Monday, March 30, 2015

MENSYUKURI NIKMAT & MENIKMATI SYUKUR www.tematik2015.blogspot.com


MENSYUKURI NIKMAT & MENIKMATI SYUKUR
Bila ada pertanyaan: “Apakah saat ini kita sudah merasa berkecukupan”, maka kira-kira akan seperti apa jawaban kita?
Seseorang yang ber-Iman akan selalu ber-Syukur atas apapun yang diperoleh dari usaha kerasnya, meski kadang ia kecewa karena tidak seperti apa yang diharapkannya, namun ia meyakini bahwa hal itu pastilah yang terbaik baginya.

Allah ber-Firman :

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. BOLEH JADI KAMU MEMBENCI SESUATU, PADAHAL IA AMAT BAIK BAGIMU, DAN BOLEH JADI PULA KAMU MENYUKAI SESUATU, PADAHAL IA AMAT BURUK BAGIMU; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.[Al-Baqarah 216]
Namun masih banyak orang yang kurang mensyukuri nikmat-Nya, apalagi bila hasil atas usahanya tidak seperti yang diinginkannya.

Allah ber-Firman :

“Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai kurnia yang besar yang diberikan-Nya kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri-nya”.[An-Naml 73]
“Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. SESUNGGUHNYA ALLAH BENAR-BENAR MEMPUNYAI KARUNIA YANG DILIMPAHKAN ATAS MANUSIA, AKAN TETAPI KEBANYAKAN MANUSIA TIDAK BER-SYUKUR”.[Al-Mu'min 61]
Pada dasarnya kebahagiaan adalah bila kita mampu ber-syukur dalam situasi dan kondisi apapun.
● Kita tidak akan pernah merasa bahagia, sebab sesuatu itu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
● Kita tidak akan merasa bahagia bila hanya selalu memikirkan apa yang belum dimiliki, namun mengabaikan apa yang telah dimiliki tanpa rasa syukur.

Allah ber-Firman :

“Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu lagi, SESUNGGUHNYA MANUSIA ITU, BENAR-BENAR SANGAT MENGINGKARI NIKMAT”.[Al-Ĥaj 66]
“Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan risalah. Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, niscaya mereka ingkar, karena SESUNGGUHNYA MANUSIA ITU AMAT INGKAR KEPADA NIKMAT”.[Ash-Shūraá 48]
Orang ber-Iman akan selalu mensyukuri nikmat-Nya, karena ia tahu akibatnya bila ber-Syukur, dan iapun tahu akibatnya bila lalai ber-Syukur.

Allah ber-Firman :

“Dan ingatlah juga, tatkala Tuhanmu memaklumkan : "Sesungguhnya jika kamu ber-syukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.[Ibrahim 7]
Oleh sebab itu jadilah manusia yang mampu mensyukuri segala nikmat serta dapat menikmati rasa syukur itu.

Allah ber-Firman :

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan pula kepadanya pahala akhirat itu. Dan KAMI AKAN MEMBERI BALASAN KEPADA ORANG-ORANG YANG BER-SYUKUR”.['Āli `Imrān 145]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan hati orang-orang yang telah ber-Iman, dan menjadi Petunjuk serta Kabar Gembira bagi orang-orang yang Berserah Diri kepada Allah".[An-Naĥl 102]

Semoga kita semua selalu mensyukuri segala Nikmat-Nya sekecil apapun itu.
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
* SELAMAT BER-IBADAH *
<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadist serta Artikel-Artikel Menarik ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Artikel, Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran ”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

BER-TAUBAT SELAGI MASIH BER-NAPAS www.tematik2015.blogspot.com

BER-TAUBAT SELAGI MASIH BER-NAPAS
Al-Quran menegaskan agar kita segera ber-Taubat, karena Allah senantiasa akan memberi Ampunan dan menerima Taubat hamba-hamba-Nya.

Allah ber-Firman :

“Tetapi orang yang berlaku zalim, kemudian ditukarnya kezalimannya dengan kebaikan Allah akan mengampuninya; maka SESUNGGUHNYA AKU MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG”.[An-Naml 11]
“Dan Dialah yang menerima Taubat dari hamba-hamba-Nya dan Memaafkan Kesalahan-Kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,.....dan Dia memperkenankan doa orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah pahala kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras”.[Ash-Shūraá 25-26]
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang orang yang tidak bersalah, karena membela orang-orang yang khianat,.....dan Mohonlah Ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.[An- Nisā' 105-106]
Oleh sebab itu ber-Taubatlah sesegera mungkin selagi masih ber-Napas.

Allah ber-Firman :

“Katakanlah kepada wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan BER-TAUBATLAH KAMU SEKALIAN KEPADA ALLAH, HAI ORANG-ORANG YANG BER-IMAN SUPAYA KAMU BER-UNTUNG”.[An-Nūr 31]
Sebaik-baiknya manusia adalah yang mengerjakan kesalahan namun ia ter-Sadar & langsung ber-Taubat.

Allah ber-Firman :

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia Mohon Ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.[An-Nisā' 110]
Dan setelah itu ber-Janji-lah untuk tidak mengulangi kembali segala perbuatan yang terlarang.

Allah ber-Firman :

“Apabila orang-orang yang ber-Iman kepada Ayat-Ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: "Salaamun Alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, yaitu bahwasanya BARANGSIAPA YANG BERBUAT KEJAHATAN DIANTARA KAMU LANTARAN KEJAHILAN, KEMUDIAN IA BER-TAUBAT SETELAH MENGERJAKANNYA DAN MENGADAKAN PERBAIKAN, MAKA SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG".[Al-'An`ām 54]
Malaikat sebagai mahluk yang suci yang tiada henti tiada jemu senantiasa ber-Tasbih kepada-Nya dan selalu mendoakan kebaikan bagi orang-orang yang ber-Taubat.

