Tuesday, June 30, 2015

RENUNGAN PUASA HARI KE-14 www.tematik2015.blogspot.com


RENUNGAN PUASA HARI KE-14
Ber-Ibadah Puasa memberi kita kesempatan untuk melatih diri ber-Amal Saleh, antara lain berlatih
ber-SABAR, yang kemudian dapat diteruskan pengamalannya dibulan-bulan berikutnya.

Allah ber-Firman :

“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut-nya yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak pula menyerah kepada musuh.
ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG SABAR”.['Āli `Imrān 146]
“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan BERSABARLAH. SESUNGGUHNYA ALLAH BESERTA ORANG-ORANG YANG SABAR”.[Al-'Anfāl 46]
Kesabaran adalah salah satu ciri mendasar dari orang-orang yang ber-iman, maka dikatakan tiadalah keimanan yang tidak disertai dengan kesabaran.

Allah ber-Firman :

“HAI ORANG-ORANG YANG BER-IMAN, BERSABARLAH KAMU DAN KUATKANLAH KESABARANMU dan tetaplah bersiap siaga di perbatasan negerimu dan ber-Taqwa-lah kepada Allah, supaya kamu beruntung”.['Āli `Imrān 200]
Ber-sabar itu adalah perkara yang diutamakan bahkan diwajibkan didalam menahan jiwa dari amarah, menahan lisan dari berkeluh-kesah serta menahan anggota badan dari perbuatan yang terlarang.

Allah ber-Firman :

“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan juga kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. JIKA KAMU BERSABAR DAN BER-TAQWA, MAKA SESUNGGUHNYA YANG DEMIKIAN ITU TERMASUK URUSAN YANG PATUT DIUTAMAKAN”.['Āli `Imrān 186]
“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan BERSABARLAH TERHADAP APA YANG MENIMPA KAMU. SESUNGGUHNYA YANG DEMIKIAN ITU TERMASUK HAL-HAL YANG DIWAJIBKAN OLEH ALLAH”.[Luqman 17]
Hati orang yang ber-iman akan selalu tenteram, sebab bila ia tertimpa musibah ia akan selalu ber-Sabar karena keyakinannya bahwa hal itu adalah baik bagi dirinya.

Allah ber-Firman :

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah ber-Iman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir yang memerlukan pertolongan dan orang-orang yang meminta-minta; dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan ORANG-ORANG YANG SABAR DALAM KESEMPITAN, PENDERITAAN DAN DALAM PEPERANGAN. MEREKA ITULAH ORANG-ORANG YANG BENAR IMANNYA; dan mereka itulah orang-orang yang ber-Taqwa”.[Al-Baqarah 177]
Al-Quran juga menegaskan bahwa ber-Sabar itu akan dicukupkan pahalanya tanpa batas, maka seharusnyalah kita mampu untuk ber-Sabar tanpa batas.

Allah ber-Firman :

“Katakanlah : "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. SESUNGGUHNYA HANYA ORANG-ORANG YANG BERSABARLAH YANG DICUKUPKAN PAHALA MEREKA TANPA BATAS”.[Az-Zumar 10]
“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan SESUNGGUHNYA KAMI AKAN MEMBERI BALASAN KEPADA ORANG-ORANG YANG SABAR DENGAN PAHALA YANG LEBIH BAIK DARI APA YANG TELAH MEREKA KERJAKAN”.[An-Naĥl 96]
“Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu : "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan TIDAK DIPEROLEH PAHALA ITU, KECUALI OLEH ORANG-ORANG YANG SABAR".[Al-Qaşaş 80]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

"Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan”.[Hud 115]
Semoga kelak kita akan dapat menjadi orang yang ber-Sabar tanpa batas, dan mampu meneruskannya secara berkesinambungan dibulan-bulan berikutnya.
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★ SELAMAT BER-IBADAH PUASA ★

<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadits serta Artikel-Artikel Menarik. TIDAK BERPOLITIK, baik untuk dibaca semua agama dan golongan ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Dr. Yamin Hasibuan,Renungan Puasa , Ayat-Ayat Suci Al Quran”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

THE 13TH DAY FASTING REFLECTION www.tematik2015.blogspot.com


THE 13TH DAY FASTING REFLECTION
The act of devotion of fasting is a good opportunity to train ourselves to be a resignation person, rigid and completely surrender ourselves as well as lean on Him for all our initiative or hard work.

Allah Said :

"So rely upon Allah ; indeed, you are upon the clear truth”.[An-Naml 79]
"And follow that which is revealed to you from your Lord. Indeed Allah is ever Acquainted with what you do”.[Al-'Aĥzāb 2]
In essence to place our trust in God is not an attitude to surrender ourselves, but rather an attitude to lean on Him all the result of our effort, initiative as well as hard work, which is one of the characteristics of the Believe & Pious person.

Allah Said :

“O' you who have believed, remember the favor of Allah upon you when a people determined to extend their hands in aggression against you, but He withheld their hands from you. And FEAR ALLAH, AND UPON ALLAH LET THE BELIEVERS RELY”.[Al-Mā'idah 11]
“Say : "HE IS THE MOST MERCIFUL; WE HAVE BELIEVED IN HIM, AND UPON HIM WE HAVE RELIED . And you will come to know who it is that is in clear error”.[Al-Mulk 29]
“And Moses said : "O my people, IF YOU HAVE BELIEVED IN ALLAH, THEN RELY UPON HIM ONLY, if you should be Muslims”.[Yūnus 84]
The attitude to place our trust in God will be owned by a person when he has been struggling the most to something objective, however, the end result of the hard work is submitted and returned to Him.

