah 21-22]
"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah datangnya, dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu Meminta Pertolongan".[An-Naĥl 53]
●| Petunjuk Jalan yang Lurus agar manusia tidak ter-Sesat dan menjadi penghuni Jahannam.
Memohon petunjuk-Nya adalah inti dari Surah Al-Fatihah, maka pahamilah seluruh petunjuk-petunjuk-Nya yang tersurat didalam Al-Quran, agar kita mampu menaati dan mematuhinya sebagai wujud dari orang yang ber-Taqwa.

Allah ber-Firman :

"Al Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam,....yaitu bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh Jalan yang Lurus".[At-Takwīr 27-28]
"Allah menyeru manusia ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada Jalan yang Lurus (Islam)".[Yūnus 25]
"Adapun orang-orang yang ber-Iman kepada Allah dan berpegang teguh kepada Agama-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam Rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus untuk sampai kepada-Nya".[An-Nisā' 175]
"Hai orang-orang yang ber-Iman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka berita-berita Muhammad, karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan mengusir kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku janganlah kamu berbuat demikian. Kamu memberitahukan secara rahasia berita-berita Muhammad kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan BARANGSIAPA DI ANTARA KAMU YANG MELAKUKANNYA, MAKA SESUNGGUHNYA DIA TELAH TER-SESAT DARI JALAN YANG LURUS".[Al-Mumtaĥanah 1]
"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah untuk diberi-Nya petunjuk, niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus".[Al-'An`ām 39]

Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang Fasik”.[Al-Baqarah 99]
Semoga Renungan ini bermanfaat untuk meningkatkan ke-Iman-an & ke-Taqwa-an kita, sesuai dengan hakikat dari Ibadah kita kepada Allah, yaitu agar kita semua menjadi orang yang ber-Taqwa.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun
Wa'Salaamun alla Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★SELAMAT BER-IBADAH ★

Saturday, August 29, 2015

PEMAKAIAN UCAPAN 'SUBAHANALLAH' DAN 'MASYA ALLAH' www.tematik2015.blogspot.com

PEMAKAIAN UCAPAN 'SUBAHANALLAH' DAN 'MASYA ALLAH'
Sewaktu saya berada di Luar Negeri, terutama di Australia, saya banyak bergaul dengan pendatang dari Timur Tengah. Kami sering ngobrol terutama setelah selesai Jumatan atau bila melakukan silaturrahmi.
Dalam obrolan mereka paling sering mengatakan Masya Allah, bila yang diobrolkan itu hal-hal yang mengagumkan. Bila yang dibicarkan itu hal yang menyedihkan, atau tidak membanggakan, mereka mengatakan Subahanallah. Saya perhatikan pemakaian kata Masya Allah itu dominan bila dibandingkan dengan Subahanallah, selain kata Alhamdulillah.



Bagimana dengan Indonesia?
Saya perhatikan obrolan, tulisan orang kita di Indonesia, ada yang memakai uacapan terbalik-balik, yg seharusnya Masya Allah dengan PD nya mengucapkan Subahanallah.
Sebagai rujukan pengggunaan kata Subahanallah dan Masya Allah, di bawa ini saya copy-paste salah satu artikel yang ada di Google.

Memaknai Perbedaan Ucapan Subhanallah dan Masya Allah
Posted on 7 Januari 2013by Aidah Al-Bugisiyyah
Memaknai Perbedaan Ucapan “Subhanallah” dan “Masya Allah” (yang kadang sebagian orang sering terbalik dalam memaknainya). ^^

Bismillahirrahmaanirrahiim…
Secara umum, menyebut asma Allah dan berdzikir kepada-Nya ialah kebaikan tertuntunkan. Menyertakan Allah dalam tiap kejadian adalah niscaya. Dan tiap penyebutan nama Allah yang bermakna khusus tentu memiliki tempat sesuai tuntunan. Semisal; Istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun) diucap saat kita mengetahui ada saudara kita yang meninggal atau saat kita bermusibah. (semisal banjir, kebakaran, tanah longsor, kecelakaan, dll).

Nah, bagaimana dengan ucapan “Subhanallah” dan “Masya Allah”?
Ada 2 yang mengikatnya; tuntunan Qur’an-Sunnah dan kebiasaan dalam Bahasa Arab. Al-Qur’an menuturkan; Subhanallah digunakan dalam mensucikan Allah dari hal yang tak pantas. “Maha Suci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan, dll.” Ayat-ayat berkomposisi ini sangatlah banyak.

