Tuesday, September 29, 2015

JANGAN KIKIR www.tematik2015.blogspot.com

JANGAN KIKIR
Sadarkah kita bahwa ada diantara kita yang hidup mewah dan senang menghamburkan kekayaannya secara berlebihan namun sulit ber-derma kepada sesama ataupun enggan membantu orang yang tengah dihimpit kesulitan.
Meski kita telah dikaruniai banyak hal baik berupa Harta, Kemegahan maupun hal-hal Keduniaan lainnya, namun setelah semua itu diterima malah dimanfaatkan untuk diri sendiri karena kekikiran.
Harta bukanlah milik kita yang abadi karena saat kita mati nanti tiada manfaat sama sekali bagi kita, dan yang justru akan menjadi manfaat di-Akhirat nanti adalah Harta yang kita belanjakan dijalan Allah.
Rasulullah ber-Sabda :
“Orang-orang yang kikir itu jauh dari Allah, jauh dari Manusia dan jauh dari Surga”.
Perbuatan Kikir mungkin disebabkan karena seseorang merasa hartanya adalah miliknya sendiri, atau takut hartanya berkurang, atau kurangnya rasa kasih sayang terhadap sesama.
Hal itu adalah merupakan sebuah PENYAKIT HATI akibat terlalu cintanya kepada harta.

Allah ber-Firman:

“Dan diantara mereka ada orang yang telah ber-Ikrar kepada Allah: "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian Karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan ber-Sedekah, dan pastilah kami termasuk orang-orang yang Saleh....MAKA SETELAH ALLAH MEMBERIKAN KEPADA MEREKA SEBAHAGIAN DARI KARUNIA-NYA, MEREKA KIKIR DENGAN KARUNIA ITU, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi kebenaran.....Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta".[At-Tawbah 75-77]
"Dan sesungguhnya dia sangat Bakhil karena cintanya kepada harta".[Al-`Ādiyāt 8]
“Kami jelaskan yang demikian itu supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan ALLAH TIDAK MENYUKAI SETIAP ORANG YANG SOMBONG LAGI MEMBANGGAKAN DIRI,...YAITU ORANG-ORANG YANG KIKIR dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling dari perintah-perintah Allah maka sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji".[Al-Ĥadīd 23-24]
Pada umumnya kebanyakan dari kita itu memang mempunyai sifat kikir serta tidak menyadari bahwa sebenarnya Harta itu adalah Nikmat-Nya.
Sifat & karakteristik kikir ibarat orang yang hanya bisa menerima namun tidak bisa menyalurkannya, hingga dirinya seperti saluran air yang tersumbat, dan lama-lama kadar kemurnian air dalam pipa tersumbat itu akan berkurang.
Kikir adalah suatu PENYAKIT HATI yang akan merubah karakter asli Manusia sebagai mahluk sosial dan dapat berakibat malapetaka dalam Kehidupan. Itulah sebabnya Rasulullah pernah bersabda bahwa sifat yang paling buruk pada seorang Manusia adalah KIKIR [BAKHIL].

Allah ber-Firman :

“SEKALI-KALI JANGANLAH ORANG-ORANG YANG BAKHIL DENGAN HARTA YANG ALLAH BERIKAN KEPADA MEREKA DARI KARUNIA-NYA MENYANGKA, BAHWA KEBAKHILAN ITU BAIK BAGI MEREKA. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala Warisan yang ada di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.['Āli `Imrān 180]
"Maka Ber-Taqwa-lah kamu kepada Allah dan dengarlah serta taatlah, dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung”.[At-Taghābun 16]
"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.....apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,.....dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,.....kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat”.[Al-Ma`ārij 19-22]
“Perumpamaan orang-orang yang menginfakan Hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir pada setiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang ia kehendaki. Dan Allah Maha Luas Karunianya lagi Maha Mengetahui”.[Al-Baqarah 261]
Orang yang ber-Iman pasti akan menjauh dari sifat kikir itu, karena hal itu akan menjadikannya sebagai orang yang merugi.
Dan tidak sedikit orang yang menganggap harta itu miliknya sendiri karena merasa telah bekerja keras untuk mendapatkannya, padahal hartanya itu merupakan Karunia-Nya.

Allah ber-Firman :

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya ALLAH TIDAK MENYUKAI ORANG-ORANG YANG SOMBONG DAN MEMBANGGA-BANGGAKAN DIRI,.....YAITU ORANG-ORANG YANG KIKIR, DAN MENYURUH ORANG LAIN BERBUAT KIKIR, DAN MENYEMBUNYIKAN KARUNIA ALlAH YANG TELAH DIBERIKAN-NYA KEPADA MEREKA. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan”.[An-Nisā' 36-37]
“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, ....serta mendustakn Pahala terbaik,....maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar”.[Al-Layl 8-10]
Oleh sebab itu hilangkanlah sifat kikir demi keuntungan & kebahagiaan kita kelak.
Banyak orang kikir yang enggan ber-Sedekah karena takut akan berkurang hartanya atau takut akan kemiskinan, padahal itulah godaan setan.

Allah ber-Firman:

“Setan menjanjikan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengatahui”.[Al-Baqarah 268]
"Ber-Iman-lah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Nafkah-kanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang ber-Iman di antara kamu dan menafkahkan sebagian dari hartanya memperoleh Pahala yang besar".[Al-Ĥadīd 7]
Seseorang menganggap harta itu adalah miliknya sendiri karena ia merasa telah bekerja keras untuk mendapatkannya, sehingga ia lalai dalam mensyukuri Nikmat & Karunia-Nya.
“Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya”.[Al-`Ādiyāt 6]
Padahal tersurat dalam Al-Quran bahwa kita jangan pernah mengingkari Nikmat-Nya.
“Dan ingatlah juga, tatkala Tuhanmu memaklumkan : "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."”.['Ibrāhīm 7]
Sebab itu jauhilah sifat kikir karena hal itu pasti akan menjadikan kita sebagai golongan yang merugi. Dan ingatlah selalu akan adanya balasan buruk yang Allah siapkan bagi orang-orang yang kikir.