Allah Said :

“And to Allah belong the unseen aspects of the heavens and the earth and TO HIM WILL BE RETURNED THE MATTER, ALL OF IT, SO WORSHIP HIM AND RELY UPON HIM. And your Lord is not unaware of that which you do”.[Hud 123]
Allah always have a best plan for us. However, not incommon it is in contradiction to our expectations, then we should always be sincere and grateful to any form of His determination, because all that happens must be the best for us, and certainly there is wisdom behind all of it.

Allah Said :

“So whatever thing you have been given - it is but for enjoyment of the Life on Earth. But what is with Allah is better and more lasting for those who have believed and upon their Lord rely”.[Asy-Syura 36]
“And why should we not rely upon Allah while He has guided us to our good ways. And we will surely be patient against whatever harm you should cause us. AND UPON ALLAH LET THOSE WHO WOULD RELY, INDEED RELY ON”.['Ibrāhīm 12]
That's the characteristic of the pious people, because they are convinced that only Him could be the one who could become their patron & helper in all circumstances.

Allah Said :

“And do not obey the disbelievers and the hypocrites but do not harm them, and RELY UPON ALLAH. AND SUFFICIENT IS ALLAH AS DISPOSER OF AFFAIRS”.[Al-'Aĥzāb 48]
“Those to whom hypocrites said : "Indeed, the people have gathered against you, so fear them." But it merely increased them in faith, and they said : "SUFFICIENT FOR US IS ALLAH, AND HE IS THE BEST DISPOSER OF AFFAIRS".['Āli `Imrān 173]
During this act of devotion of fasting, train yourself to resignation to Him, because Allah loves those who resignation.

Allah Said :

“So by mercy from Allah , [O Muhammad], you were lenient with them. And if you had been rude in speech and harsh in heart, they would have disbanded from about you. So pardon them and ask forgiveness for them and consult them in the matter. And when you have decided, then rely upon Allah. INDEED, ALLAH LOVES THOSE WHO RELY UPON HIM”.['Āli `Imrān 159]
Mighty Right Allah with all His Words.

Allah Said :

“The believers are only those who, when Allah is mentioned, their hearts become fearful, and when His verses are recited to them, it increases them in faith; and upon their Lord they rely”.[Al-'Anfāl 2]
May later after the act of devotion of fasting we are able to become the resignation person, and tough in facing of any event in this Life on Earth, and able to resume continuously in the following months.
Aameen Yee Rabbal’alaameen
★ BLESSED ACT OF DEVOTION OF FASTING ★
<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadits serta Artikel-Artikel Menarik. TIDAK BERPOLITIK, baik untuk dibaca semua agama dan golongan ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Dr. Yamin Hasibuan, Fasting Reflection, Ayat-Ayat Suci Al Quran”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

RENUNGAN PUASA HARI KE-13 www.tematik2015.blogspot.com


RENUNGAN PUASA HARI KE-13
Ber-Ibadah Puasa merupakan kesempatan yang baik untuk melatih diri menjadi orang yang ber-Tawakkal, yang Tegar dan yang sepenuhnya ber-Serah Diri serta ber-Sandar kepada-Nya atas segala ikhitiar atau kerja keras kita.

Allah ber-Firman :

"Sebab itu ber-Taqwa-lah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata”.[An-Naml 79]
"Dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.[Al-'Aĥzāb 2]
Pada intinya ber-Tawakkal itu bukanlah sikap untuk ber-Pasrah diri, melainkan sikap untuk menyandarkan kepada-Nya segala hasil upaya, ikhtiar serta kerja keras kita, yang merupakan salah satu ciri dari orang yang ber-Iman & ber-Taqwa.

Allah ber-Firman :

“Hai orang-orang yang ber-Iman, ingatlah kamu akan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu untuk berbuat jahat, maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan BER-TAQWA-LAH KEPADA ALLAH, DAN HANYA KEPADA ALLAH SAJA-LAH ORANG-ORANG MUKMIN ITU HARUS BER-TAWAKKAL”.[Al-Mā'idah 11]
“Katakanlah : "DIA-LAH ALLAH YANG MAHA PENYAYANG, KAMI BER-IMAN KEPADA-NYA, DAN KEPADA-NYA-LAH KAMI BER-TAWAKKAL. Kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata”.[Al-Mulk 29]
“Berkata Musa: "Hai kaumku, JIKA KAMU BER-IMAN KEPADA ALLAH, MAKA BER-TAWAKKAL-LAH KEPADA-NYA SAJA, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri”.[Yūnus 84]
Sikap tawakal akan dimiliki seseorang ketika dia telah berjuang secara maksimal untuk sesuatu tujuan, namun hasil akhir dari kerja keras itu diserahkan dan dikembalikan kepada-Nya.

Allah ber-Firman :

“Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan KEPADA-NYA-LAH DIKEMBALIKAN URUSAN-URUSAN SEMUANYA, MAKA SEMBAHLAH DIA, DAN BER-TAWAKKAL-LAH KEPADA-NYA. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan”.[Hud 123]
Allah selalu punya rencana yang terindah buat kita, namun tidak jarang hal itu bertentangan dengan harapan kita, maka sebaiknya kita selalu ikhlas dan mensyukuri apapun bentuk ketetapan-Nya, karena semua yang terjadi pastilah yang terbaik bagi diri kita dan pasti ada hikmah dibalik itu semua.

