BER-IMAN & BER-TAQWA
Waktu berjalan dengan cepat, hendaknya kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, antara lain dengan membaca dan memahami ayat-ayat Al-Quran; sehingga kita mampu menjadi orang yang ber-Taqwa.
Allah ber-Firman :
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. SESUNGGUHNYA ORANG YANG PALING MULIA DIANTARA KAMU DISISI ALLAH IALAH ORANG YANG PALING TAQWA DIANTARA KAMU. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".[Al-Ĥujurāt 13]
Banyak definisi mengenai Taqwa, antara lain "mencegah dari sesuatu yang dibenci dan dilarang, menjaga diri dari perbuatan maksiat, meninggalkan perbuatan keji dan dosa-dosa besar, mengerjakan ketaatan dan menjauhi perbuatan buruk dan keji".
Singkatnya, Taqwa adalah melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya yang tersurat dalam kitab suci Al-Quran.
Allah ber-Firman :
“Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan membawa kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya”.[Az-Zumar 2]
“Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan ber-Taqwa-lah agar kamu diberi Rahmat”.[Al-'An`ām 155]
Maka seseorang yang belum ber-Iman kepada Al-Quran adalah mustahil dapat menjadi orang yang ber-Taqwa, sebab itu sempurnakanlah ke-Iman-an terlebih dahulu agar dapat menjadi orang yang ber-Taqwa, yang taat dan patuh kepada semua aturan-Nya dalam Al-Quran.
Allah ber-Firman :
“Hai orang-orang yang ber-iman, ber-taqwalah kamu kepada Allah”.[Al-Ahzab 70]
"HAI ORANG-ORANG YANG BER-IMAN, BER-TAQWA-LAH KEPADA ALLAH SEBENAR-BENAR TAQWA KEPADA-NYA; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan ber-Agama Islam".['Āli `Imrān 102]
Taqwa adalah bekal hidup paling berharga dalam diri seseorang yang ber-Iman dan juga yang ber-akal, sebab itu tingkatkanlah ke-Taqwa-an agar termasuk golongan yang beruntung.
Allah ber-Firman :
“Musim Haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan Haji, maka tidak boleh Rafats, berbuat Fasik dan ber-Bantah-Bantahan di dalam masa mengerjakan Haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. BER-BEKAL-LAH, DAN SESUNGGUHNYA SEBAIK-BAIK BEKAL ADALAH TAQWA, dan ber-Taqwa-lah kepada-Ku hai orang-orang yang ber-Akal”.[Al-Baqarah 197]
“Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka BER-TAQWA-LAH KEPADA ALKAH HAI ORANG-ORANG BERAKAL, AGAR KAMU MENDAPAT KEBERUNTUNGAN."”.[Al-Mā'idah 100]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
Allah ber-Firman :
“Tetapi orang-orang yang ber-Taqwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya”.[Az-Zumar 20]
Semoga Renungan ini dapat mengingatkan kita untuk tetap ber-Iman kepada Al-Quran dan menjadi orang yang ber-Taqwa, sehingga kelak kita dapat memperoleh kebahagiaan di-dunia dan di-akhirat, sesuai dengan janji-Nya.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...
Wa'Salaamun alla Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin.
★SELAMAT BER-IBADAH★
No comments :
Post a Comment