Kadangkala kita kehilangan
sesuatu atau seseorang bukan karena kita tidak menjaga dan memperhatikannya
dengan serius, melainkan karena kita terlalu
menjaga dan memperhatikannya lebih dari apa yang sewajarnya atau seharusnya.
Yang harus kita jaga dan
perhatikan sebagai prioritas utama adalah urusan akhirat sementara urusan dunia
adalah pada urutan berikutnya. Namun begitu sering kita mendahulukan urusan
dunia dibanding urusan akhirat itu. Inilah yang sering menjadi pemantik
kegelisahan hidup.
Bacalah surat al-Taubah
ayat 24: "katakan Muhammad 'kalau orang-orang tuamu, anak-anakmu,
saudara-saudaramu, pasangan-pasanganmu, keluargamu, harta yang engkau
kumpulkan, perniagaan/bisnis/usaha yang engkau khawatirkan kebangkrutannya, dan
rumah tinggal yang engkau sukai adalah engkau lebih cintai dibandingkan Allah,
Rasulullah dan jihad di jalan Allah, maka tunggulah saat Allah memberikan
balasan yang tidak mengenakkan. Sesungguhnya Allah tidak akan pernah memberikan
petunjuk kepada orang-orang yang fasik.'"
Menyedihkan sekali ketika
delapan hal di atas mengalahkan tiga hal utama. Bukan indahnya cita yang
diperoleh melainkan hancurnya asa dan sakitnya cinta. Berikanlah perhatian dan
cinta kepada dunia sewajarnya saja, jangan berlebihan. Sejarah mengajarkan,
seringkali ujian besar kehidupan itu terjadi pada hal-hal yang terlalu kita
cintai, terlalu kita sayangi dan terlalu kita perhatikan lebih dari yang
seharusnya.
Ini merupakan Copy Paste dari artikel di Bersama Menapaki Lanjut Usia FB
Ini merupakan Copy Paste dari artikel di Bersama Menapaki Lanjut Usia FB

No comments :
Post a Comment