Allah ber-Firman :

“Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang ber-Iman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka ber-Tawakkal”.[Asy-Syura 36]
“Mengapa kami tidak akan ber-Tawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. DAN HANYA KEPADA ALLAH SAJA ORANG-ORANG YANG BER-TAWAKKAL ITU, BERSERAH DIRI”.['Ibrāhīm 12]
Itulah ciri dari orang-orang yang ber-tawakkal, karena mereka yakin bahwa hanya Dia-lah yang dapat menjadi penolong & pelindung mereka dalam segala keadaan.

Allah ber-Firman :

“Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan BER-TAWAKKAL-LAH KEPADA ALLAH. DAN CUKUPLAH ALLAH SEBAGAI PELINDUNG”.[Al-'Aĥzāb 48]
“Orang-orang yang mentaati Allah dan Rasul yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan : "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah ke-Imanan mereka dan mereka menjawab : "CUKUPLAH ALLAH MENJADI PENOLONG KAMI DAN ALLAH ADALAH SEBAIK-BAIK PELINDUNG".[Ali-Imaran 173]
Selama ber-Ibadah Puasa ini, latihlah diri untuk ber-Tawakkal kepada-Nya, karena Allah mencintai orang-orang yang ber-Tawakkal.

Allah ber-Firman :

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. SESUNGGUHNYA ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BER-TAWAKKAL KEPADA-NYA”.['Āli `Imrān 159]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“Sesungguhnya orang-orang yang ber-Iman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan Ayat-Ayat-Nya bertambahlah Iman mereka karenanya, dan hanya kepada Tuhan-lah mereka ber-Tawakkal”.[Al-'Anfāl 2]
Semoga kelak setelah ber-Ibadah Puasa kita mampu menjadi orang yang ber-Tawakkal dan tegar dalam menghadapi peristiwa apapun dalam kehidupan di dunia ini, dan dapat meneruskannya secara berkesinambungan dibulan-bulan berikutnya.
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★ SELAMAT BER-IBADAH PUASA ★
<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadits serta Artikel-Artikel Menarik. TIDAK BERPOLITIK, baik untuk dibaca semua agama dan golongan ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Dr. Yamin Hasibun, Renungan Puasa, Ayat-Ayat Suci Al Quran”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

Monday, June 29, 2015

RENUNGAN PUASA HARI KE-12 www.tematik2015.blogspot.com


RENUNGAN PUASA HARI KE-12
Ber-Ibadah Puasa memberi kita kesempatan untuk melatih diri dengan berbagai Amal Saleh, antara lain berlatih agar kita dapat menjauh dari sifat SOMBONG yang sangat tidak disukai-Nya.

Allah ber-Firman :

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK MENYUKAI ORANG-ORANG YANG SOMBONG dan membangga-banggakan diri”.[An-Nisā' 36]
“Kami jelaskan yang demikian itu supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan ALLAH TIDAK MENYUKAI SETIAP ORANG YANG SOMBONG lagi membanggakan diri”.[Al-Ĥadīd 23]
Sombong adalah pola pikir manusia yang menganggap dirinya lebih berharga serta bermartabat daripada lain orang. Kadang yang bersangkutan merasa dirinya paling benar, sehingga suka menghina atau merendahkan sesama. Padahal belum tentu orang yang direndahkannya itu lebih rendah.
Dalam Al-Quran tersurat bahwa tiada penolong dan pelindung bagi orang yang sombong.

Allah ber-Firman :

“HAI ORANG-ORANG YANG BER-IMAN, JANGANLAH SEKUMPULAN ORANG LAKI-LAKI MERENDAHKAN KUMPULAN YANG LAIN, BOLEH JADI YANG DITERTAWAKAN ITU LEBIH BAIK DARI MEREKA. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.[Al-Ĥujurāt 11]
“Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada Allah”.[An-Nisā' 173]
Sadar atau tidak, kadang kita suka berperilaku sombong terhadap sesama.
Al-Quran melarang manusia berperilaku sombong dan yang selalu membanggakan diri.

Allah ber-Firman :

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”.[Luqman18]
Sombong adalah penyakit hati yang akan merugikan kita, terutama kelak dalam kehidupan di akhirat.
Janganlah sombong agar kelak tidak ada rasa penyesalan.

Allah ber-Firman :

“Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu”.[An-Naĥl 29]
“Dikatakan kepada mereka: "Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong”.[Ghāfir 76]
“Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. BUKANKAH DALAM NERAKA JAHANAM ITU ADA TEMPAT BAGI ORANG-ORANG YANG MENYOMBONGKAN DIRI?”.[Az-Zumar 60]
Senantiasalah tunduk kepada semua perintah-Nya yang tersurat dalam Al-Quran, agar kita mampu menjadi orang yang ber-Taqwa sesuai dengan hakikat dari ber-Ibadah Puasa.