Allah ber-Firman:

“Hai orang-orang yang ber-Iman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. DAN ORANG-ORANG YANG MENYIMPAN EMAS DAN PERAK DAN TIDAK MENAFKAHKANNYA PADA JALAN ALLAH, MAKA BERITAHUKANLAH KEPADA MEREkA, BAHWA MEREKA AKAN MENDAPAT SIKSA YANG PEDIH,..... pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka lalu dikatakan kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu. simpan itu".[At-Tawbah 34-35]
"Jauhi Kekikiran demi Kebahagiaan Hakiki".
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman:

"Maka kepada perkataan apakah selain Al Quran ini mereka akan beriman?".[Al-Mursalāt 50]
“SEGALA PUJI BAGI ALLAH YANG TELAH MENURUNKAN KEPADA HAMBA-NYA AL-QURAN DAN DIA TIDAK MENGADAKAN KEBENGKOKAN DI DALAMNYA;.....SEBAGAI BIMBINGAN YANG LURUS, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,....mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya”.[Al-Kahf 1-3]
"Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta mata hatinya dari kesesatannya. Dan KAMU TIDAK DAPAT MEMPERDENGARKAN PETUNJUK TUHAN MELAINKAN KEPADA ORANG-ORANG YANG BER-IMAN DENGAN AYAT-AYAT KAMI, mereka itulah orang-orang yang ber-SERAH DIRI kepada Kami”.[Ar-Rūm 53]
Semoga kita semua dapat menjauh dari PENYAKIT HATI ini dan tidaklah termasuk sebagai golongan orang-orang yang kikir; tetapi termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung, yang menjauh dari sifat KIKIR.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...
Wa'Salaamun alla Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★SELAMAT BER-IBADAH★

Monday, September 28, 2015

PERSIAPAN ARAB SAUDI UNTUK PELAKSANAAN IBADAH HAJI www.tematik2015.blogspot.com

Islampos 
Inilah Persiapan Saudi untuk Pelaksanaan Ibadah Haji Tahun Ini


BANYAK yang menyalahkan Arab Saudi selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Setelah musibah crane jatuh di Masjidil Haram, pekan ini ada musibah Mina. Banyak yang menyebut Saudi kurang persiapan. Benarkah begitu?


Dari gambar-gambar ini jelas terlihat bahwa Saudi sudah mempersiapkan ibadah haji dengan sebaik-baiknya. Inilah di antaranya persiapan Saudi:
– 5.000 kamera CCTV
– 100.000 petugas keamanan disiapkan
– Ratusan ambulans siap darurat
– Ratusan petugas pemadam kebakaran siap darurat
– Layanan helikopter untuk keberangkatan darurat

















Selain itu:
– Gratis makanan dan air
– Buku Gratis Islam (termasuk Quran)
– Rawat inap gratis dan apotik.
– Subsidi penampungan.
– Subsidi transportasi (kereta dan bus)




Adapun musibah tetaplah musibah. Negara manapun, termasuk Amerika, tidak akan kuasa jika alam sudah menakdirkan demikian.

PENEMUAN TERBARU DI KA'BAH www.tematik2015.blogspot.com


Penemuan Terbaru Sangat Mengejutkan di Ka`bah baru-baru ini
Berikut ini penemuan terbaru yang sangat mengejutkan :
Prof Lawrence E Yoseph : SUNGGUH KITA BERHUTANG BESAR KEPADA ORANG ISLAM
Encyclopedia Americana menulis : "...Sekiranya orang2 Islam berhenti melaksanakan thawaf ataupun shalat di muka bumi ini, niscaya akan terhentilah perputaran bumi kita ini, karena rotasi dari super konduktor yg berpusat di Hajar Aswad, tdk lg memencarkan gelombang elektromagnetik.
Menurut hasil penelitian dari 15 Universitas : menunjukkan Hajar Aswad adalah batu meteor yang mempunyai kadar logam yang sangat tinggi, yaitu 23.000 kali dari baja yg ada. Beberapa astronot yg mengangkasa melihat suatu sinar yg teramat terang mememancar dari bumi, dan setetlah diteliti ternyata bersumber dari Bait Allah atau Ka'bah.
Super konduktor itu adalah Hajar Aswad, yg berfungsi bagai mikrofon yg sdg siaran dan jaraknya mencapai ribuan mil jangkauan siarannya.
Prof Lawrence E Yoseph - Fl Whiple menulis : "...Sungguh kita berhutang besar kpd orang Islam, shalat, tawaf dan tepat waktu menjaga super konduktor itu..."Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Illaha illallah, Allahu Akbar.
Betapa bergetar hati kita melihat dahsyatnya gerakan thawaf haji & Umroh.
Tulisan ini bisa menjawab fitnah & tuduhan jahiliyah yang tak didasari ilmu pengetahuan ; yaitu mengapa kaum Muslimin shalat ke arah kiblat dan bahwa umat Islam di anggap menyembah Hajar Aswad. Wallahu a'lam, hanya Allah Yang Maha Tahu



MELAWAN BANGSA SENDIRI www.tematik2015.blogspot.com

MELAWAN BANGSA SENDIRI
Tantangan bangsa ini kedepan adalah bagaimana melawan bangsa sendiri terutama terhadap yang ber-praktek korupsi, karena kita bukan melawan penjajah kolonial, tapi melawan orang-orang yang menjual amanat serta sumpah jabatannya untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya demi memupuk kekayaan secara berlimpah, maka ingatkanlah mereka bahwa perbuatan itu termasuk Zalim yang berdosa.

Allah ber-Firman :

"Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.....maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan ORANG-ORANG YANG ZALIM HANYA MEMENTINGKAN KENIKMATAN YANG MEWAH YANG ADA PADA MEREKA, DAN MEREKA ADALAH ORANG-ORANG YANG BERDOSA”.[Hud 115-116]
Sungguh mengerikan melihat ulah para koruptor yang semakin merajalela serta cenderung tidak mempunyai rasa malu lagi, padahal korupsi itu adalah perbuatan Zalim karena merupakan perampokan hak orang banyak.