Allah ber-Firman :

"Malaikat-malaikat yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya ber-Tasbih memuji Tuhannya dan mereka ber-Iman kepada-Nya serta memintakan Ampun bagi orang-orang yang ber-Iman seraya mengucapkan : "Ya Tuhan kami, Rahmat dan Ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah Ampunan kepada orang-orang yang ber-Taubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,.....Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang Saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,.....dan peliharalah mereka dari balasan kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari pembalasan kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan Rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar".[Al-Mu'min 7-9]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

"Demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Quran, supaya jelas jalan orang-orang yang Saleh, dan supaya jelas pula jalan orang-orang yang ber-Dosa”.[Al-An’aam 55]
Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk senantiasa memohon ampunan-Nya atas segala kesalahan & kekhilafan kita.
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
* SELAMAT BER-IBADAH *
<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadist serta Artikel-Artikel Menarik ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Beratubat, Ayat-Ayat Suci Al Quran "<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

Saturday, March 28, 2015

KIAT MENGHADAPI UJIAN www.tematik2015.blogspot.com

KIAT MENGHADAPI UJIAN
Al-Quran menerangkan bahwa dalam kehidupan ini akan ada berbagai Ujian atau Cobaan yang datang silih berganti, namun hadapilah semua itu dengan hati yang tenteram.

Allah ber-Firman :

"Apakah Manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: "Kami telah ber-Iman", sedang mereka tidak diuji lagi?".[Al-Ankaabut 2]
"Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan".[Al-Baqarah 155]
Ujian tidak akan selalu dalam bentuk bencana saja, sebab kenikmatanpun merupakan bentuk lain dari sebuah ujian.

Allah ber-Firman :

"Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan yang sebenar-benarnya”.[Al-Anbiyaa 35]
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada dibumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah diantara mereka yang terbaik perbuatannya”.[Al-Kahfi 7]
Pada hakikatnya ujian adalah jalan untuk menempatkan kita pada posisi kemuliaan yaitu menjadi manusia ber-Taqwa, sebab itu segala bentuk ujian merupakan sebuah pembelajaran agar kita selalu menjaga harkat sebagai manusia beriman.

Allah ber-Firman :

"Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan nikmat yang baik-baik dan bencana yang buruk-buruk, agar mereka kembali kepada kebenaran".[Al-'A`rāf 168]
“Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,....Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia meng-Uji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik Amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.[Al-Mulk 1-2]
Peliharalah ketenteraman hati dikala menghadapi segala bentuk ujian, karena semua itu pasti akan sebatas kesanggupan kita.

Allah ber-Firman :

“ALLAH TIDAK MEMBEBANI SESEORANG MELAINKAN SESUAI DENGAN KESANGGUPANNYA. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya. Mereka berdoa : "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah". "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami". "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir"”.[Al-Baqarah 286]
Sebab itu senantiasalah ber-Dzikir untuk mengingat-Nya agar hati kita akan selalu tenteram ketika menghadapi berbagai Ujian.

Allah ber-Firman :

“Orang-orang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?" Katakanlah : "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya",.....yaitu orang-orang yang ber-Iman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”.[Ar-Ra`d 27-28]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

"Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?".[Al-'Anbyā' 10]
Semoga Hati kita semua akan selalu tenteram ketika menghadapi berbagai bentuk Ujian sebagai wujud dari ke-Iman-an kita.
Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin
* SELAMAT BER-IBADAH *
<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadist serta Artikel-Artikel Menarik ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Artikel, Ayat-Ayat Suci Al Quran”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

RENUNGAN JUMAT www.tematik2015.blogspot.com


RENUNGAN JUMAT
Renungan Jumat ini membahas isi kandungan Al-Quran yang pada hakikatnya semua itu bermuara pada status & derajat kita dikehidupan selanjutnya.

Allah ber-Firman :

“DAN BAGI MEREKA MASING-MASING DERAJAT MENURUT APA YANG TELAH MEREKA KERJAKAN dan agar Allah mencukupkan bagi mereka balasan pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan”.[Al-'Aĥqāf 19]
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,.....dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan kepadanya”.[An-Najm 39-40]

Maka pahamilah serta amalkan semua Firman-Nya yang tersurat didalam Al-Quran sebagai wujud atas ke-Iman-an & ke-Taqwa-an.

Allah ber-Firman :

“Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam Al-Quran itu terdapat Rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang yang ber-Iman”.[Al-`Ankabūt 51]
“Al-Quran ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang ber-Taqwa”.[Ali-Imran 138]

Namun tidak semua orang yang menyadari akan hal ini, banyak yang lebih asyik dengan kesibukan & gemerlapnya Kehidupan Dunia yang Fana ini.

Allah ber-Firman :

“Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu hai manusia mencintai Kehidupan Dunia,.....dan meninggalkan Kehidupan Akhirat”.[Al- Qiyāmah 20-21]
“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih Kehidupan Duniawi,.....sedang Kehidupan Akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”.[Al-'A`lá 16-17]

Padahal mereka semua mengetahui bahwa Kehidupan yang sebenarnya adalah Kehidupan Akhirat.

Allah ber-Firman :

“Hai kaumku, sesungguhnya Kehidupan Dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya Akhirat itulah negeri yang kekal”.[Al-Mu'min 39]

Semua perbuatan pasti akan tercatat dan masing-masing diri akan mempertanggung jawabkan apa yang telah diperbuatnya selama hidup didunia.
Allah ber-Firman :
“Apakah manusia mengira mereka akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggung jawaban?”.[Al-Qiyamah 36]

Sebab itu upayakanlah untuk meningkatkan amal-amal yang shaleh sebagai bekal dikehidupan selanjutnya selagi nafas belum berhenti dan agar supaya tidak ada penyesalan.