Juga, Subhanallah digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik. “Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?” Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau (Subhanaka). Engkaulah pelindung kami, bukan mereka: bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”. (QS 34 : 40-41), dihinakannya Allah tersebab kita: Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah (Subhanallah), dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.”(QS 12 : 108) dll.
Bukankah ada juga pe-Maha Suci-an Allah dalam hal menakjubkan? Uniknya, Al-Qur’an menuturnya dengan kata ganti kedua: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau (subhanaka), maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS 3: 191).
Atau kata ganti ketiga yang tak langsung menyebut asma Allah: “Maha Suci (Allah) (subhana), yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS 17 : 1, dll).
Sedangkan ia juga terpakai pada; me-Maha Suci-kan Allah dalam menyaksikan bencana dan mengakui kezhaliman diri: “Mereka mengucapkan: “Maha Suci Rabb kami (subhana), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.” (QS 68 : 29), menolak fitnah keji yang menimpa saudara: “mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha Suci Engkau (Ya Rabb kami), ini adalah dusta yang besar.” (QS 24 : 16).
Bagaimana Hadits-nya?
“Kami apabila berjalan naik membaca takbir, dan apabila berjalan turun membaca tasbih.” (HR. Imam Bukhari, dari Jabir ra.).

Jadi “Subhanallah” dilekatkan dalam makna “turun”, yang kemudian sesuai dengan kebiasaan orang dalam Bahasa Arab secara umum; yakni menggunakannya untuk mengungkapkan keprihatinan atas suatu hal kurang baik di mana tak pantas Allah Subhanahu wa ta’ala dilekatkan padanya.
Bagaiamana simpulannya?
Dzikir tasbih secara umum adalah utama, sebab ia dzikir semua makhluq dan tertempat di waktu utama pagi dan petang. Adapun dalam ucapan sehari-hari, mari membiasakan ia sebagai pe-Maha Suci-an Allah atas hal yang memang tak pantas bagi keagungan-Nya.

Bagaimana dengan “Masya Allah”?
QS. 18 : 39 memberi contoh: “Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “Masya Allah, laa quwwata illaa billah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,” ia diucapkan atas kekaguman pada aneka kebaikan melimpah; kebun, anak, harta. Sungguh ini semua terjadi atas kehendak Allah; kebun subur menghijau jelang panen; anak-anak yang ceria menggemaskan, harta yang banyak. Lengkapnya; “Masya Allah la quwwata illa billah”, kalimat ke-2 menegaskan lagi; tiada kemampuan mewujudkan selain atas pertolongan Allah.
Pun demikian dalam kebiasaan lisan berbahasa Arab; mereka mengucapkan “Masya Allah” pada keadaan juga sosok yang kebaikannya mengagumkan.

Simpulannya; “Masya Allah” adalah ungkapan ketakjuban pada hal-hal yang indah; dan memang hal indah itu dicinta dan dikehendaki oleh Allah.
Demi ketepatan makna keagungan-Nya dan menghindari kesalahfahaman; mari biasakan mengucap “Subhanallah” dan “Masya Allah” seperti seharusnya. Membiasakan bertutur sesuai makna pada bahasa asli Insya Allah lebih tepat bermakna.
Tercontoh; orang Indonesia bisa senyum gembira padahal sedang dimaki. Misalnya dengan kalimat; “Allahu yahdik!”. Arti harfiahnya; “Semoga Allah memberi hidayah padamu!” Bagus bukan? Tetapi untuk diketahui; makna kiasan dari “Allahu yahdik!” adalah “Dasar gebleg!”
Jadi, mari belajar tanpa henti dan tak usah memaki.
(dirangkum dari kultwit pada linimasa Salim A. Fillah rahimakallah).

Para pembaca dapat mengambil banyak rujukan, salah satunya yang ada di Google ialah:


BE PATIENT IN FACING SLANDER www.tematik2015.blogspot.com


BE PATIENT IN FACING SLANDER
As a Believed and Pious person, we have an obligation to understand and obey all His Words in the Holy Quran, among other to be Patient when there are parties that backbite or despotic us, although it is heavy to live with.

Allah Said :

“O YOU WHO HAVE BELIEVED, PERSEVERE AND ENDURE and remain stationed and fear Allah that you may be successful”.['Āli `Imrān 200]
Essentially all of us are forbid to backbite or despotic among fellow. So, if there is someone who did it against ourselves, meaning that person has break His commands in the Holy Quran.
Leave it to be His concerned, while we better be Patient according to His command.

Allah Said :

“O my son, establish prayer, enjoin what is right, forbid what is wrong, and BE PATIENT OVER WHAT BEFALLS YOU. INDEED, ALL THAT IS OF THE MATTERS REQUIRING DETERMINATION”.[Luqman 17]
However some people assumed Patient has it limit.
If assumed it has pass the limit, he/she is allowed to act beyond the rules.
This kind of assumption is false, because those patient shall be given their reward without account, that shows how prominent is a patient person.
Allah Said :
“Say : "O My servants who have Believed, Fear your Lord. For those who do good in this world is good, and the earth of Allah is spacious. INDEED THE PATIENT WILL BE GIVEN THEIR REWARD WITHOUT ACCOUNT”.[Az-Zumar 10]
“Whatever you have will end, but what Allah has is lasting. And We will surely give those who were Patient their Reward according to the best of what they used to do”.[An-Naĥl 96]
To despotic someone mean we have break His rules, then increase patient because it is His concern.