Allah ber-Firman :

“Dan JANGANLAH SEBAHAGIAN KAMU MEMAKAN HARTA SEBAHAGIAN YANG LAIN DI ANTARA KAMU DENGAN JALAN YANG BATHIL, dan janganlah kamu membawa urusan harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan jalan berbuat dosa, padahal kamu mengetahui”.[Al-Baqarah 188]
“Maka berselisihlah golongan-golongan yang terdapat di antara mereka, lalu KECELAKAAN YANG BESARLAH BAGI ORANG-ORANG YANG ZALIM yakni siksaan hari yang pedih (kiamat)”.[Az-Zukhruf 65]
Adapun penyebab orang-orang yang melakukan korupsi adalah:
●| Bersifat Hedonis dan haus akan kemewahan.

Allah ber-Firman :

“Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan”.[Al-Fajr 20]
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,.....sampai kamu masuk kedalam kubur”.[At-Takāthur 1-2]
●| Ingkar akan segala nikmat-Nya serta tidak puas atas semua rezeki-Nya.

Allah ber-Firman :

“Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. SESUNGGUHNYA ALLAH BENAR-BENAR MEMPUNYAI KARUNIA YANG DILIMPAHKAN ATAS MANUSIA, AKAN TETAPI KEBANYAKAN MANUSIA TIDAK BER-SYUKUR”.[Ghāfir 61]
“Dan Dia telah memberikan kepadamu keperluanmu dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. SESUNGGUHNYA MANUSIA ITU, SANGAT ZALIM DAN SANGAT MENGINGKARI NIKMAT ALLAH”.['Ibrāhīm 34]
Tersurat dalam Al-Quran bahwa rezeki itu merupakan karunia-Nya yang tidaklah mungkin akan tertukar atau salah tempat, bahkan telah dijamin pemenuhannya tergantung bagaimana kita berikhtiar dijalan-Nya.

Allah ber-Firman :

“Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan ORANG-ORANG YANG ZALIM DI ANTARA MEREKA AKAN DITIMPA AKIBAT BURUK DARI USAHANYA DAN MEREKA TIDAK DAPAT MELEPASKAN DIRI..... DAN TIDAKKAH MEREKA MENGETAHUI BAHWA ALLAH MELAPANGKAN REZEKI DAN MENYEMPITKANNYA BAGI SIAPA YANG DIKEHENDAKI-NYA? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang ber-Iman”.[Az-Zumar 51-52]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa......Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”.[Al-'An`ām 44-45]
Semoga Renungan ini akan memantapkan kita semua untuk menjauhi segala perbuatan Zalim yang melanggar Aturan-Aturan-Nya.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...
Wa'Salaamun alla Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★SELAMAT BER-IBADAH★

Sunday, September 27, 2015

Pesan Dr. Zakir Naik Tentang Islam Nusantara (From Indonesia) www.tematik2015.blogspot.com

LihatDulu.info - Saudaraku sesama muslim, pada tulisan kali ini MutiaraPublic bermaksud ingin mencoba menyumbang pemikiran mengenai carut-marutnya islam di negri ini, misalnya saja sekarang lagi gencar-gencarnya semboyan Islam Nusantara, sungguh istilah ini perlu kita kaji lebih dalam lagi.

Berbagai wacana perihal Islam Nusantara yang belakangan ini telah menjadi gagasan sebagian masyarakat perihal identitas Islam di negara Indonesia kini tengah menjadi isu perbincangan global atau di dunia internasional.

Tidak jelas memang siapa yang pertama kali memulai menggunakan istilah Islam Nusantara ini. Akan tetapi, istilah tersebut semakin menjadi populer dikala sebagian dari warga Nahdlatul Ulama’ mengusung istilah ini dalam acara Muktamar-nya yang ke-33 pada bulan Agustus lalu tahun 2015. Tentu saja, istilah seperti ini butuh penjelasan dari sumbernya paling otentik.

Sejauh membahas, membawa, dan menyangkut nama Nahdlatul Ulama’ (NU), sunnguh di NU sendiri banyak tokoh-tokoh yang tidak setuju dengan istilah ini. seperti misalnya tokoh-tokoh NU Jawa Timur, dari Ponpes Sidogiri mereka tidak setuju dengan istilah ini. Mereka menyebutkan bahwa Islam tidak perlu ditambahi embel-embel/ pake embel-embel; Islam saja sudah cukup.

Begitu juga dengan KH. Hasyim Muzadi yakni mantan Ketua umum PBNU, Ia memberikan tanggapannya bahwa istilah yang seharusnya dipakai itu bukan ‘Islam Nusantara’, tapi yang dipakai adalah “Islam Rahmatan Lil-Alamin” sebab hal ini ada dalam Al-Quranul Karim.
Saudaraku, Sungguh menurut kami pemikiran mengenai Islam Nusantara ini malah akan semakin “menjustifikasi” islam terhadap nilai-nilai sinkretisme (yakni mencampur aduk-kan antara nilai-nilai Islam dengan tradisi/ budaya).

Dari pemaparan singkat di atas ini, sebenarnya sudah bisa tergambarkan bahwasanya istilah Islam Nusantara ini tidak memiliki konsep yang padu dan kokoh. Istilah ini cenderung dipaksakan untuk kepentingan-kepentingan politis tertentu, dan ini jelas sekali akan memecah belah Umat Islam.

Sebagaimana pernyataan ulama dunia yakni Dr Zakir Naik, beliau menyatakan bahwa sangat dilarang keras oleh Allah SWT, Bahkan hukumnya Haram ! bagi siapa diantara kalian yang berusaha memecah belah Islam.