Allah ber-Firman :

“Barangsiapa berpaling dari pada Al qur'an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat,.....mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat,.....yaitu di hari yang di waktu itu ditiup sangkakala dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram”.[Ţāhā 100-102]
“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi. Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang ber-Taqwa”.[Al-Qaşaş 83]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat-Ku, mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya”.[Al-'A`rāf 146]
Semoga kelak diakhir ber-Ibadah Puasa tahun ini, kita telah mampu menghilangkan sifat sombong dari diri kita, dan dapat meneruskannya secara berkesinambungan dibulan-bulan berikutnya.
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★ SELAMAT BER-IBADAH PUASA ★
<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadits serta Artikel-Artikel Menarik. TIDAK BERPOLITIK, baik untuk dibaca semua agama dan golongan ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Dr. Yamin Hasibuan, Renungan Puasa, Ayat-Ayat Suci Al Quran”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

Sunday, June 28, 2015

THE 11TH DAY FASTING REFLECTION www.tematik2015.blogspot.com


THE 11TH DAY FASTING REFLECTION
Act of devotion of Fasting give us a chance to train ourselves with various Good Deeds, among other train to hold temper and bestow forgiveness.
The training better should always be done during the act of devotion of fasting for then it can be practiced in the following months.

Allah Said :

“So for their breaking of the covenant We cursed them and made their hearts hard. They distort words from their [proper] usages and have forgotten a portion of that of which they were reminded. And you (Muhammad) will still observe deceit among them, except a few of them. But PARDON THEM AND OVERLOOK THEIR MISDEEDS. INDEED, ALLAH LOVES THE DOERS OF GOOD”.[Al-Mā'idah 13]
Angry indeed is part of human nature. However, the Holy Quran teach us to be able to maintain and control it, and even forgiving as a charitable benevolence.

Allah Said :

“And hasten to forgiveness from your Lord and a garden as wide as the heavens and earth, prepared for the righteous......Who spend in the cause of Allah during ease and hardship and WHO RESTRAIN ANGER AND WHO PARDON THE PEOPLE. Allah loves the doers of good”.['Āli `Imrān 133-134]
“And the retribution for an evil act is an evil one like it, but WHOEVER PARDONS AND MAKES RECONCILIATION; HIS REWARD IS DUE FROM ALLAH. Indeed, He does not like wrongdoers”.[Ash-Shūraá 40]
It is written in the Holy Quran that bestow forgiveness is His very recomnend commands.Is also the obligation of those pious.

Allah Said :

"And whoever is patient and forgives - indeed, that is of the matters requiring determination”.[Ash-Shūraá 43]
Do exercise to hold anger and bestow forgiveness. Because as good deeds, to hold anger and bestow forgiveness will give opportunity to us to receive His Pardon.

Allah Said :

“And let not those of virtue among you and wealth swear not to give aid to their relatives and the needy and the emigrants for the cause of Allah , and LET THEM PARDON AND OVERLOOK. WOULD YOU NOT LIKE THAT ALLAH SHOULD FORGIVE YOU? AND ALLAH IS MIGHTY FORGIVING AND MIGHTY MERCIFUL”.[An-Noor 22]
“O you who have believed, indeed, among your wives and your children are enemies to you, so beware of them. BUT IF YOU PARDON AND OVERLOOK AND FORGIVE, THEN, INDEED, ALLAH IS MIGHTY FORGIVING AND MIGHTY MERCIFUL”.[At-Taghābun 14]
“If instead you show some good or conceal it or pardon an offense. Indeed, Allah is ever Mighty Pardoning and Mighty Competent”.[An-Nisā' 149]
We sure have the right to be angry. But for the sake of our charitable benevolence and avoid yourself from doing despotic against each other, then let we remove the right to be angry.

Allah Said :

"INDEED THE CAUSE IS ONLY AGAINST THE ONES WHO WRONG THE PEOPLE and tyrannize upon the earth without right. Those will have a painful punishment”.[Ash-Shūraá 42]
Mighty Right Allah with all His Words.

Allah Said :

“Rather, the Holy Quran is distinct verses preserved within the breasts of those who have been given knowledge. And none reject Our verses except the wrongdoers”.[Al-`Ankabūt 49]
May all of us can be the person who is able to hold his/her temper and always bestow forgiveness, as well as able to resume it continuously in the following months.
Aameen Yee Rabbal’alaameen
★ BLESSED ACT OF DEVOTION OF FASTING 
<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadits serta Artikel-Artikel Menarik. TIDAK BERPOLITIK, baik untuk dibaca semua agama dan golongan ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Dr. Yamin Hasibuan, Fasting Reflection, Ayat-Ayat Suci Al Quran”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

Saturday, June 27, 2015

RENUNGAN PUASA HARI KE-11 www.tematik2015.blogspot.com


RENUNGAN PUASA HARI KE-11
Ber-Ibadah Puasa memberi kita kesempatan untuk melatih diri dengan berbagai Amal Saleh, antara lain berlatih untuk menahan Amarah dan memberi Maaf.
Pelatihan sebaiknya dilakukan selama ber-ibadah Puasa untuk kemudian dapat diamalkan dibulan-bulan berikutnya.

Allah ber-Firman :

“Tetapi karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan Allah dari tempat-tempatnya, dan mereka sengaja melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka yang tidak berkhianat, maka MAAFKANLAH MEREKA DAN BIARKAN MEREKA, SESUNGGUHNYA ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BERBUAT BAIK”.[Al-Mā'idah 13]
Amarah memang merupakan bahagian dari fitrah manusia, namun Al-Quran mengajarkan kita untuk mampu menjaga serta mengendalikannya dan bahkan memaafkan sebagai sebuah amal kebajikan.