Allah Said :

“O YOU WHO HAVE BELIEVED, AVOID MUCH NEGATIVE ASSUMPTION. INDEED, SOME ASSUMPTION IS SIN. AND DO NOT SPY OR BACKBITE EACH OTHER. Would one of you like to eat the flesh of his brother when dead? You would detest it. And fear Allah; Indeed, Allah is Mighty Accepting of Repentance and Mighty Merciful”.[Al-Ĥujurāt 12]
“Indeed, those who came with falsehood are a group among you. Do not think it bad for you; rather it is good for you. For every person among them is what punishment he has earned from the sin, and HE WHO TOOK UPON HIMSELF THE GREATER PORTION THEREOF, FOR HIM IS A GREAT PUNISHMENT”.[An-Nūr 11]
“Indeed, those who like that immorality should be spread or publicized among those who have believed will have a painful punishment in this world and the Hereafter. And Allah knows and you do not know”.[An-Nūr 19]
Mighty Right Allah with all His Words.

Allah Said :

“So be Patient. Indeed, the promise of Allah is truth. And let them not disquiet you who are not certain in faith”.[Ar-Rūm 60]
May all of us are always able to increase all the Good Deeds that we have performed diligent and continous during this, in order to seize the real happiness.
Subhaana Rabbeka Rabbel Ezzate Amma Yashefun...
Wa'Salaamun 'alal Mursaleen
Walhamdulellahe Rabbel’Alaameen
Aameen Yaa Rabbal'alaameen
★BLESSED ACT OF DEVOTION★

BER-SABAR DALAM MENGHADAPI FITNAH www.tematik2015.blogspot.com


BER-SABAR DALAM MENGHADAPI FITNAH
Sebagai orang yang ber-Iman dan ber-Taqwa, kita wajib memahami serta menaati semua Firman-Firman-Nya dalam Al-Quran, antara lain adalah ber-Sabar ketika ada pihak-pihak yang mem-fitnah atau men-zalimi kita, walaupun terasa berat untuk dijalani.

Allah ber-Firman :

“HAI ORANG-ORANG YANG BER-IMAN, BER-SABAR-LAH KAMU DAN KUAT-KAN-LAH KE-SABARAN-MU dan tetaplah bersiap siaga di perbatasan negerimu dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”.['Āli `Imrān 200]
Pada dasarnya kita semua dilarang untuk mem-Fitnah dan men-Zalimi sesama. Jadi bila ada orang yang melakukannya terhadap diri kita, berarti orang tersebut telah melanggar Perintah-Perintah-Nya dalam Al-Quran.
Biarlah hal itu menjadi Urusan-Nya, sedang kita sebaiknya ber-Sabar saja sesuai dengan Perintah-Nya.

Allah ber-Firman :

“Hai anakku, dirikanlah Shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar, dan BER-SABAR-LAH TERHADAP APA YANG MENIMPA KAMU. SESUNGGUHNYA YANG DEMIKIAN ITU TERMASUK HAL-HAL YANG DIWAJIBKAN OLEH ALLAH”.[Luqman 17]
Tetapi sebagian orang menganggap kesabaran ada batasnya.
Jika dianggap sudah melewati batas, ia diperbolehkan untuk bertindak diluar aturan. Anggapan seperti ini tidaklah benar, karena orang-orang yang ber-Sabar akan dicukupkan pahala-Nya Tanpa Batas, yang menunjukkan betapa besarnya keutamaan orang yang ber-Sabar.

Allah ber-Firman :

“Katakanlah : "Hai hamba-hamba-Ku yang ber-Iman. ber-Taqwa-lah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. SESUNGGUHNYA HANYA ORANG-ORANG YANG BER-SABAR-LAH YANG DICUKUPKAN PAHALA MEREKA TANPA BATAS”.[Az-Zumar 10]
“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang Sabar dengan Pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.[An-Naĥl 96]
Men-Zalimi seseorang berarti telah melanggar perintah-Nya, maka tingkatkanlah ke-Sabar-an karena hal itu merupakan Urusan-Nya.

Allah ber-Firman :

“HAI ORANG-ORANG YANG BER-IMAN, JAUHI-LAH KEBANYAKAN PURBA-SANGKA (kecurigaan), KARENA SEBAGIAN DARI PURBA-SANGKA ITU DOSA. DAN JANGANLAH MENCARI-CARI KEBURUKAN ORANG, DAN JANGANLAH MENGGUNJINGKAN SATU SAMA LAIN. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan ber-Taqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”.[Al-Ĥujurāt 12]
“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan SIAPA DI ANTARA MEREKA YANG MENGAMBIL BAHAGIAN YANG TERBESAR DALAM PENYIARAN BERITA BOHONG ITU BAGINYA AZAB YANG BESAR”.[An-Nūr 11]
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar berita perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.[An-Nūr 19]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“Dan ber-Sabar-lah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini kebenaran ayat-ayat Allah itu menggelisahkan kamu”.[Ar-Rūm 60]
Semoga kita senantiasa mampu meningkatkan segala Amal-Amal Saleh yang telah kita kerjakan selama ini secara istiqamah, demi meraih kebahagiaan yang hakiki.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...
Wa'Salaamun 'alal Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin
★SELAMAT BER-IBADAH★

Friday, August 28, 2015

RENUNGAN JUMAT www.tematik2015.blogspot.com


3 hrs · 
RENUNGAN JUMAT
Selama menjalani kehidupan kita, kita pasti pernah mengeluh dengan frekuensi & kualitas keluhan yang berbeda-beda. Itu tergantung dari tingkat pemahaman dan cara pandang pada permasalahan yang kita hadapi.