Dr Zakir naik juga mengutip dari ayat suci Al-Quran surat Al-An’am [159] :

 {” Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-nya dan mereka menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu (muhammad) terhadap mereka. Sesungguh-nya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah SWT, Selanjutnya Allah SWT akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.”}.
Jadi, terpecah-belah dan membuat group sendiri-sendiri hukumnya HARAM !. tutur Dr Zakir Naik tersebut.
Bagaimana  kelanjutan-nya menurut Dr Zakir Naik, Langsung saja mari simak (putar) Video di bawah ini mengenai Pesan Dr Zakir Naik Tentang Islam Nusantara :




MENGATASI OSTEOPOROSIS DENGAN RAMUAN SEDERHANA www.tematik2015.blogspot.com

mengatasi OSTEOPOROSIS dengan ramuan sederhana...
(dari miiis tetangga)
OSTEOPOROSIS UNTUK MANULA
============================
'Kesaksian' & 'Kesehatan', mudah2an menjadikan manfaat bagi semuanya...
Saat aku membawa mami (saat itu beliau umur 82 th) ikut dgnku ke Bdg.. 2 hari kemudian, kulihat mami jalannya agak bungkuk, ketika kutanya, mami masih bilang "ga apa2"..
Seminggu kemudian kutanya lagi (krn kulihat semakin tdk wajar), mami baru mengatakan terasa sakit dipunggungnya.. Aku bawa mami ke Dr internis tulang. Dirujuk utk di scan di RS; hasilnya ternyata ruas ke 5 tulang belakang ada yg 'melesak/amblas'; ada 2 pilihan kata Dr: dioperasi (tapi Dr tdk menyarankan, 40:60 krn faktor usia) or diinfus & terapi utk memperkuat jaringan tulang..
Seminggu 2x diinfus & terapi (biayanya mahal bagiku, terutama infusnya); Sebulan treatment ini, bukannya baikan tapi malah memburuk, sampai mami bilang: "ga mau lagi ditreatment", krn dia menyadari akan sangat memberatkan aku & anak/istriku, sedangkan u recoverynya tdk ada kepastian..Wah stress berat aku merasakan ini..
Aku coba ganti Dr. hasilnya dikatakan memang sulit, krn sdh umur & Osteoporosis yg sdh agak akut + ada syaraf yg terkena, paling diberi vitamin & obat penahan rasa nyeri...
Setelah 2 mgg, semakin parah, mamiku bilang terasa sakit juga di pahanya, sehingga tdk kuat utk berjalan.. Semakin stress kurasakan... Hanyallah BERDOA yg dpt kulakukan..
Seminggu kemudian mami bilang, ingin mencoba tips kesehatan yg KEBETULAN dibacanya pada sisipan artikel kecil (hanya 4 baris) di salah 1 buku renungan itu; isinya tips kesehatan kaitan osteoporosis...
Tipsnya : "Rebuslah 7 lembar daun salam + 1 bh bawang bombay yg di-iris2, yg airnya dr 2 gelas direbusnya menjadi tinggal 1 gelas,..
Air rebusannya diminum setiap hari.. (daun salam+irisan bawang bombainya tdk ikut diminum)"
Dan apa yg terjadi? 3 hari setelahnya mami sdh dpt berjalan lagi, seminggu kemudian berjlnnya sdh cepat & rasa sakitnya baik dipaha maupun di punggung jadi hilang...
Sejak itu minum terus racikan tsb, bahkan setiap pagi mami (sekarang 88 th) lakukan treadmill yg injakan kaki naik turun itu, rutin s/d sekarang...
"Sungguh LUAR BIASA . Dan sejak itu, aku sendiri juga ikut meminumnya, dan +/- sebulan kemudian, sakit "boyokku"(kalo bangun tidur sakit sekali) & pergelangan kaki yg sering terasa spt terkilir & kalau berjalan juga terasa 'berat' itu semua hilang rasa sakitnya, bahkan s/d sekarang lari keliling komplex juga masih OK..
Semoga tips ini menjadi inspirasi sahabat utk hidup lebih sehat dg cara yg sederhana & terjangkau...silakan mencoba
semoga bermanfaat.....
Dari milis sebelah

Saturday, September 26, 2015

HAJI/UMROH, WISATA MUSLIM www.tematik2015.blogspot.com




PT CHERIA WISATA
Gedung Twin Lt3
Jl. Kapten P. Tendean no 82
Mampang Prapatan
 Jakarta Selatan

Tel: 021-7900201/ 021-700216 (hunting)
Fax: 021-79182408
Email: info@cheria-travel.com
www.cheria-travel.com






IZIN USAHA
Legalitas Cheria Halal Wisata Tour and Travel :
TDP 36/2014 Tanggal 7 Januari 2013 Dinas Pariwisata DKI Jakarta
Member International Air Transport Association (IATA) dengan Nomor
15314132
Izin Penyelenggara Ibadah Haji Khusus Konsorsium Madinah Iman Wisata 
Nomor 118 Tahun 2015
Izin Haji & Umroh Konsorsium Madinah Iman Wisata Nomor D/70/2015

PAKET-PAKET WISATA
Pelayanan ONLINE untuk Pendaftaran, Visa, Pembayaran, dll
Jenis Wisata, Klik: SELANJUTNYA

<meta NAME=”Description” CONTENT=”Kumpulan Tematik Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Hadits serta Artikel-Artikel Menarik, Haji/Umroh, Wisata Muslim. TIDAK BERPOLITIK, baik untuk dibaca semua kalangan”> <title> <head> <meta NAME=”keywords” CONTENTS=” Dr. Yamin Hasibuan, Artikel, Ayat-Ayat Suci Al Quran, Cheria Wisata”<head> <meta name =”robot” content=”index”> <meta name=”robot” content=follow”

Thursday, September 24, 2015

JAGA & PELIHARA DIRI www.tematik2015.blogspot.com

JAGA & LINDUNGI DIRI
Agar supaya kita selalu terjaga & terlindungi dari berbagai gangguan dan hasutan iblis yang tidak henti-henti, serta juga mampu menghadapi segala bentuk ujian dan cobaan-Nya, maka penuhilah hak-Nya terlebih dahulu, yakni hak untuk senantiasa diingat.

Allah ber-Firman :

“Karena itu, INGATLAH KAMU KEPADA-KU, NISCAYA AKU AKAN INGAT PULA KEPADAMU, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku”.[Al-Baqarah 152]
Rasulullah ber-sabda:
“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku maka Aku akan mengingatnya”.
Oleh sebab itu ber-dzikir selalu untuk memenuhi hak-Nya, agar kita selalu terjaga & terlindungi.
●| Dzikir setiap saat.

Allah ber-Firman :

“MAKA APABILA KAMU TELAH MENYELESAIKAN SHALATMU, INGATLAH ALLAH DIWAKTU BERDIRI, DIWAKTU DUDUK DAN DIWAKTU BERBARING. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu sebagaimana biasa. Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang ber-Iman”.[An-Nisā' 103]
●| Dzikir agar terhindar dari kesesatan.