Allah ber-Firman :

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang ber-Taqwa,
Orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan......yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan ORANG-ORANG YANG MENAHAN AMARAHNYA DAN MEMAAFKAN KESALAHAN ORANG. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”.['Āli `Imrān 133-134]
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka BARANGSIAPA MEMAAFKAN DAN BERBUAT BAIK, MAKA PAHALANYA ATAS TANGGUNGAN ALLAH. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim”.[Ash-Shūraá 40]
Dalam Al-Quran tersurat bahwa memberi maaf adalah perintah-Nya yang sangat dianjurkan. Juga merupakan kewajiban orang-orang yang ber-Taqwa.

Allah ber-Firman :

"Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya perbuatan yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan”.[Ash-Shūraá 43]
Berlatihlah menahan amarah dan memberi maaf. Karena sebagai Amal Saleh, menahan amarah dan memberi maaf akan memberi peluang kepada kita untuk mendapatkan Ampunan-Nya.

Allah ber-Firman :

“Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kaum kerabatnya, orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan HENDAKLAH MEREKA MEMAAFKAN DAN BERLAPANG DADA. APAKAH KAMU TIDAK INGIN BAHWA ALLAH MENGAMPUNIMU? DAN ALLAH ADALAH MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG”.[An-Nūr 22]
“Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan JIKA KAMU MEMAAFKAN DAN TIDAK MEMARAHI SERTA MENGAMPUNI MEREKA, MAKA SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG”.[At-Taghābun 14]
“Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan orang lain, maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa”.[An-Nisā' 149]
Kita memang punya hak untuk marah. Tetapi demi amal kebajikan kita dan menghindar diri dari berbuat dzalim terhadap sesama, maka hendaknya hak marah itu kita lepaskan.

Allah ber-Firman :

"SESUNGGUHNYA DOSA ITU ATAS ORANG-ORANG YANG BERBUAT DZALIM KEPADA MANUSIA dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih”.[Ash-Shūraá 42]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim”.[Al-`Ankabūt 49]
Semoga kita dapat menjadi orang yang mampu menahan amarah dan selalu memberi maaf, serta dapat meneruskan amalan ini secara berkesinambungan di bulan-bulan berikutnya.
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★ SELAMAT BER-IBADAH PUASA ★

<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadits serta Artikel-Artikel Menarik. TIDAK BERPOLITIK, baik untuk dibaca semua agama dan golongan ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Dr. Yamin Hasibuan, Renungan Puasa, Ayat-Ayat Suci Al Quran”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

THE 10TH DAY FASTING REFLECTION www.tematik2015.blogspot.com


THE 10TH DAY FASTING REFLECTION
Act Fasting of devotion give us a chance to train ourselves with various Good Deeds, among other train not to be grievanced.

Allah Said :

“Indeed, mankind was created grievance moreever stingy: .....When evil touches him, he will be impatient,.....and when good touches him, he is very stingy”.[Al-Ma`ārij 19-21]
Those who are pious, when want to change his/her condition better, can be done with various means of action. It will usually reduce the habits of grievance.

Allah Said :

"And when they have nearly fulfilled their term, either retain them according to acceptable terms or part with them according to acceptable terms. And bring to witness two just men from among you and establish the testimony for the acceptance of Allah. That is instructed to whoever should believe in Allah and the Last day. And WHOEVER FEARS ALLAH, HE WILL MAKE FOR HIM A WAY OUT“.[Aţ-Ţalāq 2]
“And those who no longer expect menstruation among your women - if you doubt, then their period is three months, and also for those who have not menstruated. And for those who are pregnant, their term is until they give birth. And WHOEVER FEARS ALLAH, HE WILL MAKE FOR HIM OF HIS MATTER EASE”.[Aţ-Ţalāq 4]
Pessimistic attitude towards a problem, will bring up various complaints which precisely will add a new problem, namely like bad thought, or despair.

Allah Said :

“O my sons, go and find out about Joseph and his brother and DESPAIR NOT OF RELIEF FROM ALLAH. INDEED, NO ONE DESPAIRS OF RELIEF FROM ALLAH EXCEPT THE DISBELIEVING PEOPLE”.[Yūsuf 87]
“They said : "We have given you good tidings in truth, so do not be of the despairing”.[Al-Ĥijr 55]
Make the most use of this Fasting period, to train leaving the grievance habit. Just return all matters or incident to Him.

Allah Said :

“To Allah belongs whatever is in the heavens and whatever is on the earth. AND TO ALLAH WILL ALL MATTERS BE RETURNED”.['Āli `Imrān 109]
Essentially grievance is our indication not grateful to His favor. This is also a manifestation of the unsatisfactory feeling, and reflect as we do not accept His determination. Whereas, if only we are grateful, then we will be included to those who will be increased His favor.
Allah Said :
“And remember when your Lord proclaimed : 'IF YOU ARE GRATEFUL, I WILL SURELY INCREASE YOU IN FAVOR; BUT IF YOU DENY, INDEED, MY PUNISHMENT IS SEVERE.'~".['Ibrāhīm 7]
Therefore leave the grievance habit, when facing various matters through improvement of patience.

Allah Said :

“O' my son, establish prayer, enjoin what is right, forbid what is wrong, and BE PATIENT OVER WHAT BEFALLS YOU. INDEED, ALL THAT IS OF THE MATTERS REQUIRING DETERMINATION”.[Luqman 17]
Mighty Right Allah with all His Words.