Allah ber-Firman :

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir....apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah”.[Al-Ma`ārij 19-20]

Orang-orang yang ber-Taqwa, bila ingin merubah keadaan untuk jadi lebih baik dengan melakukan berbagai macam usaha biasanya akan mengurangi berbagai macam keluhan.
Allah ber-Firman :
“Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang ber-Iman kepada Allah dan Hari Akhirat. BARANGSIAPA BER-TAQWA KEPADA ALLAH NISCAYA DIA AKAN MENGADAKAN BAGINYA JALAN KELUAR”.[Aţ-Ţalāq 2]
“Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu tentang masa iddahnya, maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu pula perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan BARANGSIAPA YANG BER-TAQWA KEPADA ALLAH, NISCAYA ALLAH MENJADIKAN BAGINYA KEMUDAHAN DALAM URUSANNYA”.[Aţ-Ţalāq 4]

Tetapi, sebaliknya sikap pesimis terhadap sebuah masalah, akan menimbulkan beragam keluhan. Yang justru akan menambah masalah baru, antara lain berburuk sangka, apatis dan putus asa.

Allah ber-Firman :

“Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan JANGAN KAMU BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH. SESUNGGUHNYA TIADA BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH, MELAINKAN KAUM YANG KAFIR".[Yūsuf 87]
“Ibrahim berkata : "Tidak Ada orang yang ber-Putus Asa dari Rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang Sesat”.[Al-Ĥijr 56]
Tinggalkanlah kebiasaan mengeluh, karena seharusnya hanya kepada-Nya-lah dikembalikan semua urusan.

Allah ber-Firman :

“Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan KEPADA ALLAH-LAH DIKEMBALIKAN SEGALA URUSAN".[Al-Ĥadīd 5]
Pada dasarnya Mengeluh merupakan indikasi seseorang tidak ber-Syukur atas Nikmat-Nya.

Allah ber-Firman :

“Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan risalah. Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri niscaya mereka ingkar karena SESUNGGUHNYA MANUSIA ITU AMAT INGKAR KEPADA NIKMAT".[Ash-Shūraá 48]

Mengeluh juga merupakan manifestasi dari rasa tidak puas dan mencerminkan seolah-olah kita tidak menerima ketetapan-Nya. Jika saja kita bersyukur, maka kita akan termasuk golongan orang yang ber-Untung.

Allah ber-Firman :

“Dan ingatlah juga, tatkala Tuhanmu memaklumkan : "SESUNGGUHNYA JIKA KAMU BER-SYUKUR, PASTI KAMI AKAN MENAMBAH NIKMAT KEPADAMU, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya Azab-Ku sangat Pedih".['Ibrāhīm 7]

Sebab itu tinggalkan kebiasaan mengeluh melalui peningkatan kesabaran.

Allah ber-Firman :

“Hai anakku, dirikanlah Shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang Baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang Mungkar dan BER-SABAR-LAH TERHADAP APA YANG MENIMPA KAMU. SESUNGGUHNYA YANG DEMIKIAN ITU TERMASUK HAL-HAL YANG DIWAJIBKAN OLEH ALLAH".[Luqman:17]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“Al-Quran ini adalah Penerangan bagi seluruh manusia, dan Petunjuk serta Pelajaran bagi orang-orang yang ber-Taqwa”.[Ali-Imran 138]

Semoga kita semua dapat meninggalkan kebiasaan mengeluh sebagai wujud atas ke-Taqwa-an kita.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun
Wa'Salaamun alla Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★SELAMAT BER-IBADAH★

PILIHLAH AMALAN YANG TEPAT www.tematik2015.blogspot.com


PILIHLAH AMALAN YANG TEPAT
Mereka yang telah melatih diri untuk memahami ayat-ayat Al-Quran agar mampu menjalankannya sebagai Amalan yang Saleh, maka pilihan amalan adalah mutlak ditangan kita.
Tidak ada yang dapat memaksa atau mempengaruhi, karena kita sendirilah yang kelak akan merasakan hasilnya dan mempertanggung jawabkannya.

Allah ber-Firman :

“Katakanlah : "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?"....yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya”.[Al-Kahf 103-104].
“Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan kufur terhadap perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi amalan mereka pada hari kiamat”.[Al-Kahf 105].
Agar kita tidak berada dalam kesesatan dan kerugian, maka tetaplah menjadi orang yang ber-Iman kepada Al-Quran sebagai wujud ke-Imanan kepada-Nya.