Allah ber-Firman :

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk menerima agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya sama dengan orang yang membatu hatinya? MAKA KECELAKAAN YANG BESARLAH BAGI MEREKA YANG TELAH MEMBATU HATINYA UNTUK MENGINGAT ALLAH. MEREKA ITU DALAM KESESATAN YANG NYATA”.[Az-Zumar 22]
●| Dzikir sebanyak-banyaknya.

Allah ber-Firman :

“Hai orang-orang yang ber-Iman, berdzikirlah dengan menyebut nama Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya”.[Al-'Aĥzāb 41]
●| Dzikir tanpa pernah terlalaikan.

Allah ber-Firman :

“Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan JANGANLAH KAMU TERMASUK ORANG-ORANG YANG LALAI”.[Al-'A`rāf 205]
●| Dzikir untuk ketenteraman.

Allah ber-Firman :

“Orang-orang yang ber-Iman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.[Ar-Ra`d 28]
Senantiasalah mengingat-Nya dengan ber-dzikir secara terus menerus agar selalu terjaga & terlindungi.

Allah ber-Firman :

“Katakanlah : "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari takdir Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah”.[Al-'Aĥzāb 17]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“SESUNGGUHNYA PELINDUNGKU IALAH ALLAH YANG TELAH MENURUNKAN AL QURAN dan Dia melindungi orang-orang yang saleh”.[Al-'A`rāf 196]
“Maka kepada perkataan apakah selain Al Quran ini mereka akan ber-Iman?”.[Al-Mursalāt 50]
Semoga kita semua tergolong orang-orang yang selalu ber-dzikir untuk mengingat-Nya, agar kita terjaga & terlindungi dari segala bentuk godaan serta hasutan iblis dan ketika menghadapi segala bentuk ujian & cobaan-Nya.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun -
Wa'Salaamun ala Mursaliin-
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin.
★ SELAMAT BER-IBADAH ★

JAUHI-LAH KE-SEDIH-AN DENGAN BER-SERAH DIRI KEPADA ALLAH www.tematik2015.blogspot.com

JAUHI-LAH KE-SEDIH-AN DENGAN BER-SERAH DIRI KEPADA ALLAH
Dalam Al Quran tersurat agar kita selalu Tegar dan jauh dari ke-SEDIH-an ketika kita tengah mengalami bermacam kesulitan, serta ber-Serah Diri-lah kepada Allah.

Allah ber-Firman :

“Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu”.[Al-'Ikhlāş 2]
Ke-SEDIH-an adalah perbuatan sia-sia yang justru akan melemahkan kita dalam ber-Ibadah, malas ber-Amal Saleh, mudah putus asa serta akan timbul rasa pesimis, padahal disetiap kesulitan pastilah akan ada kemudahan serta kelapangan.

Allah ber-Firman :

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang ber-Iman”.['Āli `Imrān 139]
“Dan Kami tinggikan bagimu sebutan nama-mu,....Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada ke-mudahan,....sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”.[Ash-Sharĥ 4-6]
“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. ALLAH KELAK AKAN MEMBERIKAN KELAPANGAN SESUDAH KESEMPITAN”.[Aţ-Ţalāq 7]
Jangan larut dalam ke-SEDIH-an karena tersurat dalam Al-Quran bahwa disetiap kesulitan akan selalu ada doa serta petunjuk-Nya.
Selain itu hendaknya kita selalu yakin bahwa Allah tidak mungkin akan membebani kita diluar batas kesanggupan.

Allah ber-Firman :

“Atau SIAPAKAH YANG MEMPERKENANKAN DOA ORANG YANG DALAM KESULITAN APABILA IA BER-DOA KEPADA-NYA, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu manusia sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan yang lain ? Amat sedikitlah kamu mengingati-Nya”.[An-Naml 62]
“Kami berfirman : "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati”.[Al-Baqarah 38]
“Dan orang-orang yang ber-Iman dan mengerjakan Amal-Amal yang Saleh, KAMI TIDAK MEMIKULKAN KEWAJIBAN KEPADA DIRI SESEORANG MELAINKAN SEKEDAR KESANGGUPANNYA, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya".[Al-'A`rāf 42]
Tinggalkan segala ke-SEDIH-an dan berusahalah diatas segala kesulitan, sesudah itu kembalikan semua urusan kepada-Nya dan ber-tawakkal-lah kepada-Nya.

Allah ber-Firman :

“Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Dan hanya kepada Allah dikembalikan semua urusan”.[Al-Ĥaj 76]
“Katakanlah : "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang ber-Iman harus ber-Tawakal".[At-Tawbah 51]
Sebab itu jauhilah ke-SEDIH-an yang tidak berguna.
Sebaliknya tetap ber-semangat dalam mencari jalan keluar atas segala kesulitan, karena Dia Maha Pengatur Segalanya.

Allah ber-Firman :

“Kamu tidak menyembah yang selain Allah, kecuali hanya menyembah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. KEPUTUSAN ITU HANYALAH KEPUNYAAN ALLAH. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.[Yūsuf 40]
“Dan mereka mendutakan Nabi dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang TIAP-TIAP URUSAN TELAH ADA KETETAPANNYA”.[Al-Qamar 3]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluan-nya. SESUNGGUHNYA ALLAH MELAKSANAKAN URUSAN YANG DIKEHENDAKI-NYA. SESUNGGUHNYA ALLAH TELAH MENGADAKAN KETENTUAN BAGI TIAP-TIAP SESUATU”.[Aţ-Ţalāq 3]
Semoga kita mampu untuk menjauh dari segala ke-SEDIH-an, serta selalu optimis dalam mencari jalan keluar atas segala kesulitan.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...
Wa'Salaamun alla Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★ SELAMAT BER-IBADAH PUASA ★

Wednesday, September 23, 2015

HARI RAYA QURBAN www.tematik2015.blogspot.com

Hari ini 10 Julhijjah atau 24 Sep 2015 para jemaah haji di Mekah menyelesaikan seluruh peroses haji, sedangkan umat Muslim di seluruh dunia, ikut merayakan yang diakhiri dengan penyemblihan hewan qurban. 