Allah Said :

“This Holy Quran is notification for the people that they may be warned thereby and that they may know that He is but one God and that those of understanding will be reminded”.['Ibrāhīm 52]
May our Fast later able to make us as people who are no longer easily in Grievance, even being able to resume it continuously in the following months.
Aameen Yee Rabbal’alaameen
★ BLESSED ACT FASTING OF DEVOTION ★
<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadits serta Artikel-Artikel Menarik. TIDAK BERPOLITIK, baik untuk dibaca semua agama dan golongan ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Dr. Yamin Hasibuan, Fasting reflection, Ayat-Ayat Suci Al Quran”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

RENUNGAN PUASA HARI KE-10 www.tematik2015.blogspot.com


RENUNGAN PUASA HARI KE-10
Ber-Ibadah Puasa memberi kita kesempatan untuk melatih diri dengan berbagai Amal Saleh, antara lain berlatih untuk tidak ber-Keluh-Kesah.

Allah ber-Firman :

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.....Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,.....dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir”.[Al-Ma`ārij 19-21]
Orang-orang yang ber-Taqwa, bila berkeinginan merubah keadaannya menjadi lebih baik dapat dilakukannya dengan berbagai ikhtiar. Biasanya akan mengurangi kebiasaan ber-Keluh-Kesah.

Allah ber-Firman :

“Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang ber-Iman kepada Allah dan hari akhirat. BARANGSIAPA BER-TAQWA KEPADA ALLAH NISCAYA DIA AKAN MENGADAKAN BAGINYA JALAN KELUAR.[Aţ-Ţalāq 2]
“Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu tentang masa iddahnya, maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu pula perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan BARANGSIAPA YANG BER-TAQWA KEPADA ALLAH, NISCAYA ALLAH MENJADIKAN BAGINYA KEMUDAHAN DALAM URUSANNYA”.[Aţ-Ţalāq 4]
Sikap pesimis terhadap sebuah masalah, akan memunculkan berbagai keluhan yang justru akan menambah masalah baru, seperti berburuk sangka, atau putus asa.
Allah ber-Firman :
“Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan JANGAN KAMU BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH. SESUNGGUHNYA TIADA BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH, MELAINKAN KAUM YANG KAFIR”.[Yūsuf 87]
“Mereka menjawab : "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, MAKA JANGANLAH KAMU TERMASUK ORANG-ORANG YANG BER-PUTUS ASA”.[Al-Ĥijr 55]
Maanfaatkanlah masa ber-Puasa ini, untuk berlatih meninggalkan kebiasaan mengeluh. Kembalikanlah semua masalah atau kejadian kepada-Nya.

Allah ber-Firman :

“Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; DAN KEPADA ALLAH-LAH DIKEMBALIKAN SEGALA URUSAN”.['Āli `Imrān 109]
Mengeluh pada dasarnya merupakan indikasi kita tidak ber-syukur atas nikmat-Nya. Ini juga merupakan manifestasi dari rasa tidak puas, dan mencerminkan seolah kita tidak menerima ketetapan-Nya. Padahal bila saja kita bersyukur, maka kita akan termasuk golongan yang akan ditambah nikmat-Nya.

Allah ber-Firman :

“Dan ingatlah juga, tatkala Tuhanmu memaklumkan : "SESUNGGUHNYA JIKA KAMU BERSYUKUR, PASTI KAMI AKAN MENAMBAH NIKMAT KEPADAMU, DAN JIKA KAMU MENGINGKARI NIKMAT-KU, MAKA SESUNGGUHNYA AZAB-KU SANGAT PEDIH".['Ibrāhīm 7]
Karena itu tinggalkanlah kebiasaan mengeluh ketika sedang menghadapi berbagai masalah melalui peningkatan kesabaran.

Allah ber-Firman :

“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan BER-SABAR-LAH TERHADAP APA YANG MENIMPA KAMU. SESUNGGUHNYA YANG DEMIKIAN ITU TERMASUK HAL-HAL YANG DIWAJIBKAN OLEH ALLAH”.[Luqman 17]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“Al Quran ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran”.['Ibrāhīm 52]
Semoga puasa kita kelak mampu menjadikan kita orang yang tidak lagi mudah ber-Keluh-Kesah, bahkan mampu melanjutkannya secara istiqamah di bulan-bulan berikutnya.
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★ SELAMAT BER-IBADAH PUASA ★
<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadits serta Artikel-Artikel Menarik. TIDAK BERPOLITIK, baik untuk dibaca semua agama dan golongan ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Dr. Yamin Hasibuan, Renungan puasa, Ayat-Ayat Suci Al Quran”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

Friday, June 26, 2015

SEJARAH AWAL MULA TERJADINYA SYIRIK www.tematik2015,blogspot.com

   
Fitrah dasar awal penciptaan manusia adalah tauhid. Berdasarkan perintah Allah melalui lisan para Nabi dan Rasul-Nya:
Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Illah bagimu selain-Nya”(QS. Al-a’rof:59)
Demikianlah umat manusia berada di atas fitrah tersebut. Mereka semua berada di atas Dienul (agama) Islam, di atas Tauhid, ikhlash, fitrah, kebenaran dan istiqomah. Mereka adalah umat yang satu, di atas dien yang satu dan menyembah Rabb yang satu.
Mulai dari zaman bapak kita nabi Adam ‘alaihis salam hingga sebelum zaman Nabi Nuh ‘alaihis salam. Mereka berada di atas hidayah dan di atas syai’at yang haq karena pada saat itu mereka mengikuti ajaran nabi.