Allah ber-Firman :

“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. BARANGSIAPA YANG KAFIR KEPADA ALLAH, MALAIKAT-MALAIKAT-NYA, KITAB-KITAB-NYA, RASUL-RASUL-NYA, DAN HARI KEMUDIAN, MAKA SESUNGGUHNYA ORANG ITU TELAH SESAT SEJAUH-JAUHNYA”.[An-Nisā' 136]
“Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan di dunia. Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh”.['Ibrāhīm 18]
Tersurat dalam Al-Quran tentang keharusan kita untuk senantiasa memperhatikan semua Ayat-Ayat-Nya sebagai Pelajaran dan Peringatan untuk Pedoman kehidupan didunia.

Allah ber-Firman :

“Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran".[Şād 29]
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”.[Al-Qamar 17, 22, 32 & 40]
Untuk itu pilihlah Amal-Amal Saleh yang tepat dan berusahalah tetap Istiqamah berjalan dikehidupan dunia sesuai dengan semua Aturan-Aturan-Nya, agar kelak tidak ada rasa penyesalan.

Allah ber-Firman :

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada pula berduka cita....mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan”.[Al-'Aĥqāf 13-14]
“Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu, hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia",....agar aku berbuat Amal yang Saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan”.[Al-Mu'minūn 99-100]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“Barangsiapa yang berat timbangan kebaikan-nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.....dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam".[Al-Mu'minūn 102-103].
Semoga kita semua dapat memilih Amal-Amal Saleh yang tepat dan mampu menjalaninya secara Istiqamah, demi kehidupan didunia yang tenteram dan kelak kehidupan diakhirat yang bahagia.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun
Wa'Salaamun alla Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★SELAMAT BER-IBADAH★

Wednesday, August 26, 2015

MEMBACA, MENGERTI, MEMAHAMI & MENGAMALKAN ISI KANDUNGAN AL QURAN www.tematik2015.blogspot.com


MEMBACA, MENGERTI, MEMAHAMI & MENGAMALKAN ISI KANDUNGAN AL QURAN
Dalam ber-Ibadah kepada Allah gunakan kesempatan baik bagi kita untuk membaca, mengerti dan memahami serta mengamalkan semua petunjuk serta aturan-aturan-Nya yang tersurat dalam Al-Quran.
Memahami isi kandungan Al Quran dan mengamalkannya tidaklah semudah yang kita pikirkan.

Allah ber-Firnan :

"Allah menganugerahkan Al Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi Hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah".[Al-Baqarah 269]
"Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al Quran) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran".[Al-Qaşaş 51]
“BEBERAPA HARI YANG DITENTUKAN ITU IALAH BULAN RAMADHAN, BULAN YANG DI DALAMNYA DITURUNKAN PERMULAAN AL QURAN SEBAGAI PETUNJUK BAGI MANUSIA DAN PENJELASAN-PENJELASAN MENGENAI PETUNJUK ITU DAN PEMBEDA ANTARA YANG HAK DAN YANG BATHIL. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di negeri tempat tinggalnya di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan lalu ia berbuka, maka wajiblah baginya berpuasa, sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”.[Al-Baqarah 185]
Ber-Ibadah adalah masa pelatihan & pensucian diri yang berlangsung selama hidup kita agar kita mampu menjadi manusia yang ber-Taqwa.

Allah ber-Firman :

"Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu ber-Taqwa".[Al-Baqarah 21]
“Hai orang-orang yang ber-Iman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu ber-Taqwa”.[Al-Baqarah 183]
Ber-Taqwa ialah wujud ketaatan & kepatuhan kepada semua perintah-Nya yang tersurat dalam Al-Quran, oleh sebab itu merupakan kewajiban bagi kita semua untuk ber-Iman kepada Al-Quran dengan cara membaca, mengerti serta memahaminya, agar kita mampu mengamalkannya dalam kehidupan keseharian.

Allah ber-Firman :

“Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan ber-Taqwalah agar kamu diberi Rahmat”.[Al-'An`ām 155]
“Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan membawa kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya”.[Az-Zumar 2]
Namun ternyata masih banyak orang disekeliling kita yang tidak ber-Iman kepada Al-Quran, bahkan ada yang membantah atau mengingkarinya.

Allah ber-Firman :

“Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al Kitab (Al Quran). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah benar; akan tetapi kebanyakan manusia tidak ber-Iman kepadanya”.[Ar-Ra`d 1]
“Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al Quran ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari-nya”.[Al-'Isrā' 89]
Sebab itu ber-Imanlah kepada Al-Quran sebagai wujud sebuah ketaqwaan, agar semua Amal Saleh kita tidak menjadi sia-sia.

Allah ber-Firman :

“Katakanlah : "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?"......yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.....Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan kufur terhadap perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi amalan mereka pada hari kiamat”.[Al-Kahf 103-105]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk".[Al-Qaşaş 56]
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan ber-Jihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan”.[Al-Mā'idah 35]
Semoga kelak kita mampu menjadi orang yang ber-Taqwa, yang Taat dan Patuh kepada semua perintah-Nya.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun
Wa'Salaamun alla Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★SELAMAT BER-IBADAH★

Monday, August 24, 2015

BER-IMAN & BER-AMAL SALEH www.tematik2015.blogspot.com


3 hrs · 
BER-IMAN & BER-AMAL SALEH
Dalam Al-Quran banyak tersurat tentang dimensi Ke-Imanan & Amal Saleh. Dalam beberapa Ayat, kedua dimensi itu sering disebut secara bersamaan.