Bagaimana syarat-syarat hewan qurban, siapa saja yang boleh mendapat daging qurban, bagaiman cara menyemblihnya? 
Untuk menjawab pertanyaan itu, di bawah ini  saya copas info dari google yang menurut pendapat saya sesui dengan pencerahan yang pernah saya dengar di pengajian.

Copy Paste (copas).



Syarat-Syarat Hewan Kurban Dan Hewan Kurban Yang Utama Dan Yang Dimakruhkan
Senin, 26 Desember 2005 08:52:35 WIB
Kategori : Fiqih : Kurban & Aqiqah 

SYARAT-SYARAT HEWAN KURBAN

Oleh
Dr Abdullah bin Muhammad Ath-Thayyar

Kurban memiliki beberapa syarat yang tidak sah kecuali jika telah memenuhinya, yaitu.

1. Hewan kurbannya berupa binatang ternak, yaitu unta, sapi dan kambing, baik domba atau kambing biasa.

2. Telah sampai usia yang dituntut syari’at berupa jaza’ah (berusia setengah tahun) dari domba atau tsaniyyah (berusia setahun penuh) dari yang lainnya.

a. Ats-Tsaniy dari unta adalah yang telah sempurna berusia lima tahun
b. Ats-Tsaniy dari sapi adalah yang telah sempurna berusia dua tahun
c. Ats-Tsaniy dari kambing adalah yang telah sempurna berusia setahun
d. Al-Jadza’ adalah yang telah sempurna berusia enam bulan

3. Bebas dari aib (cacat) yang mencegah keabsahannya, yaitu apa yang telah dijelaskan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

a. Buta sebelah yang jelas/tampak
b. Sakit yang jelas.
c. Pincang yang jelas
d. Sangat kurus, tidak mempunyai sumsum tulang

Dan hal yang serupa atau lebih dari yang disebutkan di atas dimasukkan ke dalam aib-aib (cacat) ini, sehingga tidak sah berkurban dengannya, seperti buta kedua matanya, kedua tangan dan kakinya putus, ataupun lumpuh.

4. Hewan kurban tersebut milik orang yang berkurban atau diperbolehkan (di izinkan) baginya untuk berkurban dengannya. Maka tidak sah berkurban dengan hewan hasil merampok dan mencuri, atau hewan tersebut milik dua orang yang beserikat kecuali dengan izin teman serikatnya tersebut.

5. Tidak ada hubungan dengan hak orang lain. Maka tidak sah berkurban dengan hewan gadai dan hewan warisan sebelum warisannya di bagi.

6. Penyembelihan kurbannya harus terjadi pada waktu yang telah ditentukan syariat. Maka jika disembelih sebelum atau sesudah waktu tersebut, maka sembelihan kurbannya tidak sah. [1]

HEWAN KURBAN YANG UTAMA DAN YANG DIMAKRUHKAN

Yang paling utama dari hewan kurban menurut jenisnya adalah unta, lalu sapi. Jika penyembelihannya dengan sempurna, kemudian domba, kemudian kambing biasa, kemudian sepertujuh unta, kemudian sepertujuh sapi.

Yang paling utama menurut sifatnya adalah hewan yang memenuhi sifat-sifat sempurna dan bagus dalam binatang ternak. Hal ini sudah dikenal oleh ahli yang berpengalaman dalam bidang ini. Di antaranya.

a. Gemuk
b. Dagingnya banyak
c. Bentuk fisiknya sempurna
d. Bentuknya bagus
e. Harganya mahal

Sedangkan yang dimakruhkan dari hewan kurban adalah.

1. Telinga dan ekornya putus atau telinganya sobek, memanjang atau melebar.
2. Pantat dan ambing susunya putus atau sebagian dari keduanya seperti –misalnya putting susunya terputus-
3. Gila
4. Kehilangan gigi (ompong)
5. Tidak bertanduk dan tanduknya patah

Ahli fiqih Rahimahullah juga telah memakruhkan Al-Adbhaa’ (hewan yang hilang lebih dari separuh telinga atau tanduknya), Al-Muqaabalah (putus ujung telinganya), Al-Mudaabirah (putus dari bagian belakang telinga), Asy-Syarqa’ (telinganya sobek oleh besi pembuat tanda pada binatang), Al-Kharqaa (sobek telinganya), Al-Bahqaa (sebelah matanya tidak melihat), Al-Batraa (yang tidak memiliki ekor), Al-Musyayya’ah (yang lemah) dan Al-Mushfarah [2, 3]

DAGING KURBAN YANG DIMAKAN, DIHADIAHKAN DAN DISHADAQAHKAN

Disunnahkan bagi orang yang berkurban untuk memakan sebagian hewan kurbannya, menghadiahkannya dan bershadaqah dengannya. Hal ini adalah masalah yang lapang/longgar dari sisi ukurannya. Namun yang terbaik menurut kebanyakan ulama adalah memakan sepertiganya, menghadiahkan sepertiganya dan bershadaqah sepertiganya.

Tidak ada perbedaan dalam kebolehan memakan dan menghadiahkan sebagian daging kurban antara kurban yang sunnah dan kurban yang wajib, dan juga tidak ada perbedaan antara kurban untuk orang hidup, orang yang wafat atau wasiat.

Diharamkan menjual bagian dari hewan kurban baik dagingnya, kulitnya atau bulunya dan tidak boleh juga memberi sebagian dari hewan kurban tersebut kepada jagalnya sebagai upah penyembelihan, karena hal itu bermakna jual beli.[4]

Ibnu Hazm Rahimahullah berpendapat lebih jauh dari itu, sampai ia menetapkan kewajiban memakan sebagian hewan kurbannya, ia mengatakan, “Diwajibkan atas setiap orang yang berkurban untuk memakan sebagian hewan kurbannya dan itu harus dilakukan walaupun hanya sesuap atau lebih. Juga diwajibkan bershadaqah darinya dengan sesukanya, baik sedikit atau pun banyak dan itu harus, dan dimubahkan memberi makan kepada orang kaya dan kafir dan menghadiahkan sebagiannya jika ia berkeinginan untuk itu.” [5]