Syirik yang terjadi di kalangan kaum Nuh ‘alaihis salam karena sikap mereka yang berlebihan terhadap kuburan (syirik ardhi).

Demikianlah makar setan terhadap mereka dengan menghembuskan api perselisihan diantara mereka sehingga mereka meninggalkan ajaran rasul, memperdayakan mereka sehingga mengagungkan orang-orang yang sudah mati dan bermukim di kuburan-kuburan mereka. Kemudian setan memperdaya mereka sehingga membuat gambar dan patung orang-orang yang sudah mati itu. Ahirnya memperdaya mereka sehingga menyembah patung-patung tersebut. Orang-orang musyrik di kalangan kaum Nuh adalah kaum yang pertama kali melakukan kemusyrikan. Bentuk kemusyrikan yang pertama kali mereka lakukan adalah pengagungan orang-orang mati itulah syirik ardhi, syirik yang pertama kali terjadi di alam ini. Dan Nabi Nuh adalah Rasul pertama yang di utus kepada kaum musyrik tersebut.
Berkenaan dengan firman Allah Subhanahu Wata’ala:
Dan mereka berkata, ” jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd , dan jangan pula Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nashr.”
Imam Bukhori meriwayatkan dalam shahih-nya dari Ibnu Abbas sebagai berikut:
 berhala-berhala yang pertama kali ada di kalangan kaum Nabi Nuh:
1. Wadd: adalah milik kabilah Kalb di daerah Daumatul Jandal.
2. Suwa: adalah milik kabilah Hudzail sementara
3. Yaghuts: adalah milik kabilah Murad kemudian menjadi milik bani Ghuthaif di daerah Jauf.  
4. Ya’uq adalah milik kabilah Hamdan.
5. Nashr: adalah  milik kabilah Himyar dari keluarga Dzil Kala’.
Ke 5 orang tersebut adalah nama orang-orang saleh dari kaum Nuh. Jadi patung pertama yang dibuat adalah patung orang saleh. Ketika mereka mati, setan membisikkan kepada kaum mereka agar membuat patung di majelis yang biasa mereka adakan dan agar menamakannya patung tersebut dengan 5 nama-nama mereka. Merekapun melakukannya dan ketika itu patung-patung itu belum di sembah.
Ketika generasi mereka berakhir dan ilmu telah di lupakan ahirnya patung-patung itu di sembah.

Tatkala manusia telah menyembah berhala, menyembah thaghut dan terjerumus dalam kesesatan dan kekufuran, maka Allah mengutus Rasul pertama kepada penduduk bumi sebagai rahmat-Nya kepada mereka, rasul itu adalah Nuh ‘alaihis salam bin Yardah bin Mahil bin Qainan bin Anusy bin Syits bin Adam ‘alaihis salam.

Nuh ada kurang lebih sepuluh kurun sesudah Adam, mereka semua berada di atas dienul Islam, sebagaimana disebutkan dalam shahih Bukhori dari Ibnu Abbas: “ Nabi Nuh hidup di tengah kaumnya selama 950 tahun. Ia terus mengajak mereka beribadah kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan melarang mereka menyembah selain-Nya.”

Syirik dalam bentuk penyembahan bintang-bintang , matahari, bulan (syrik samawi) yang pertama kali terjadi di muka bumi di kalangan kaum Ibrahim ‘alaihis salam

Waktu demi waktu, perbuatan syirik dalam bentuk baru terbentuk dan telah menyebar di permukaan bumi berasal dari ajaran Ash Shabi’ah di Horran. Kaum musyrikin penyembah bintang-bintang, matahari, bulan di Kabul dan penyembah patung di Babilonia serta para Namrudz dan Fir’aun, penguasa bumi di Timur dan di Barat. Mereka adalah kaum musyrikin penyembah bintang-bintang dan merupakan syirik samawi setelah syirik ardhi yang dilakukan oleh kaum musyrikin penyembah kubur pada zaman Nabi Nuh.

Pada waktu itu penduduk bumi seluruhnya kafir kecuali nabi Ibrahim al Khalil ‘alaihis salam dan istrinya, Sarah serta anak sudaranya, Luth ‘alaihis salam. Maka Allah mengutus Rasul-Nya, imam oara hunafa’, bapak para nabi, penggaga smillah yang murni, Ibrahim Khalilurrahman dari tanah Babilonia, beliau adalah: Ibrahim bin Azar ­- dia adalah tarikh- bin Nahur bin Sarugh bin Raa’u bin Faligh bin ‘Anyar bin Syalikh bin Arfakhsyadz bin Saam bin Nuh ‘alaihis salam.
Pertama kali, dua jenis syirik (syirik ardhi dan syirik samawi) di kalangan bangsa arab dan bangsa lainnya terjadi pada kenabian Ibrahim, seterusnya di utus-Nya Rasulullah, sebagai penutup para nabi untuk untuk membawa umat ke Tauhid.  
Demikianlah secara silih berganti nabi-nabi dari kalangan Bani Israil diutus, yang terahir adalah Al-Masih Isa bin Maryam.