Allah ber-Firman :

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguh-kan kematian seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan”.[Al-Munāfiqūn 11]
“Dia mengatakan : "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan Amal Saleh untuk hidupku ini”.[Al-Fajr 24]

Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan Ayat-Ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh Kehidupan Dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk ber-Taubat”.[Al-Jāthiyah 35]

Semoga Renungan Jumat ini bermanfaat agar kita semua dapat mengerjakan Amal-Amal yang Saleh sebagai bekal kita dikehidupan selanjutnya.
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin.[BRH]
* SELAMAT BER-IBADAH *
<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadist serta Artikel-Artikel Menarik ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Artikel”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

Friday, March 27, 2015

ORANG YANG BERSIH TAK AKAN PERNAH SEDIH www.tematik2015.blogsot.com


ORANG YANG BERSIH TAK AKAN PERNAH SEDIH

Hanya orang yang kehidupannya bersih dari yang terlarang yang tak akan pernah sedih dengan musibah dan tidak pernah pusing dengan ujian.
Orang-orang sebelum kita bisa dibaca sebagai bukti. Para sahabat dan ulama lampau adalah mereka yang berat ujian dan besar musibahnya, tapi mereka mampu menjalaninya dengan kekokohan jiwa.
Mengapa? Perut mereka sepi dari barang haram, darah dan daging tubuhnya tumbuh dari yang halal dan baik. Kita harus meneladani mereka dengan memulai membersihkan diri dengan istighfar dan berzakat, infaq dan shadaqah.

Thursday, March 26, 2015

HIKMAHNYA BERBAGI www.tematik2015.blogspot.com


HIKMAHNYA BERBAGI
Sungguh beruntung bila kita mempunyai kesempatan untuk berbagi pada sesama atas sebagian harta & kekayaan yang telah dijadikan-Nya kita menguasai dan memiliki-nya.
Apalagi bila hal itu dilakukan semata-mata hanya mengharap Ridha-Nya, sebab selain dari keberkahan untuk mendapatkan Pahala & Ampunan-Nya, juga akan merupakan penyubur kebaikan serta pelipat ganda rezeki.

Allah ber-Firman :

"Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui”.[Al-Baqarah 261]
Al-Quran juga menerangkan bahwa Shadaqah itu akan dapat memberikan beberapa manfaat lainnya, seperti :
● Kebajikan yang sempurna

Allah ber-Firman :

"KAMU SEKALI-KALI TIDAK SAMPAI KEPADA KEBAJIKAN YANG SEMPURNA, SEBELUM KAMU MENAFKAHKAN SEBAHAGIAN HARTA YANG KAMU CINTAI. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”.['Āli `Imrān 92]
● Balasan berlipat
Allah ber-Firman :
"SIAPAKAH YANG MAU MEMBERI PINJAMAN KEPADA ALLAH, PINJAMAN YANG BAIK (menafkahkan hartanya di jalan Allah), MAKA ALLAH AKAN MELIPAT GANDAKAN PEMBAYARAN KEPADANYA DENGAN LIPAT GANDA YANG BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan rezeki dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan".[Al-Baqarah 245]
● Jalan yang mudah

Allah ber-Firman :

"Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan ber-Taqwa,.....dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),.....maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah”.[Al-Layl 5-7]
● Pahala
Allah ber-Firman :
"Ber-Imanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan Nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang ber-Iman diantara kamu dan menafkahkan sebagian dari hartanya memperoleh Pahala yang besar”.[Al-Ĥadīd 7]
● Ampunan

Allah ber-Firman :

"Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan pembalasannya kepadamu dan meng-Ampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun”.[At-Taghābun 17]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

"Ini adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan Berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran".[Shaad 29]
Semoga kita semuanya termasuk orang-orang yang dapat merasakan Hikmahnya Berbagi pada sesama.
Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin
* SELAMAT BER-IBADAH *
<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadist serta Artikel-Artikel Menarik ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=”Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quan”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

SYARAT DITERIMANYA AMALAN www.tematik2015.blogspot.com

Sumber: Al Quran Cordoba Tipe Multazam
Tema Utama: Aqidah
Tema: SYARAT DITERIMANYA AMALAN

Alllah ber-Firman:

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti  kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia menyekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya. (QS Al-Kahf, 18:110)

Hadits Nabawi:
Dari Syaddad bin Aus Ra, dia berkata. “Sesungguhnya Rasulullah SAW, pernah menangis, lalu ditanyakan kepadanya, ‘Apa yang membuatengkau menangis?’ Lalu beliau menjawab, ‘Aku sangat khawatir sekiranya umatku tertimpa kesyirikan dan syahwat yang tersembunyi’. Lalu akupun bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah umatmu akan melakukan kesyirikan setelah Anda?’ Beliau SAW menjawab, ‘Ya’, namun mereka tidak menyembah matahari, bulan, batu, atau berhala, tetapi mereka melakukan ‘riya’ dengan amalan- amalan mereka dan syahwat yang tersembunyi. Boleh jadi pagi harinya dalam keadaan saum, namun nafsu syahwat merintanginya sehinga dia meningalkan saumnya”. (HR Ahmad, Musnadul Imam Ahmad bin Hambal, Tahqiq: Syu’aib Al-Arnaut, Jilid 28, No Hadits 17120:346)


<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadist serta Artikel-Artikel Menarik ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Tematik Aqidah, Al-Kahf, Hadits Nabawi”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

Tuesday, March 24, 2015

APAKAH ALLAH MENCINTAI KITA..?? www.tematik2015.blogspot.com

APAKAH ALLAH MENCINTAI KITA..??
Pernahkah kita ber-tanya :
"Apakah Allah mencintaiku..?"
Pertanyaan ini mengusikku.
Teringat aku, bahwa kecintaan Allah Ta'ala kepada hamba-hamba-Nya muncul karena beberapa sebab dan keadaan yg tersurat didalam Al Quran.
Aku coba meng-ingat-ingat untuk mengenali diriku terhadapNya, dan mendapatkan jawaban dari pertanyaanku diatas.
★Aku temukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yg ber-Taqwa", dan aku tidak berani menganggap diriku ini bagian dari mereka.
Siapakah orang-orang ber-Taqwa yang tersurat dalam Al Quran ?