[Disalin dari kitab Ahkaamul Iidain wa Asyri Dzil Hijjah, Edisi Indonesia Lebaran Menurut Sunnah Yang Shahih, Penulis Dr Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar, Penerjemah Kholid Syamhudi Lc, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
_______
Footnote
[1]. Lihat Bidaayatul Mujtahid (I/450), Al-Mugni (VIII/637) dan setelahnya, Badaa’I’ush Shana’i (VI/2833) dan Al-Muhalla (VIII/30).
[2]. Para ulama berselisih tentang makna al-Mushfarah, ada yang menyatakan bahwa ia adalah hewan yang terputus seluruh telinganya dan ada yang mengatakan bahwa ia adalah kam-bing yang kurus. Lihat Nailul Authar (V/123).-pen.
[3]. Para ulama berselisih tentang makna Al-Mushfarah, ada yang menyatakan bahwa ia adalah hewan yang terputus seluruh telinganya dan ada yang mengatakan bahwa ia adalah kambing yang kurus. Lihat Nailul Authar (V/123) .-pent
[4]. Al-Mughni dengan Syarh al-Kabiir (XI/109), Tuhfatul Fuqa-haa’ (III/135) dan Shahiih Muslim bi Syarh an-Nawawi (XIII/ 130).
[5]. Al-Muhalla (VIII/54).

Tata Cara Menyembelih Hewan Qurban Sesuai Sunnah Nabi Saw.


 Setiap tahun umat Islam di seluruh penjuru dunia yang memiliki kemampuan dan kesempatan berqurban, tentu tidak akan menyia-nyiakan amalan tersebut. Karena begitu besar nilai dan pahala di sisi Allah Ta’ala, sebagai sarana untuk taqarrub kepada-Nya. Namun, tidak sedikit diantara kaum Muslimin yang belum mengerti dan memahami tentang tatacara penyembelihan hewan qurban yang dicontohkan dan dianjurkan oleh Rasulullah saw. Berikut ini diketengahkan tentang tatacara penyembelihan hewan qurban yang disyari’atkan Rasulullah saw.
Tata Cara Menyembelih Hewan Ada 2:
Cara Pertama,
Nahr [arab: نحر], menyembelih hewan dengan melukai bagian tempat kalung (pangkal leher), ini adalah cara menyembelih hewan unta.
Allah berfirman,
وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُم مِّن شَعَائِرِ الله لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ الله عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا
Telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu bagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah… (QS. Al Haj: 36)
Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma menjelaskan ayat di atas, (untanya) berdiri dengan tiga kaki, sedangkan satu kaki kiri depan diikat. (Tafsir Ibn Katsir untuk ayat ini)
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, beliau mengatakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat menyembelih unta dengan posisi kaki kiri depan diikat dan berdiri dengan tiga kaki sisanya. (HR. Abu daud dan disahihkan Al-Albani).
Cara Kedua,
Dzabh [arab: ذبح], menyembelih hewan dengan melukai bagian leher paling atas (ujung leher). Ini cara menyembelih umumnya binatang, seperti kambing, ayam, dst.
Pada bagian ini kita akan membahas tata cara Dzabh, karena Dzabh inilah cara menyembelih yang banyak dipraktikkan di Indonesia dan di beberapa tempat lainnya.
Beberapa Adab yang Perlu Diperhatikan:
1.       Hendaknya yang menyembelih adalah shohibul qurban sendiri, jika dia mampu. Jika tidak maka bisa diwakilkan orang lain, dan shohibul qurban disyariatkan untuk ikut menyaksikan.
2.       Gunakan pisau yang setajam mungkin. Semakin tajam, semakin baik. Ini berdasarkan hadits dari Syaddad bin Aus radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْح وَ ليُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan ihsan, jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisaunya dan menyenangkan sembelihannya.” (HR. Muslim).
3.       Tidak mengasah pisau dihadapan hewan yang akan disembelih. Karena ini akan menyebabkan dia ketakutan sebelum disembelih. Berdasarkan hadits dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma,
أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحَدِّ الشِّفَارِ ، وَأَنْ تُوَارَى عَنِ الْبَهَائِمِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengasah pisau, tanpa memperlihatkannya kepada hewan.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah ).
Dalam riwayat yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seseorang yang meletakkan kakinya di leher kambing, kemudian dia menajamkan pisaunya, sementar binatang itu melihatnya. Lalu beliau bersabda (artinya): “Mengapa engkau tidak menajamkannya sebelum ini ?! Apakah engkau ingin mematikannya sebanyak dua kali?!.” (HR. Ath-Thabrani dengan sanad sahih).
4.       Menghadapkan hewan ke arah kiblat.
Disebutkan dalam Mausu’ah Fiqhiyah:
Hewan yang hendak disembelih dihadapkan ke kiblat pada posisi tempat organ yang akan disembelih (lehernya) bukan wajahnya. Karena itulah arah untuk mendekatkan diri kepada Allah. (Mausu’ah Fiqhiyah Kuwaitiyah, 21:196).
Dengan demikian, cara yang tepat untuk menghadapkan hewan ke arah kiblat ketika menyembelih adalah dengan memosisikan kepala di Selatan, kaki di Barat, dan leher menghadap ke Barat.
5.       Membaringkan hewan di atas lambung sebelah kiri.
Imam An-Nawawi mengatakan,
Terdapat beberapa hadits tentang membaringkan hewan (tidak disembelih dengan berdiri, pen.) dan kaum muslimin juga sepakat dengan hal ini. Para ulama sepakat, bahwa cara membaringkan hewan yang benar adalah ke arah kiri. Karena ini akan memudahkan penyembelih untuk memotong hewan dengan tangan kanan dan memegangi leher dengan tangan kiri. (Mausu’ah Fiqhiyah Kuwaitiyah, 21:197).
Penjelasan yang sama juga disampaikan Syekh Ibnu Utsaimin. Beliau mengatakan, “Hewan yang hendak disembelih dibaringkan ke sebelah kiri, sehingga memudahkan bagi orang yang menyembelih. Karena penyembelih akan memotong hewan dengan tangan kanan, sehingga hewannya dibaringkan di lambung sebelah kiri. (Syarhul Mumthi’, 7:442).
6.       Menginjakkan kaki di leher hewan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berqurban dengan dua ekor domba. Aku lihat beliau meletakkan meletakkan kaki beliau di leher hewan tersebut, kemudian membaca basmalah …”. (HR. Bukhari dan Muslim).
7.       Bacaan ketika hendak menyembelih.
Beberapa saat sebelum menyembelih, harus membaca basmalah. Ini hukumnya wajib, menurut pendapat yang kuat. Allah berfirman,
وَ لاَ تَأْكُلُواْ مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ الله عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ..
Janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. (QS. Al-An’am: 121).
8.      Dianjurkan untuk membaca takbir (Allahu akbar) setelah membaca basmalah
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallampernah menyembelih dua ekor domba bertanduk,…beliau sembelih dengan tangannya, dan baca basmalah serta bertakbir…. (HR. Al Bukhari dan Muslim).
9.       Pada saat menyembelih dianjurkan menyebut nama orang yang jadi tujuan diqurbankannya hewan tersebut.
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, bahwa suatu ketika didatangkan seekor domba. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih dengan tangan beliau. Ketika menyembelih beliau mengucapkan, ‘bismillah wallaahu akbar, ini qurban atas namaku dan atas nama orang yang tidak berqurban dari umatku.’” (HR. Abu Daud, At-Turmudzi dan disahihkan Al-Albani).
Setelah membaca bismillah Allahu akbar, dibolehkan juga apabila disertai dengan bacaan berikut:
hadza minka wa laka.” (HR. Abu Dawud, no. 2795) atau hadza minka wa laka ’anniatau ’an fulan (disebutkan nama shohibul qurban). Jika yang menyembelih bukanshohibul qurban atau berdoa agar Allah menerima qurbannya dengan doa, ”Allahumma taqabbal minni atau min fulan (disebutkan nama shohibul qurban).”
Catatan: Bacaan takbir dan menyebut nama sohibul qurban hukumnya sunnah, tidak wajib. Sehingga kurban tetap sah meskipun ketika menyembelih tidak membaca takbir dan menyebut nama sohibul qurban.
10.   Disembelih dengan cepat untuk meringankan apa yang dialami hewan kurban. Sebagaimana hadits dari Syaddad bin Aus di atas.

