Tuesday, March 17, 2015

MERAIH KEBAHAGIAAN www.tematik2015.blogspot.com


16 hrs · 

MERAIH KEBAHAGIAAN
Kebahagiaan ialah perasaan seseorang dalam dirinya, antara lain Hati yang Tenang, Dada yang Lapang dan Jiwa yang Tidak di Rundung Malang, sebab itu kembalilah kepada-Nya demi Meraih Kebahagiaan.
Orang-orang Sukses nampak hidup dengan penuh kebahagiaan dan ketenteraman. Namun, ternyata sebagian dari mereka hidup penuh dengan penderitaan lahir & bathin, serta penuh dengan kehidupan yang hidonis.

Allah ber-Firman :

"Hai jiwa yang tenang,.....kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi dirdhai-Nya".[Al-Fajr 27-28]
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,.....sampai kamu masuk kedalam kubur.....Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui akibat perbuatanmu itu......dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui".[At-Takāthur 1-4]
Bagi orang-orang yang paham akan hakikat kebahagiaan, mereka mempunyai pegangan hidup yang jelas serta senantiasa memperkokoh pegangan hidup tersebut.
Jika banyak orang kebingungan mengenai jalan yang harus ditempuh menuju kebahagiaan, maka hal ini tidak akan dialami oleh orang-orang yang ber-Taqwa, karena bagi mereka jalan kebahagiaan sudahlah terpampang dengan jelas.

Allah ber-Firman :

"Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka BER-TAQWA-LAH KEPADA ALLAH HAI ORANG-ORANG YANG MEMPUNYAI AKAL; yaitu orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu,.....Dan mengutus seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan bermacam-macam hukum supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa ber-Iman kepada Allah dan mengerjakan Amal yang Saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya".[Aţ - Ţalāq 10-11]
"Bagaimanakah kamu sampai menjadi kafir, padahal Ayat-Ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? BARANGSIAPA YANG BERPEGANG TEGUH KEPADA AGAMA ALLAH, MAKA SESUNGGUHNYA IA TELAH DIBERI PETUNJUK KEPADA JALAN YANG LURUS".[Ali-Imran 101]
Merekalah orang-orang yang ber-Iman, yang memandang kebahagiaan itu ada dalam ke-Taqwa-an, yakni menjalankan semua perintah-Nya dalam Al-Quran.

Allah ber-Firman :

“Dan bahwa yang Kami perintahkan ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu ber-Taqwa".[Al-An’aam 153]
Orang-orang yang ber-Taqwa akanlah senantiasa berbahagia dengan kucuran karunia-Nya.

Allah ber-Firman :

“Katakanlah : "Dengan Kurnia Allah dan Rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka ber-Gembira. Kurnia Allah dan Rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".[Yunus 58]
Bahagia itu muncul dari dalam diri seseorang dan untuk itu ada beberapa jalan guna meraih kebahagiaan, antara lain :
● Mengerjakan Amal-Amal yang Saleh.

Allah ber-Firman :

"BARANGSIAPA YANG MENGERJAKAN AMAL SALEH, BAIK LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN DALAM KEADAAN BER-IMAN, MAKA SESUNGGUHNYA AKAN KAMI BERIKAN KEPADANYA KEHIDUPAN YANG BAIK dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan".[An-Nahl 97]
● Selalu mengingat Allah.

Allah ber-Firman :

"Karena itu, INGATLAH KEPADA-KU, NISCAYA AKU INGAT PULA KEPADAMU, dan ber-Syukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku".[Al-Baqarah 152]
"Orang-orang kafir berkata : "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya",......yaitu orang-orang yang ber-Iman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram".[Ar-Ra`d 27-28]
● Bersandar kepada-Nya.

Allah ber-Firman :

"Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang ber-Iman kepada Allah dan Hari Akhirat. Barangsiapa ber-Taqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.......Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan BARANGSIAPA YANG BER-TAWAKKAL KEPADA ALLAH NISCAYA ALLAH AKAN MENCUKUPKAN KEPERLUANNYA. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu".[Aţ-Ţalāq 2-3]
● Meraih Ridha-Nya.

Allah ber-Firman :

"Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula ucapan terima kasih".[Al-Insaan 9]
● Selalu ber-syukur.

Allah ber-Firman :

"Hai orang-orang yang ber-Iman, makanlah diantara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah".[Al-Baqarah 172]
● Jangan iri akan Karunia-Nya.

Allah ber-Firman :

"Dan JANGANLAH KAMU IRI HATI TERHADAP APA YANG DIKARUNIAKAN ALLAH KEPADA SEBAHAGIAN KAMU LEBIH BANYAK DARI SEBAHAGIAN YANG LAIN. Karena bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita pun ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu".[An-Nisaa 32]
"Maka Tuhannya menerimanya sebagai nazar dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh makanan ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". SESUNGGUHNYA ALLAH MEMBERI REZEKI KEPADA SIAPA YANG DIKEHENDAKI-NYA tanpa hisab".[Ali-Imran 37]
Itulah puncak dari kebahagiaan sebagai suatu hal yang abstrak, yang tidak bisa dilihat dengan mata, tidak bisa diukur serta tidak bisa dibeli dengan uang, yang hanya dapat di raih oleh orang-orang yang mulia disisi-Nya karena ke-Taqwa-annya.

Allah ber-Firman :

"Allah berfirman : "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka......Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".[Ţāhā 123-124]
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. SESUNGGUHNYA ORANG YANG PALING MULIA DIANTARAMU DISISI ALLAH IALAH ORANG YANG PALING TAQWA diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".[Al-Ĥujurāt 13]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

"Dan Kami turunkan Al-Quran dengan sebenar-benarnya dan Al-Quran itu telah turun dengan membawa kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan".[Al-'Isrā' 105]
"Hai orang-orang yang ber-Iman, ber-Taqwa-lah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar".[At-Taubah 119]
Semoga kita semua mampu untuk menjadi manusia yang ber-Taqwa dalam mencari dan meraih kebahagiaan secara lahir dan bathin, baik dalam-Ayat Kehidupan di Dunia maupun kelak dalam Kehidupan di Akhirat.
Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin

* SELAMAT BER-IBADAH *

<meta NAME=”Description” CONTENT=” Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadist serta Artikel-Artikel Menarik ”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

No comments :

Post a Comment