Sadarkah
kita bahwa iblis seolah-olah berbaik dengan membiarkan kita ber-Ibadah selama 2
jam dalam sehari semalam, namun dalam sisa 22 jam kemudian, kemungkinan kita
akan berada dalam genggamannya serta “JAUH DARI MENGINGAT-NYA”.
Allah
ber-Firman :
“Iblis
berkata : "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat,
pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik perbuatan maksiat di muka bumi,
dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,.......kecuali hamba-hamba Engkau
yang mukhlis di antara mereka”.[Al-Ĥijr 39 -40]
Al-Quran
menjelaskan bagaimana seseorang itu dapat semakin “JAUH DARI MENGINGAT-NYA”.
●
Dimulai dengan lupa ber-dzikir untuk mengingat-Nya karena hati dikuasai setan.
Allah
ber-Firman :
“Setan
telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka
itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah
golongan yang merugi”.[Al- Mujādila 19]
● Karena lupa kepada-Nya maka Allah lupakan mereka kepada diri mereka sendiri.
Allah
ber-Firman :
“Dan
janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah
menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang
fasik”.[Al-Ĥashr 19]
● Setan akan menjadikan teman paling dekatnya.
Allah
ber-Firman :
“Barangsiapa
yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan
baginya setan yang menyesatkan maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu
menyertainya”.[Az-Zukhruf 36]
● Setan akan menghiasi semua perbuatan mungkar nampak baik baginya.
Allah
ber-Firman :
“Dan
juga kaum 'Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu kehancuran mereka
dari puing-puing tempat tinggal mereka. Dan SETAN MENJADIKAN MEREKA MEMANDANG
BAIK PERBUATAN-PERBUATAN MEREKA, LALU IA MENGHALANGI MEREKA DARI JALAN ALLAH,
sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam,......dan juga Karun,
Fir'aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan
membawa bukti-bukti keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku
sombong di muka bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput dari
kehancuran itu”.[Al-`Ankabūt 38-39]
Bila tidak berhati-hati, maka semakin lama seseorang itu akan semakin “JAUH DARI MENGINGAT-NYA”.
Allah
ber-Firman :
“Maka
apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk menerima agama Islam lalu
ia mendapat cahaya dari Tuhannya sama dengan orang yang membatu hatinya? Maka
KECELAKAAN YANG BESARLAH BAGI MEREKA YANG TELAH MEMBATU HATINYA UNTUK MENGINGAT
ALLAH. MEREKA ITU DALAM KESESATAN YANG NYATA”.[Az-Zumar 22]
Itulah sebabnya kita diperintahkan untuk selalu ber-Dzikir guna mengingat-Nya baik ketika Duduk, Berdiri maupun Berbaring agar tidak “JAUH DARI MENGINGAT-NYA”.
Allah
ber-Firman :
“Karena
itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah
kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku”.[Al-Baqarah 152]
“Maka
APABILA KAMU TELAH MENYELESAIKAN SHALAT-MU, INGATLAH ALLAH DI WAKTU BERDIRI, DI
WAKTU DUDUK DAN DI WAKTU BERBARING. Kemudian apabila kamu telah merasa aman,
maka dirikanlah shalat itu sebagaimana biasa. Sesungguhnya Shalat itu adalah
Fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang ber-Iman”.[An-Nisā' 103]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
Allah
ber-Firman :
“Sesungguhnya
Pelindungku ialah Allah Yang telah menurunkan Al Kitab (Al Quran) dan Dia
melindungi orang-orang yang Saleh”.[Al- 'A`rāf 196]
"Ya
Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan
dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. Ya Tuhan Pencipta
langit dan bumi. ENGKAULAH PELINDUNGKU DI DUNIA DAN DI AKHIRAT, WAFATKANLAH AKU
DALAM KEADAAN ISLAM DAN GABUNGKANLAH AKU DENGAN ORANG-ORANG YANG
SALEH".[Yūsuf 101]
Semoga kita semuanya, termasuk saya, TIDAK TERMASUK sebagai orang-orang yang “JAUH DARI MENGINGAT-NYA”.
Aamiin
Yaa Rabbal’alaamiin
No comments :
Post a Comment