Allah ber-Firman :

"Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang ber-Taqwa,.....yaitu mereka yang ber-Iman kepada yang Ghaib, yang mendirikan Shalat, dan menafkahkan sebahagian Rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka".[Al-Baqarah 2-3]
"Di antara Ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: "tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui......Bukan demikian, sebenarnya siapa yang Menepati Janji yang dibuat-nya dan ber-Taqwa, maka SESUNGGUHNYA ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BER-TAQWA".['Āli `Imrān 75-76]
★Aku temukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yg Sabar", maka aku teringat akan tipisnya kesabaranku... Siapakah orang-orang Sabar yang tersurat dalam Al Quran ?

Allah ber-Firman :

"Hai orang-orang yang ber-Iman, jadikanlah Sabar dan Shalat sebagai Penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang Sabar".[Al-Baqarah 153]
"Dan orang-orang yang Sabar karena mencari ke-Ridhaan Tuhannya, mendirikan Shalat, dan menafkahkan sebagian Rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan yang baik,.....yaitu Surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang Saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu".[Ar-Ra`d 22-23]
★Aku temukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yang ber-Jihad", maka aku pun tersadar akan kemalasanku dan rendahnya perjuanganku...
Siapakah orang-orang ber-Jihad yang tersurat dalam Al Quran ?

Allah ber-Firman :

"Orang-orang yang ber-Iman dan ber-Hijrah serta ber-Jihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan".[At-Tawbah 20]
"Dan orang-orang yang ber-Jihad untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang Berbuat Baik".[Al-`Ankabūt 69]
"Dan ber-Jihadlah kamu pada jalan Allah dengan Jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. Ikutilah agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu, dan begitu pula dalam Al Quran ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah Sembahyang, tunaikanlah Zakat dan berpeganglah kamu pada Tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong".[Al-Ĥaj 78]
★Aku temukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yg berbuat Baik" dan sungguhkah diriku ini ber-sifat demikian...
Siapakah orang-orang berbuat Baik yang ter-surat dalam Al Quran ?

Allah ber-Firman :

"Dan belanjakanlah harta bendamu di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan BERBUAT BAIK-LAH, KARENA SESUNGGUHNYA ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BERBUAT BAIK".[Al-Baqarah 195]
"Hai orang-orang yang ber-Iman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang ALLAH MENCINTAI MEREKA DAN MEREKAPUN MENCINTAI-NYA, YANG BERSIKAP LEMAH LEMBUT TERHADAP ORANG YANG MUKMIN, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas pemberian-Nya, lagi Maha Mengetahui".[Al-Mā'idah 54]
"Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang ber-Iman dan Berbuat Baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya".[Al-Baqarah 25]
★Aku tenemukan bahwa Allah mencintai "orang-orang yg berlaku Adil" dan meragukan apakah aku termasuk mereka...
Siapakah orang-orang berlaku Adil yang ter-surat dalam Al Quran ?

Allah ber-Firman :

"Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang ber-Iman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; SESUNGGUHNYA ALLAH MENCINTAI ORANG-ORANG YANG BERLAKU ADIL"[Al-Ĥujurāt 9]
Ketika aku berhenti sejenak untuk mengevaluasi pengamatanku....
Aku takut bahwa aku tidak menemukan sesuatu pun didalam diriku yg dapat menyebabkan Allah mencintaiku...
Aku periksa amal-amalku...maka sungguh banyak sekali dididalamnya bercampur dengan kelemahan (futur), kotoran-kotoran dan dosa-dosa.
Seketika itu aku teringat firman Allah Ta'ala.

Allah ber-Firman :

"Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian ber-Taubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih".[Hud 90]
"Katakanlah: "Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".['Āli `Imrān 31]
“Dan DIALAH YANG MENERIMA TAUBAT DARI HAMBA-HAMBA-NYA DAN MEMAAFKAN KESALAHAN-KESALAHANNYA dan mengetahui apa yang kamu kerjakan, .....dan DIA MEMPERKENANKAN DOA ORANG-ORANG YANG BER-IMAN SERTA MENGERJAKAN AMAL YANG SALEH dan menambah pahala kepada mereka dari Karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras”.[Asy-Syura 25-26]
Seakan-akan aku menjadi faham bahwa ayat itu adalah untuk diriku dan orang-orang yg sepertiku maka aku pun bergumam :
★Astaghfirullah wa Atuubu ilaihi...
yang ber-Makna :
'Aku memohon ampunan Allah dan aku bertaubat kepada-Nya'.
★Astaghfirullah wa Atuubu ilaihi...
★Astaghfirullah wa Atuubu ilaihi...
Hanya dengan memohon kepada Allah-lah kita akan memperoleh pertolongan-Nya, setelah kita penuhi Hak-Nya.