Allah ber-Firman :

“Dan Dialah yang menerima Taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,....dan Dia memperkenankan Doa orang-orang yang ber-Iman serta mengerjakan Amal yang Saleh dan menambah Pahala kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras”.[Ash-Shūraá 25-26]

Amal Saleh adalah Perbuatan Baik manusia dimana seluruh Aturan-Nya tersurat dalam 114 Surah Al-Quran, sebagai Pedoman & Petunjuk Hidup kita.

Allah ber-Firman :

“Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung akibat ke-Kafiran-nya itu; dan barangsiapa yang ber-Amal Saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan tempat yang menyenangkan,......agar ALLAH MEMBERI PAHALA KEPADA ORANG-ORANG YANG BER-IMAN DAN BER-AMAL SALEH DARI KARUNIA-NYA. Sesungguhnya Dia Tidak menyukai orang-orang yang Ingkar”. [Ar-Rūm 44-45]
Tetapi masih ada sebagian dari kita yang beranggapan bahwa Perintah Allah itu hanyalah sebatas apa yang tersirat dalam Rukun Islam saja.

Allah ber-Firman :

"Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,....yaitu orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian,....dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah Perintah-kan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada Hisab yang buruk".[Ar-Ra`d 19-21]
Jangan heran jika di Kehidupan sehari-hari, sering kita jumpai orang-orang yang nampak Saleh, mengerjakan Amal Ibadah yang Fardhu (Shalat, Puasa, Zakat, Haji); tapi masih rajin berbuat Maksiat, melakukan Korupsi, tega merampas Hak kaum lemah, Serakah, Zalim, serta Menghalalkan segala cara untuk Menumpuk Harta.

Allah ber-Firman :

"Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,....yang MENGUMPULKAN HARTA DAN MENGHITUNG-HITUNG,....dia mengira bahwa Hartanya itu dapat mengkekalkannya,....sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah".[Al-Humazah 1-4]

Ironisnya para pelakunya adalah orang-orang yang rajin ketempat-tempat Ibadah dan bahkan selalu menyebut nama Tuhan dan berbusana religius.

Allah ber-Firman :

“Tidaklah sama orang yang BUTA dengan orang yang MELIHAT, dan tidaklah pula sama ORANG-ORANG YANG BER-IMAN SERTA MENGERJAKAN AMAL SALEH dengan ORANG-ORANG YANG DURHAKA. Sedikit sekali kamu mengambil Pelajaran”.[ Ghāfir 58].
Oleh sebab itu Taati & Patuhilah semua Aturan-Nya yang tersurat dalam Al-Quran.

Allah ber-Firman :

“Al Quran ini adalah Penerangan bagi seluruh manusia, dan Petunjuk serta Pelajaran bagi orang-orang yang ber-Takwa".['Āli `Imrān 138]
"Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan Berkah supaya mereka memperhatikan Ayat-Ayatnya dan supaya mendapat Pelajaran orang-orang yang mempunyai Pikiran”.[Şād 29]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

"Dan orang-orang yang ber-Iman dan ber-Amal Saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka Dosa-Dosa mereka, dan benar-benar akan Kami beri mereka Balasan yang Lebih Baik dari apa yang mereka kerjakan".[Al-`Ankabūt 7]
"Sesungguhnya orang-orang yang ber-Iman dan ber-Amal Saleh, mereka mendapat Pahala yang tiada putus-putusnya".[Fuşşilat 8]
Semoga kita termasuk dalam golongan orang ber-Iman & ber-Amal Saleh, demi Kebahagiaan Dunia dan kelak di Akhirat.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...
Wa'Salaamun alla Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★SELAMAT BER-IBADAH★

Saturday, August 22, 2015

SEDEKAH ADALAH AMALAN PENYEMPURNA AMALAN-AMALAN SALEH LAINNYA www.tematik2015.blogspot.com


9 hrs · 
SEDEKAH ADALAH AMALAN PENYEMPURNA AMAL-AMAL SALEH LAINNYA
Berbagi kepada sesama atau ber-Sedekah atas sebagian harta & kekayaan yang telah dikuasakan kepada kita oleh-Nya, adalah Amalan yang menyempurnakan semua Amal-Amal Saleh kita.

Allah ber-Firman :

“KAMU SEKALI-KALI TIDAK SAMPAI KEPADA KEBAJIKAN YANG SEMPURNA, SEBELUM KAMU MENAFKAHKAN SEBAHAGIAN HARTA YANG KAMU CINTAI. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”.['Āli `Imrān 92]
Prinsip Sedekah adalah niat menggunakan segala apa yang dianugerahkan pada kita dijalan-Nya, dan semata-mata hanya mengharap ridha-Nya. Hakikat Sedekah adalah meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, berdasarkan ke-Imanan atau ke-Yakinan yang kuat, bahwa Allah sangat murah dalam membagi rezeki dan kasih sayang-Nya kepada manusia.