11.  Pastikan bahwa bagian tenggorokan, kerongkongan, dua urat leher (kanan-kiri) telah pasti terpotong. Syekh Abdul Aziz bin Baz menyebutkan bahwa penyembelihan yang sesuai syariat itu ada tiga keadaan (dinukil dari Salatul Idain karya Syekh Sa’id Al-Qohthoni):
a.  Terputusnya tenggorokan, kerongkongan, dan dua urat leher. Ini adalah keadaan yang terbaik. Jika terputus empat hal ini maka sembelihannya halal menurut semua ulama.
b.  Terputusnya tenggorokan, kerongkongan, dan salah satu urat leher. Sembelihannya benar, halal, dan boleh dimakan, meskipun keadaan ini derajatnya di bawah kondisi yang pertama.
c.  Terputusnya tenggorokan dan kerongkongan saja, tanpa dua urat leher. Status sembelihannya sah dan halal, menurut sebagian ulama, dan merupakan pendapat yang lebih kuat dalam masalah ini. Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Selama mengalirkan darah dan telah disebut nama Allah maka makanlah, asal tidak menggunakan gigi dan kuku.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
12.  Sebagian ulama menganjurkan agar membiarkan kaki kanan bergerak, sehingga hewan lebih cepat meregang nyawa. Imam An-Nawawi mengatakan, “Dianjurkan untuk membaringkan sapi dan kambing ke arah kiri. Demikian keterangan dari Al-Baghawi dan ulama Madzhab Syafi’i. Mereka mengatakan, “Kaki kanannya dibiarkan…(Al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 8:408)
13.  Tidak boleh mematahkan leher sebelum hewan benar-benar mati.
Para ulama menegaskan, perbuatan semacam ini hukumnya dibenci. Karena akan semakin menambah rasa sakit hewan qurban. Demikian pula menguliti binatang, memasukkannya ke dalam air panas dan semacamnya. Semua ini tidak boleh dilakukan kecuali setelah dipastikan hewan itu benar-benar telah mati.
Dinyatakan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, “Para ulama menegaskan makruhnya memutus kepala ketika menyembelih dengan sengaja. Khalil bin Ishaq dalamMukhtashar-nya untuk Fiqih Maliki, ketika menyebutkan hal-hal yang dimakruhkan pada saat menyembelih, beliau mengatakan,
“Diantara yang makruh adalah secara sengaja memutus kepala” (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 93893).
Pendapat yang kuat bahwa hewan yang putus kepalanya ketika disembelih hukumnya halal.
Imam Al-Mawardi –salah satu ulama Madzhab Syafi’i– mengatakan, “Diriwayatkan dari Imran bin Husain radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau ditanya tentang menyembelih burung sampai putus lehernya? Sahabat Imran menjawab, ‘boleh dimakan.”
Imam Syafi’i mengatakan,
“Jika ada orang menyembelih, kemudian memutus kepalanya maka statusnya sembelihannya sah” (Al-Hawi Al-Kabir, 15:224).
Sebagai tambahan, berdasarkan pengalaman dan pengamatan di tempat penyembelihan hewan qurban, terutama di wilayah-wilayah perdesaan dan kampung, ternyata masyarakat masih kesulitan dan perlu waktu cukup lama untuk menjatuhkan/merobohkan hewan qurban yang berbentuk sapi atau sejenisnya. Tidak jarang hewan-hewan qurban tersebut meronta-ronta karena ditarik dengan tali/tambang sehingga memungkinkan sebagian tubuhnya terluka, bahkan juga suka terjadi hewan qurban mengamuk dan kabur.
Berikut ini kami sertakan video tatacara merobohkan/menjatuhkan hewan qurban yang sangat mudah, tidak melukai dan membuat hewan qurban stress, serta tidak memakan waktu lama (tidak sampai 2 menit). Teknik ini sudah kami terapkan, dimana sebelumnya kami juga mengalami kejadian-kejadian seperti disebutkan tadi. Semoga bermanfaat dan barokah.

Simak juga Video ini.


FOTO DOKUMENTASI