Allah ber-Firman :

"Dan Tuhanmu berfirman: “BERDOALAH KEPADA-KU, NISCAYA AKAN KU-PERKENANKAN BAGIMU. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.[Al-Mu’min 60]
“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu selain dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin ber-Tawakkal”.[Ali-Imran 160]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

"Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi ALLAH MENJADIKAN KAMU "CINTA" KEPADA KE-IMAN-AN DAN MENJADIKAN KE-IMAN-AN ITU INDAH DI DALAM HATIMU SERTA MENJADIKAN KAMU BENCI KEPADA KE-KAFIR-AN, KE-FASIK-AN, DAN KE-DURHAKA-AN. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,....sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".[Al-Ĥujurāt 7-8]
Mudah-mudahan kita, termasuk aku, bisa masuk didalam golongan orang-orang yg dicintai-Nya.
Semoga Allah melimpahkan banyak kebaikan, ketaatan dan kebahagiaan buat kita semua.
Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin.[IAH]
* SELAMAT BER-IBADAH *
<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadist serta Artikel-Artikel Menarik ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Artikel, Ayat-Ayat Suci Al Quran”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

LAKSANAKAN PERINTAH-NYA YANG TER-SURAT DALAM AL-QURAN www.tematik2015.blogspot.com


LAKSANAKAN PERINTAH-NYA YANG TER-SURAT DALAM AL-QURAN
Bila kita meyakini akan kewajiban ber-Iman kepada Al-Quran, maka sudah seharusnya kita meyakini bahwa semua Ayat-Ayat Al-Quran itu berisikan Perintah-Nya.

Allah ber-Firman :

"Dan orang-orang yang mendustakan Ayat-Ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya".[Al-A'raaf 36]
Bila kita meyakini bahwa Ayat-Ayat Al-Quran merupakan Perintah-Nya, maka kita juga harus meyakini bahwa Shalat Tahajud adalah termasuk didalamnya.

Allah ber-Firman :

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”.[Al-Israa 79]
"Hai orang yang berselimut (Muhammad),......bangunlah untuk sembahyang di malam hari, kecuali sedikit daripadanya,.......yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit”.[Al-Muzzammil 1-3]
Shalat Tahajud adalah kebiasaan orang-orang yang Shaleh, dan sebaik-baik manusia adalah yang melaksanakan Shalat Tahajud secara Istiqamah.

Allah ber-Firman :

"Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada azab akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah : "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran".[Az-Zumar 9]
Waktu-waktu malam mereka banyak digunakan untuk ber-Munajat kepada-Nya, terutama ketika di sepertiga malam terakhir.

Allah ber-Firman :

"Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam.....Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar”.[Adh-Dhāriyāt 17-18]
"Dan orang yang melalui malam hari dengan ber-Sujud dan berdiri untuk Tuhan mereka".[Al-Furqan 64]
☆Rasulullah s.a.w ber-sabda :
'Pada waktu malam ada satu waktu, seandainya seseorang meminta suatu kebaikan di-dunia maupun di-akhirat, niscaya Allah akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.
Allah akan turun ke langit dunia setiap malam yaitu pada sepertiga malam yang terakhir, seraya ber-firman : "Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, maka aku akan menerima permintaannya dan siapa yang meminta ampunan dari-Ku maka Aku akan mengampuni-nya" '.

Allah ber-Firman :

"SESUNGGUHNYA TUHANMU MENGETAHUI BAHWASANYA KAMU BERDIRI SEMBAHYANG KURANG DARI DUA PERTIGA MALAM, ATAU SEPERDUA MALAM ATAU SEPERTIGANYA dan demikian pula segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah bagimu dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh balasan-nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan MOHONLAH AMPUNAN KEPADA ALLAH; SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG”.[Al-Muzzammil 20]
Sebab itu biasakanlah selalu bangun setiap malam serta ber-munajat kepada-Nya seraya memohon ampunan serta kebaikan di-dunia dan di-akhirat.

Allah ber-Firman :

"Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat untuk khusyu' dan bacaan di waktu itu lebih berkesan".[Al-Muzzammil 6]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

"Al Quran ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang ber-Taqwa".['Āli `Imrān 138]
Semoga kita semua mampu menjalankan semua perintah-Nya yang tersurat dalam Al-Quran, demi kebahagiaan kita baik di-Dunia maupun di-Akhirat kelak.
Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin
* SELAMAT BER-IBADAH *
<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadist serta Artikel-Artikel Menarik ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Ayat-Ayat Suci Al Quran"<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

Monday, March 23, 2015

TANDA - TANDA ORANG MUNAFIK www.tematik2015.blogspot.com

Sumber: Al Quran Cordoba Multazam dan Sumber Lain.

Al Quran Cordoba Multazam
Tema Utama: Aqidah
Tema: TANDA-TANDA ORANG MUNAFIK

Allah ber-Firman:

Dan di antara manusia ada yang berkata, "Kami beriman kepada Allah dan hari akhir", pada hal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang-orang yang beriman (QS Al-Baqarah, 2:8)

Allah ber-Firman

Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari (QS Al-Baqarah 2:9)

Hadits Nabawi
Dari Abu Sa’id, iaberkata, Rasulullah SAW bersabda,”Hati  itu ada empat macam. Pertama, hati yang bersih, ia seperti  lentera yang bercahaya. Kedua, hati yang tertutup, ia terikat dengan tutupnya. Ketiga, hati yang sakit, dan Keempat hati yang terbalik. Adapun hati yang bersih adalah hati orang yang beriman, ia seperti  lentera yang bercahaya. Hati yang tertutup adalah hati orang kafir. Hati yang sakit adalah hati orang yang munafik, ia mengetahui yang baik, namun mengikari. Dan hati yang terbalik adalah hati yang di dalamnya ada iman dan nifak. Contoh keimanan adalah seperti  tanah yang dapat memberikan air yang bersih, sedangkan nifak adalah seperti  bisul, di dalamnya hanya ada nanah dan darah. Maka di antara keduanya yang paling kuat akan menghilangkan yang lainnya”.
(HR Ahmad). (Ibn Kasir, Tafsirul Quranil Azimi, jilid 1, 1421 H/2000M:305)


Sumber Lain

ShafiqolbuSAMPAIKANLAH WALAUPUN HANYA SATU AYAT !