Allah ber-Firman :

“Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun".[At-Taghābun 17]
Sedekah baru bermakna apabila zakat telah ditunaikan.
Selain keberkahan untuk mendapatkan pahala & ampunan-Nya, akan juga menjadi penyubur kebaikan dan lipat gandakan rezeki.

Allah ber-Firman :

“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui”.[Al-Baqarah 261]
Tersurat dalam Al-Quran bahwa ber-Sedekah dapat memberikan beberapa manfaat, antara lain kita akan memperoleh Pahala serta Ampunan-Nya.
●|PAHALA.

Allah ber-Firman :

“Orang-orang yang me-Nafkah-kan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat Pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati".[Al-Baqarah 274]
●|AMPUNAN

Allah ber-Firman :

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang ber-Iman dan yang ber-Amal Saleh, bahwa untuk mereka Ampunan dan Pahala yang besar".[Al-Mā'idah 9]
"Selain daripada Pahala dan Ampunan-Nya, Balasan yang berlipat ganda akan juga diberikan kepada kita, serta Jalan yang Mudah dan Jauh dari Siksa Neraka".
●|BALASAN BERLIPAT GANDA.

Allah ber-Firman :

“Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya baik laki-laki maupun perempuan, dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan di-Lipatgandakan pembayarannya kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak”.[Al-Ĥadīd 18]
●|JALAN YANG MUDAH.
Allah ber-Firman :
“Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan ber-Taqwa,....dan membenarkan adanya Pahala yang terbaik (Surga),....maka Kami kelak akan menyiapkan baginya Jalan yang Mudah”.[Al-Layl 5-7]
●|JAUH DARI SIKSA NERAKA.

Allah ber-Firman :

“Dan kelak akan di-Jauh-kan orang yang paling Taqwa dari Neraka itu,....yang menafkahkan hartanya di jalan Allah untuk membersihkannya".[Al-Layl 17-18]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“Al Quran ini adalah Penerangan bagi seluruh Manusia, dan Petunjuk serta Pelajaran bagi orang-orang yang ber-Taqwa”.['Āli `Imrān 138]
Semoga kita semua mampu meneruskan kebiasaan berbagi pada sesama secara tekun & berkesinambungan dalam bulan-bulan berikutnya.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...
Wa'Salaamun alla Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★SELAMAT BER-IBADAH★

RENUNGAN JUMAT www.tematik2015.blogspot.com


RENUNGAN JUMAT
Renungan Jumat ini akan mengingatkan kita semua mengenai kewajiban kita untuk ber-Iman, YAKIN & PERCAYA ADANYA KEHIDUPAN AKHIRAT.

Allah ber-Firman :

“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan Amal Saleh bahwa bagi mereka ada Pahala yang Besar,....dan sesungguhnya orang-orang yang tidak ber-Iman kepada Kehidupan Akhirat, Kami sediakan bagi mereka Azab yang Pedih".[Al-'Isrā' 9-10]
“ORANG-ORANG YANG TIDAK BER-IMAN KEPADA KEHIDUPAN AKHIRAT, MEMPUNYAI SIFAT YANG BURUK; dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.[An-Naĥl 60]
Kehidupan di-dunia ini adalah Ladang untuk ber-Amal Saleh dan akan diuji dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan bagi setiap manusia agar dapat di calonkan sebagai pemukim Kehidupan Akhirat yang penuh kenikmatan dan kekal.

Allah ber-Firman :

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan yang sebenar-benarnya. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan".[Al-'Anbyā' 35]
Dalam Al Quran tersurat bahwa Lokasi Kehidupan Akhirat, antara lain adalah :
●| Lokasi Pemukiman kehidupan yang sebenarnya.

Allah ber-Firman :

“Dan tiadalah Kehidupan Dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh Kampung Akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang ber-Taqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”.[Al-'An`ām 32]
●| Lokasi Pemukiman yang kekal.

Allah ber-Firman :

“Hai kaumku, sesungguhnya Kehidupan Dunia ini hanyalah kesenangan sementara, dan sesungguhnya Akhirat itulah negeri yang kekal”.[Ghāfir 39]
●| Lokasi Pemukiman terbaik bagi orang yang ber-Taqwa.

Allah ber-Firman :

“Dan dikatakan kepada orang-orang yang ber-Taqwa : "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab : "Allah telah menurunkan kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat pembalasan yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang ber-Taqwa,....yaitu Surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam Surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang ber-Taqwa,....yaitu orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan kepada mereka : "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”.[An-Naĥl 30-32]
●| Lokasi pembalasan.

Allah ber-Firman :

“Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya".[An-Nūr 25]
Kita wajib meyakini hakikat kehidupan yang abadi, dan memberikan perhatian yang lebih besar pada Kehidupan Akhirat yang abadi daripada Kehidupan Dunia yang Fana ini.