Tatkala pengutusan para nabi dan rasul terputus selama beberapa kurun secara otomatis kedua jenis syirik (syirik ardhi dan samawi) merajalela di atas muka bumi. Di kala itu bangsa Arab masih memegang teguh warisan bapak mereka. Hingga ketika Amru bin Luhaiy al Khuza’i mengunjungi negri Syam di Balqa’ menyembah berhala (mereka mengharapkan keuntungan dan menolak bala) melalui berhala tersebut. Ia pun membawa berhala seperti itu ke kota Makkah. Ketika itu pengelolaan Baitullah Al Haram berada di tangan Bani Khuza’ah. Dan dari oleh-oleh perjalanan yang membawa petaka itu, dialah yang pertama kali menyimpang dari millah Ibrahim. Ia memajang berhala-berhala di Baitullah Al Haram, dialah yang pertama kali mensyari’atkan 4 berhala:
1.      Bahirah
2.      As Saaibah
3.      Washilah dan
4.      Al Haam
Sejak itulah orang-orang Arab menyembah berhala-berhala. Berhala tertua adalah Manaat yang terletak di daerah pinggiran pantai di Qudeid antara Makkah dan Madinah, kemudian Al Latta di Thaif, yaitu batu persegi empat tempat orang-orang Arab menumbuk biji-biji gandum, kemudian al ‘Uzza terletak di Wadi Nakhlah setelah Asy Syaraai’ sebelah timur di luar kota Makkah.
Kemudian bermunculanlah berhala-berhala di jazirah Arab. Hingga setiap kabilah memiliki berhala tersendiri dalam bentuk pepohonan, bebatuan, kurma dan sebagainya. Hingga di sekeliling ka’bah terdapat 360 berhala. Bahkan setiap keluarga memiliki berhala di rumah mereka masing-masing.

Kemudian berhala-berhala ini menyebar di tengah-tengah manusia. Penyembahan api dan bintang di kalangan bangsa Persi, Majusi dan Ash Shaaibah serta umat-umat lainnya, di antara mereka ada yang menyembah air, ada yang menyembah hewan, dan ada pula yang menyembah malaikat.
Diantara mereka ada yang berkeyakinan bahwa pencipta ada dua. Mereka adalah Al Tsanawiyyah dari penganut agama Majusi. Mereka lebih sesat daripada kaum musyrikin Arab. Mereka menyembah cahaya, api, air, dan tanah. Demikian pula yang terjadi pada umat-umat yang lainnya, seperti Ash Shaaibah, Ad Dahriyyah, Al Falasifah, Al Malahidah, dan lain-lain. Imam Ibnu Qoyyim telah menjelaskan secara rinci tentang aliran-aliran mereka dan sesembahan-sesembahan mereka dalam kitab Ighatsalul Lahfan II/203-320.

Kepustakaan :
·            Al- Qur’anul ‘Azhim_Ibnu Katsier
·            Shahih Bukhori_ Imam Bukhori
·            Propaganda Sesat Penyatuan Agama_ Bakr bin Abdullah Abu Zaid


RENUNGAN PUASA HARI KE-9 www.tematik2015.blogspot.com


RENUNGAN JUMAT PUASA HARI KE-9
Kita semua tentu sudah mengetahui bahwa Al-Quran adalah pedoman & petunjuk bagi kita dalam mengisi kehidupan didunia ini.

Allah ber-Firman :

“Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini".[Al-Jāthiyah 20]

Kita juga mengetahui bahwa kehidupan didunia ini hanyalah sementara yang akan berakhir dengan kematian dan kita akan memasuki kehidupan selanjutnya.

Allah ber-Firman :

“Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal”.[Al-Mu'min 39]

Sebagai orang yang ber-iman pada kehidupan akhirat, kita tahu bahwa merupakan ahlak yang tinggi bagi kita untuk selalu ingat akan kehidupan akhirat.
Allah ber-Firman :
"Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan menganugerahkan kepada mereka akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan manusia kepada negeri akhirat”.[Şād 46]

Kitapun pasti mengetahui bahwa semua perbuatan kita selama di-dunia ini akan menjadi tanggung jawab kita sendiri.

Allah ber-Firman :

“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,....kecuali golongan kanan”.[Al-Muddaththir 38-39]
“Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam ke-Imanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. TIAP-TIAP MANUSIA TERIKAT DENGAN APA YANG DIKERJAKANNYA”.[Aţ-Ţūr 21]

Oleh sebab itu ingatlah selalu akan kehidupan akhirat, dan janganlah terlena pada kehidupan dunia ini agar kita tidak termasuk sebagai orang yang merugi.

Allah ber-Firman :

“Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.....Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.....Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi”.[An-Naĥl 107-109]
Kehidupan didunia ini adalah satu-satunya peluang untuk mengerjakan amal-amal yang shaleh, karena tidak akan ada lagi peluang yang kedua.

Allah ber-Firman :

“Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, mereka berkata : "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia, kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”.[As-Sajdah 12]

Kehidupan di dunia ini ibarat masa bercocok tanam yang masa panennya adalah di akhirat kelak, sebab itu manfaatkanlah waktu yang tersedia secara maksimal.
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan,......Kekal mereka di dalamnya; sebagai janji Allah yang benar. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.[Luqman 8-9]

Semoga kita semua dapat mengisi kehidupan ini sesuai dengan semua aturan-Nya yang termaktub dalam Al-Quran sebagai bekal bagi kehidupan selanjutnya.
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin

<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadits serta Artikel-Artikel Menarik. TIDAK BERPOLITIK, baik untuk dibaca semua agama dan golongan ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Dr. Yamin Hasibuan, Renungan Puasa, Ayat-Ayat Suci Al Quran”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”