Banyak perkara yang boleh menjerumuskan seseorang ke dalam sifat kemunafikan. Antaranya, berikut disenaraikan 50 ciri dan tanda orang munafiq tersebut:

1. Lupa Kepada Allah SWT
Orang-oang munafiq sering mengingati sesuatu kecuali Allah SWT. Dalam fikiran dan batin mereka tidak pernah terlintas untuk mengingat (zikir) Allah SWT, kecuali sebagai suatu helah penipuan sahaja.

2. Mempercepat Solat Agar Segera Selesai
Mereka (orang2 munafik) adalah orang yang mempercepatkan solat tanpa ada rasa khusyuk sedikit pun. Tidak ada ketenangan dalam mengerjakannya, dan hanya sedikit mengingat Allah SWT di dalamnya. Fikiran dan hatinya tidak menyatu. Dia tidak menghadirkan keagungan, kehebatan, dan kebesaran Allah SWT dalam solatnya.
Hadis Nabi SAW:  “Itulah solat orang munafik…lalu mempercepat empat rakaat (solatnya).” 

3. Malas Beribadah Kepada Allah SWT
Firman Allah SWT:  “…Dan apabila mereka berdiri untuk solat, mereka berdiri dengan malas…”  (An-Nisa’: 142)
Jika orang munafik pergi ke masjid/surau, dia menyeret kakinya seakan-akan terbelenggu rantai. Oleh kerana itu, ketika sampai di dalam masjid/surau dia memilih duduk di shaf yang paling akhir. Dia tidak mengetahui apa yang dibaca imam dalam solat, apa lagi untuk menyemak dan menghayatinya.

4. Melalaikan Solat Fardu
Firman Allah SWT:  “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang solat, (iaitu) orang-orang yang lalai dari solatnya.” (SurahAl-Ma’un : ayat 4-5)

5 Meninggalkan Solat Jumaat
Rasulullah SAW ketika baginda sedang berkhutbah di atas mimbar, sabdanya:
“Hendaklah orang-orang yang suka meninggalkan Jumaat menghentikan perbuatan mereka itu, atau adakah mereka mahu Allah membutakan hati mereka dan sesudah itu mereka betul-betul menjadi orang yang lalai?” (Hadis Riwayat  Muslim r.a.)

6. Meninggalkan Solat Berjemaah
Apabila seseorang itu segar, kuat, mempunyai waktu terluang dan tidak memiliki uzur syari’i, namun tidak mahu mendatangi masjid/surau ketika mendengar panggilan azan, maka saksikanlah dia sebagai orang munafik.

7. Menghina Nabi dan Sahabat Rasullullah SAW
Termasuk dalam kategori Istihzaa’ (berolok-olok) adalah mempersendakan hal2 yang disunnah Rasulullah SAW dan amalan-amalan lainnya. Orang yang suka memperolok-olok dengan sengaja hal-hal seperti itu, Jatuh Kafir.
Firman Allah SWT:  “…Katakanlah: ‘Apakah dengan Allah SWT, Ayat-Ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, kerana kamu kafir sesudah beriman…”  (At-Taubah: 65-66)

8. Mengubah Dan Menyalahguna Ayat-Ayat Allah
Menggunakan dalil dan ayat Al-Quran untuk kepentingan diri semata-mata. Menjadi perosak agama di atas nama agama.

9. Mempersenda Kesucian Agama
Perbuatan mempersenda kesucian Allah dan agama Islam adalah suatu yang amat dibenci dan dilarang dalam Islam kerana ianya seolah-olah menentang sesuatu yang diturunkan Allah.

10. Bersumpah Dengan Selain Nama Allah SWT
Dan dalam hadis Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma; “Sesiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka dia telah berbuat syirik.” (Hadis riwayat Imam Ahmad)
Dalam hadits lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesiapa bersumpah demi amanat, maka dia tidak termasuk golonganku.” (Hadis riwayat Abu Daud)

11. Sombong Diantara Sesama Manusia
Orang2 munafik selalu sombong dan angkuh dalam berbicara. Mereka banyak cakap dan suka memfasih-fasihkan ucapan. Setiap kali berbicara, mereka akan selalu mengawalinya dengan bila ungkapan menakjubkan yang meyakinkan agar nampak seperti orang mulia, hebat, berwawasan luas, mengerti, berakal, dan berpendidikan. Padahal, pada hakikatnya dia tidak memiliki kemampuan apa pun. Sama sekali tidak memiliki ilmu bahkan lagi terserlah kemunafikannnya.

12. Riak
Berbuat sesuatu atau meninggalkan sesuatu kerana selain daripada Allah SWT dikategorikan sebagai riak. Apabila bersama orang lain dalam suatu majlis, dia nampak zuhud dan berakhlak baik, demikian juga pembicaraannya. Namun, jika dia seorang diri, dia akan melanggar hal-hal yang diharamkan Allah SWT.

13. Melampaui Batas Yang Telah Digariskan Oleh Allah
Perbuatan yang menurut kehendak nafsu sehingga boleh tersesat dan menyesatkan pada jalan yang benar sebagaimana Yahudi dan Nasrani.

14. Suka Berbantah Dan Bertengkar Sesama Muslim
Sabda Rasulullah SAW:  “Dan apabila bertengkar (berbantah), dia melampau.” 

15. Fitnah
Menyampaikan keburukan orang lain di kalangan orang ramai supaya mereka membenci atau memusuhinya. Membuat laporan tanpa fakta dan usul periksa serta mengada-adakan cerita. Ia juga tergolong dalam sifat-sifat munafik dan dosa-dosa besar.