Allah ber-Firman :

”Hai orang-orang yang ber-Iman, ber-Taqwa-lah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk Hari Esok (Akhirat); dan ber-Taqwa-lah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.[Al-Ĥashr 18]
“ Sapi Betina (Al-Baqarah):197 - (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan
SESUNGGUHNYA SEBAIK-BAIK BEKAL ADALAH TAQWA, DAN BER-TAQWA-LAH KEPADA-KU HAI ORANG-ORANG YANG BER-AKAL”.[Al-Baqarah 197]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang Mukmin, bahwa sesungguhnya bagi mereka Karunia yang besar dari Allah".[Al-'Aĥzāb 47]
"Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang ber-Iman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya".[Al-Baqarah 25]
Semoga Renungan Jumat ini dapat meningkatkan keyakinan kita kepada Kehidupan Akhirat, dan memberi perhatian yang lebih besar kepada Kehidupan Akhirat yang kekal daripada Kehidupan Dunia yang fana ini, serta menjadikan Kehidupan Dunia ini sebagai Ladang untuk ber-Amal Saleh untuk menghimpun bekal kita.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...
Wa'Salaamun alla Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★SELAMAT BER-IBADAH★

Thursday, August 20, 2015

DREAM OF A PRIMARY SCHOOL PUPIL www.tematik2015.blogspot.com


4 hrs · 
Y
DREAM OF A PRIMARY SCHOOL PUPIL
“I dream of Indonesia WITHIN 10 YEARS AHEAD NO MORE CORUPTION AT ALL, with the result the Education budget is not decrease, Indonesian People shall be clever, and Indonesia shall become a Super Power State”.
That was the content of the poetry read by a Primary School Pupil at the moment admonition ceremony of the Independence Proclamation in the "Istana Merdeka (=Independent Castle)", in front of the President and Vice President as well as the other National Prominent Figures.
One of the fact that will support in order that the said dream of the kid could soon be materialized is by reminding all this nation component that “CORRUPTION is DESPOTIC DEED that is very curse and later His torture shall be very severe”.

Allah Said :

"And do not consume one another's wealth unjustly or send it in bribery to the rulers in order that they might aid you to consume a portion of the wealth of the people in sin, while you know it is unlawful".[Al-Baqarah 188]
"And who is more Unjust than he who invents a lie about Allah ? Those will be presented before their Lord, and the witnesses will say, "These are the ones who lied against their Lord." Unquestionably, THE CURSE OF ALLAH IS UPON THE WRONGDOERS....Who averted people from the way of Allah and sought to make it seem deviant while they, concerning the Hereafter, were disbelievers".[Hud 18-19]
“And fear a trial which will not strike those who have wronged among you exclusively, and know that Allah is severe in penalty”.[Al-'Anfāl 25]
Despotic toward others, by offending other people interest, among other negligent in giving their rights; and seize not his right.
The Messenger of God said:
"Whoever despoticed a piece of land, he will then be worn with seven Earths".

Allah Said :

“The cause is only against the ones who wrong the people and tyrannize upon the earth without right. Those will have a painful punishment”.[Ash-Shūraá 42]
“We will cast terror into the hearts of those who disbelieve for what they have associated with Allah of which He had not sent down any authority. AND THEIR REFUGE WILL BE THE FIRE, AND WRETCHED IS THE RESIDENCE OF THE WRONGDOERS”.['Āli `Imrān 151]
It is written in the Holy Quran that all livelihood came from Him. He is the One who Relieve as well as Constrict it. The Livelihood of each mankind has been stipulated in the Preserved Slate (Lauh Mahfuzh) Mother Book. Yet, there are man who are unsatisfied, or not grateful, until make effort to look for livelihood by doing CORRUPTION.
Allah Said :
“Do they not know that Allah extends provision for whom He wills and restricts it? Indeed in that are signs for a people who Believe”.[Az-Zumar 52]
“And of the grazing livestock are carriers of burdens and those too small. EAT OF WHAT ALLAH HAS PROVIDED FOR YOU, and DO NOT FOLLOW THE FOOTSTEPS OF SATAN. Indeed, he is to you a clear enemy".[Al-'An`ām 142]
Let us be Good Deed by reminding each other the danger and finally of conducting CORRUPTION act.

Allah Said :

“INDEED MANKIND IS IN LOSS,.....EXCEPT FOR THOSE WHO HAVE BELIEVED and DONE GOOD DEEDS, and advised each other to truth and advised each other to patience”.[Al-`Aşr 2-3]
Mighty Right Allah with all His Words.

Allah Said :

“Then do they not reflect upon the Holy Quran? If it had been from any other than Allah , they would have found within it much contradiction”.[An-Nisā' 82]
"Even been lied by them is the Honored Holy Quran,....on file in the Preserved Slate [Lauh Mahfuzh]".[Al-Burūj 21-22]
May all of us are always in His protection, and been kept away from all form of despotic, in order to avoid His painful punishment.
Subhaana Rabbeka Rabbel Ezzate Amma Yashefun...
Wa'Salaamun alla Mursaleen
Walhamdulellahe Rabbel’Alaameen
Aamimeen Yaa Rabbal’alaameen
★BLESSED ACT OF DEVOTION★