MERAIH KEBAHAGIAAN
Kebahagiaan ialah perasaan seseorang dalam dirinya, antara lain
Hati yang Tenang, Dada yang Lapang dan Jiwa yang Tidak di Rundung Malang, sebab
itu kembalilah kepada-Nya demi Meraih Kebahagiaan.
Orang-orang Sukses nampak hidup dengan penuh kebahagiaan dan
ketenteraman. Namun, ternyata sebagian dari mereka hidup penuh dengan
penderitaan lahir & bathin, serta penuh dengan kehidupan yang hidonis.
Allah ber-Firman :
"Hai jiwa yang tenang,.....kembalilah kepada Tuhanmu dengan
hati yang puas lagi dirdhai-Nya".[Al-Fajr 27-28]
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,.....sampai kamu
masuk kedalam kubur.....Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui akibat
perbuatanmu itu......dan janganlah begitu, kelak kamu akan
mengetahui".[At-Takāthur 1-4]
Bagi orang-orang yang paham akan hakikat kebahagiaan, mereka
mempunyai pegangan hidup yang jelas serta senantiasa memperkokoh pegangan hidup
tersebut.
Jika banyak orang kebingungan mengenai jalan yang harus ditempuh
menuju kebahagiaan, maka hal ini tidak akan dialami oleh orang-orang yang
ber-Taqwa, karena bagi mereka jalan kebahagiaan sudahlah terpampang dengan
jelas.
Allah ber-Firman :
"Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka
BER-TAQWA-LAH KEPADA ALLAH HAI ORANG-ORANG YANG MEMPUNYAI AKAL; yaitu
orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan
kepadamu,.....Dan mengutus seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat
Allah yang menerangkan bermacam-macam hukum supaya Dia mengeluarkan orang-orang
yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa
ber-Iman kepada Allah dan mengerjakan Amal yang Saleh niscaya Allah akan
memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai;
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezeki
yang baik kepadanya".[Aţ - Ţalāq 10-11]
"Bagaimanakah kamu sampai menjadi kafir, padahal Ayat-Ayat
Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu?
BARANGSIAPA YANG BERPEGANG TEGUH KEPADA AGAMA ALLAH, MAKA SESUNGGUHNYA IA TELAH
DIBERI PETUNJUK KEPADA JALAN YANG LURUS".[Ali-Imran 101]
Merekalah orang-orang yang ber-Iman, yang memandang kebahagiaan
itu ada dalam ke-Taqwa-an, yakni menjalankan semua perintah-Nya dalam Al-Quran.
Allah ber-Firman :
“Dan bahwa yang Kami perintahkan ini adalah jalan-Ku yang lurus,
maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena
jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu
diperintahkan Allah agar kamu ber-Taqwa".[Al-An’aam 153]
Orang-orang yang ber-Taqwa akanlah senantiasa berbahagia dengan
kucuran karunia-Nya.
Allah ber-Firman :
“Katakanlah : "Dengan Kurnia Allah dan Rahmat-Nya,
hendaklah dengan itu mereka ber-Gembira. Kurnia Allah dan Rahmat-Nya itu adalah
lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".[Yunus 58]
Bahagia itu muncul dari dalam diri seseorang dan untuk itu ada
beberapa jalan guna meraih kebahagiaan, antara lain :
● Mengerjakan Amal-Amal yang Saleh.
Allah ber-Firman :
"BARANGSIAPA YANG MENGERJAKAN AMAL SALEH, BAIK LAKI-LAKI
MAUPUN PEREMPUAN DALAM KEADAAN BER-IMAN, MAKA SESUNGGUHNYA AKAN KAMI BERIKAN
KEPADANYA KEHIDUPAN YANG BAIK dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada
mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan".[An-Nahl 97]
● Selalu mengingat Allah.
Allah ber-Firman :
"Karena itu, INGATLAH KEPADA-KU, NISCAYA AKU INGAT PULA
KEPADAMU, dan ber-Syukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari
nikmat-Ku".[Al-Baqarah 152]
"Orang-orang kafir berkata : "Mengapa tidak diturunkan
kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?" Katakanlah:
"Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki
orang-orang yang bertaubat kepada-Nya",......yaitu orang-orang yang
ber-Iman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram".[Ar-Ra`d 27-28]
● Bersandar kepada-Nya.
Allah ber-Firman :
"Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka
rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan
persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah
kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan
itu orang yang ber-Iman kepada Allah dan Hari Akhirat. Barangsiapa ber-Taqwa
kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.......Dan
memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan BARANGSIAPA YANG
BER-TAWAKKAL KEPADA ALLAH NISCAYA ALLAH AKAN MENCUKUPKAN KEPERLUANNYA.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah
telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu".[Aţ-Ţalāq 2-3]
● Meraih Ridha-Nya.
Allah ber-Firman :
"Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk
mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan
tidak pula ucapan terima kasih".[Al-Insaan 9]
● Selalu ber-syukur.
Allah ber-Firman :
"Hai orang-orang yang ber-Iman, makanlah diantara rezeki
yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika
benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah".[Al-Baqarah 172]
● Jangan iri akan Karunia-Nya.
Allah ber-Firman :
"Dan JANGANLAH KAMU IRI HATI TERHADAP APA YANG DIKARUNIAKAN
ALLAH KEPADA SEBAHAGIAN KAMU LEBIH BANYAK DARI SEBAHAGIAN YANG LAIN. Karena
bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi
para wanita pun ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada
Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala
sesuatu".[An-Nisaa 32]
"Maka Tuhannya menerimanya sebagai nazar dengan penerimaan
yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan
Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab,
ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu
memperoleh makanan ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi
Allah". SESUNGGUHNYA ALLAH MEMBERI REZEKI KEPADA SIAPA YANG
DIKEHENDAKI-NYA tanpa hisab".[Ali-Imran 37]
Itulah puncak dari kebahagiaan sebagai suatu hal yang abstrak,
yang tidak bisa dilihat dengan mata, tidak bisa diukur serta tidak bisa dibeli
dengan uang, yang hanya dapat di raih oleh orang-orang yang mulia disisi-Nya
karena ke-Taqwa-annya.
Allah ber-Firman :
"Allah berfirman : "Turunlah kamu berdua dari surga
bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika
datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut
petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka......Dan barangsiapa
berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang
sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan
buta".[Ţāhā 123-124]
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari
seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa
dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. SESUNGGUHNYA ORANG YANG
PALING MULIA DIANTARAMU DISISI ALLAH IALAH ORANG YANG PALING TAQWA diantara
kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".[Al-Ĥujurāt
13]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
Allah ber-Firman :
"Dan Kami turunkan Al-Quran dengan sebenar-benarnya dan
Al-Quran itu telah turun dengan membawa kebenaran. Dan Kami tidak mengutus
kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi
peringatan".[Al-'Isrā' 105]
"Hai orang-orang yang ber-Iman, ber-Taqwa-lah kepada Allah,
dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar".[At-Taubah 119]
Semoga kita semua mampu untuk menjadi manusia yang ber-Taqwa
dalam mencari dan meraih kebahagiaan secara lahir dan bathin, baik dalam-Ayat
Kehidupan di Dunia maupun kelak dalam Kehidupan di Akhirat.
Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin
* SELAMAT BER-IBADAH *
No comments :
Post a Comment