16. Mencaci Maki
Tidak berhikmah di dalam berkata-kata dan dalam menyampaikan dakwah. Menggunakan kata-kata kesat terhadap orang lain terutama yang tidak bersependapat dengannya.
Firman Allah SWT:  “…mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan…”  (Al-Ahzab: 19)

17. Mengumpat
Berkata dan menyampaikan sesuatu keburukan orang lain yang tidak benar adalah berdosa kerana ia berupa fitnah. Akan tetapi berkata tentang keburukan orang lain yang benar tetap juga mendapat dosa iaitu dosa mengumpat.

18. Hasad Dengki
Tidak senang dengan kejayaan orang lain. Tidak senang juga jika sesuatu kejayaan itu terhasil di tangan orang lain dan bukan oleh tangannya sendiri.

19. Dusta
Hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Ahmad Musnad dengan sanad Jayid:“Celaka baginya, celaka baginya, celaka baginya. Iaitu seseorang yang berdusta agar orang-orang tertawa.” 

Di dalam kitab Shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim), Rasulullah SAW bersabda: “Tanda orang munafik ada 3, salah satunya adalah jika berbicara dia dusta.” 

20. Mungkir Janji
Sabda Rasulullah SAW:  “Tanda orang munafik ada 3: jika berbicara dia dusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika dipercaya (diberi amanat) dia berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

21. Bakhil
Orang2 munafik sangat bakhil dalam masalah2 kebajikan. Mereka menggenggam tangan mereka dan tidak mahu bersedekah atau menginfakkan sebahagian harta mereka untuk kebaikan, padahal mereka orang yang mampu dan berkecukupan.

22. Mengungkit Kembali Pemberian Kepada Seseorang Dan Menyakiti Hatinya.
Mengungkit kembali pemberian kepada orang lain dengan harapan dikenang jasa dan sumbangannya serta ingin menyakiti hati orang lain. Perbuatan ini dicela didalam Islam bahkan menghilangkan pahala ikhlas.

23. Enggan Berjihad Di Jalan Allah SWT
“Kalau kamu melakukan perdagangan dengan riba, hanya menjadi penternak-penternak dan gembira hanya dengan bertani saja dan meninggalkan jihad (perjuangan) maka Allah akan menimpakan kehinaan atasmu. Kamu tidak dapat melucutkan kehinaan itu sehingga kamu kembali kepada Ad dienmu.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

24. Menyembunyikan Ilmu Pengetahuan
Orang-orang yang memiliki ilmu dan apabila ditanya orang lain sedang dia mengetahui persoalan yang ditanyakan itu tetapi tidak menjelaskannya. Ini merupakan perbuatan yang menghalang kemajuan ummat Islam dan dapat menutup kebenaran.

25. Mengkhianati Sesuatu Amanah
Diberi amanah tetapi menyalahgunakan kuasa dan mengkhianati amanah.
Sabda Rasulullah SAW: “Dan apabila berjanji, dia berkhianat.” Sesiapa  memberikan janji kepada seseorang, atau kepada isterinya, anaknya, sahabatnya, atau kepada seseorang dengan mudah kemudian dia mengkhianati janji tersebut tanpa ada sebab uzur syar’i maka telah hinggap pada dirinya salah satu tanda kemunafikan.

26. Ghasab
Ghasab ialah mengambil atau menguasai harta (tanah) orang lain dengan jalan aniaya, iaitu jalan yang tidak diredhai Islam. Perbuatan ini walaupun dengan mengambil cuma sedikit, adalah termasuk perbuatan dosa besar dan munafik.

27. Memakan Harta Anak Yatim
Orang yang mengambil dan menggunakan harta anak yatim serta orang yang tidak amanah di dalam mentadbir harta anak yatim. Berselindung di atas nama pemegang amanah akan tetapi menggunakan harta anak yatim untuk kepentingan diri sendiri ataupun orang lain hukumnya berdosa besar.

28. Menipu Dalam Jual Beli
Perbuatan menipu ini adalah melibatkan amalan timbang atau sukat sesuatu barang tanpa kadar yang mencukupi atau menjual barangan yang rosak dimana, menimbulkan rasa kecewa dan tidak puas hati pembeli pada akhirnya.

29. Menangguh Pembayaran Hutang
Hutang adalah wajib dibayar. Sabda Rasulullah SAW: “Demi yang jiwaku ada ditangan-Nya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih ada hutang, maka dia tidak akan masuk syurga sampai hutang itu dilunaskan.” (HR. Ahmad)

30. Membuka Rahsia Orang Lain
Suka mencari-cari keaiban dan rahsia orang lain dan kemudian menyebarkan dan mewar-warkan keburukan dan kelemahan itu samada di dalam majlis rasmi dan kuliah ataupun dengan cara menyampaikan daripada individu kepada individu.

31. Bergaul Dengan Orang Yang Memperolok Al-Quran
Firman Allah SWT:   “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu meminta maaf, kerana kamu telah kafir sesudah beriman.”  (Surah At-Taubah; ayat 65-66).

32. Berasa Aman Daripada Murka Allah Apabila Melakukan Dosa
Apabila seseorang melakukan dosa dan merasa selamat dari kemurkaan dan seksaan Allah, maka anggapan ini adalah berdosa besar dan amalan orang-orang munafik.

33. Bermuka-Muka
Sikap penuh kepura-puraan menjadi musuh kerana sifatnya menjadi gunting dalam lipatan, api dalam sekam, duri dalam daging, talam dua muka, gergaji dua mata dan lidah bercabang dua. Sesungguhnya suatu yang paling ditakuti terhadap apa yang aku takut menimpa ummatku ialah semua munafiqin yang petah lidahnya.

34. Memanggil Orang Dengan Gelaran Buruk Yang Tidak Disukai
Panggilan yang buruk ialah gelaran-gelaran yang tidak disukai oleh orang yang digelari dengan gelaran itu, seperti panggilan hai fasiq, hai kafir, hai pelacur, hai penjudi, dan lain-lain. Lebih-lebih lagi sekiranya orang tersebut sememangnya beriman dan telah bertaubat.
“Orang-orang yang beriman seperti satu jasad, sekiranya satu anggotanya merasa sakit maka seluruh tubuhnya akan merasakan sakitnya dan demam.” (Ibnu Jarir)
Firman Allah SWT:   “Neraka Wail (kecelakaaan yang amat besar) bagi setiap Luzamah (orang yang mencela dengan ucapan) dan Huzamah (orang yang mencela dengan perbuatan).” (Surah Al Humazah: 1)

35. Menuduh Orang Beriman Bodoh
Orang Munafik mempunyai pendirian yang lemah dan amat sedikit memiliki ilmu pengetahuan tentang perjara yang bermanfaat dan memudharatkan. Justeru, mereka menuduh orang beriman bodoh atau kurangf ilmu pengetahaun dalam urusan kehidupan.

36. Memutuskan Silaturrahim
Memisah dan merosakkan hubungan silaturahim, merosakkan hubungan sesama keluarga, sahabat handai, sesama jemaah ataupun organisasi mahupun sesama masyarakat.

37. Memecahbelahkan Perpaduan Kaum Muslimin
Menjadi batu api serta membuat laporan dan menaburkan fitnah sehingga berlaku perpecahan dan hilang kasih sayang di kalangan sesama umat Islam.

38. Menyembunyikan Persaksian Pada Jalan Yang Benar
Sebagai orang yang beriman,umat Islam tidak seharusnya sedia menjadi saksi yang palsu atau dusta dalam member keterangan bagi menyelesaikan sesuatu perkara pada jalan yang benar.Justeru itu,berdusta ketika menjadi saksi adalah golongan orang-orang munafik dan dibenci oleh Allah SWT.
“Dan janganlah kamu menyembunyikan perkara yang dipersaksikan itu. Dan sesiapa menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya. Dan Allah SWT Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Baqarah:283)
39. Menghalalkan Perkara Yang Haram
Menjadikan matlamat sebagai sasaran utama sehinggakan sanggup melanggar batas aqidah, syariat dan akhlak. Matlamat tidak menghalalkan cara.

40. Menyanjung Dan Memuji Orang Tanpa Diketahui Keadaan Sebenarnya

41. Membazir Dalam Memanfaatkan Nikmat Allah
Membuat sesuatu perkara dan keputusan kemudian merubah semula dalam masa yang singkat, umpama membina rumah kemudian diruntuhkan semula.

42. Melakukan Dosa Dan Kemungkaran Secara Sembunyi
Berpura-pura melakukan kebaikan di tengah2 orang ramai dan gemar melakukan kemungkaran di belakang orang adalah dibenci Allah SWT.
Firman Allah SWT:  “Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahsia yang Allah tidak redhai…”  (An-Nisa’: 108)

43. Menghalang Orang Daripada Mengamalkan Ajaran Islam

44. Menyuruh Yang Mungkar Dan Melarang Yang Makruf
Mereka (orang munafik) menginginkan agar perbuatan keji tersiar di kalangan orang2 beriman. Mereka menggembar-gemburkan tentang kemerdekaan wanita, persamaan hak, penanggalan hijab/jilbab. Mereka juga berusaha memasyarakatkan nyanyian dan konsert, menyebarkan majalah2 porno dan narkotik.

45. Suka Kepada Kesesatan Dan Suka Menyesatkan Orang

46. Berasa Gembira Apabila Musibah Menimpa Orang Beriman.
Orang munafik apabila mendengar berita bahawa seorang ulama yang soleh tertimpa suatu musibah, dia pun menyebarluaskan berita duka itu kepada masyarakat sambil menampakkan kesedihannya dan berkata: “Hanya Allahlah tempat memohon pertolongan. Kami telah mendengar bahawa si fulan telah tertimpa musibah begini dan begitu… semoga Allah memberi kesabaran kepada kami dan beliau.” Padahal, di dalam hatinya dia merasa senang dan bangga akan musibah itu.

47. Membuat kerosakan di muka bumi
Membuat kerosakan di muka bumi seperti menggondolkan hutan dan bukit bukau tanpa mengadakan perbaikan. 
Firman Allah SWT:  “Dan apabila dikatakan kepada mereka: janganlah kamu membuat kerosakan di muka bumi, mereka menjawab: ‘Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan kebaikan.’ Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerosakan, tetapi mereka tidak sedar.”  (Al-Baqarah: 11-12)

48. Berputus Asa Dalam Menghadapi Cabaran Hidup

49. Keluh Kesah Apabila Ditimpa Musibah

50. Mengingkari Takdir Allah SWT
Orang munafik selalu membantah dan tidak redha dengan takdir Allah SWT.Sesungguhnya orang yang tidak dapat menerima kekalahan dan menolak, membenci atau mengingakari takdir Allah, tergolong dalam golongan kufur, rosak iman dan mendapat azab serta kemurkaan Allah SWT.
.
Ingatlah Allah SWT  berfirman dalamAl-Quran:

  الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُم مِّن بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُ‌ونَ بِالْمُنكَرِ‌ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُ‌وفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا اللَّـهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ﴿٦٧

“Orang-orang munafik lelaki dan perempuan, setengahnya adalah sama dengan setengahnya yang lain; mereka masing-masing menyuruh dengan perbuatan yang jahat, dan melarang dari perbuatan yang baik, dan mereka juga menggenggam tangannya. Mereka telah melupakan (tidak menghiraukan perintah) Allah dan Allah juga melupakan (tidak menghiraukan) mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu, merekalah orang-orang yang fasik.”(Surah At-Taubah, ayat 67)

Sumber:


<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadist serta Artikel-Artikel Menarik ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Artikel”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”