WASIAT DARI ASY SYAIKH AL 'ALLAMAH AL HABIB
ZAYN BIN IBRAHIM BIN SUMAYTH TENTANG BAGAIMANA TARHIB (MENYAMBUT DAN
MENGGEMARKAN ATAS) BULAN RAMADHAN
Wasiat tentang Ramadhan dari Al Habib Zain bin Smith semoga beliau di
jaga allah dari segala keburukan
1) MENJAGA PUASA KALIAN
SEPERTI KALIAN MENJAGA HARTA YANG PALING BERHARGA KALIAN.
Dan maksud daripada menjaga
puasa menjaganya dari apa-apa yg membatalkannya dan membatalkan pahalanya, dan
apa-apa yg membatalkan puasa sudah jelas kita semua mengetahuinya yaitu makan
minum dan lain sebagainya,dan sesuatu yg membatalkan pahalanya seperti
berbohong menggunjing orang lain dan semua yg di benci oleh allah, maka itu
tidak membatalkan puasa tapi iitu membatalkan pahalanya maka rasa capek
berpuasa menjadi sia-sia seperti yg di sebutkan dalam hadist "berapa
banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan darinya kecuali rasa lapar dan
haus dan berapa banyak yang bangun malam tiddk mendapatkan apa-apa kecuali
capek dan begadang."
Maka sudah seharusnya orang
yang berpuasa tidak memusuhi orang lain atau berdebat atau mengucapkan
kata-kata kotor akan tetapi menyibukkan waktu-waktunya untuk mendekatkan diri
kepada allah karna amalan-amalan di bulan ramadhan di lipat gandakan, dan wajib
atas seseorang juga untuk menghilangkan penghalang-penghalang yang menghalangi
datang nya rahmat seperti durhaka kepada orang tua dan dendam kepada orang lain
dan memutus silaturrahmi maka siapa yang ada padanya sifat-sifat ini akan
berlalu malam-malam ramadhan dan malam lailatul qodar sedang kan dia termasuk
yang di haramkan dari kebaikan-kebaikan dan barokah ,pemberian yg di turunkan
di bulan ramadan
2) SELALU BERUSAHA MENJAGA
QIYAM DI BULAN RAMADHAN.
Dalam hal ini arti qiyam
itu sendiri kita di wasiatkan untuk selalu menjaga sholat tarawih kita dari
malam pertama sampai malam terakhir di bulan ramadhan ini jangan sampai ada
yang bolong, beserta menjaga untuk selalu sholat berjamaah khususnya sholat isya'
dan shubuh, karena barang siapa menjaga hal itu maka dia telah mendapatkan
nasibnya dari malam lailatul qodar...
3) MENYAMBUT DENGAN
BERGEMBIRA AKAN PEMBERIAN DAN FADHILAH2 DARI ALLAAH SWT.
Dikarenakan arak-arakan
(berisi berbagai anugerah) Allah akan digelar pada bulan Ramadhan setiap malam
dimulai dari terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar, sedangkan pada selain
bulan Ramadhan digelar mulai waktu sahar (sebelum terbit fajar) saja..
Tiap orang hendaknya
menyambut akan berbagai anugerah-anugerah dan pemberian-pemberian Allah tsb,
sedangkan menyambut akan pemberian-pemberian Allah tersebut dapat dilakukan
dengan 3 hal:
1. Dengan selalu berusaha
dan bersungguh-sungguh dalam (menggapai) ridho Allah yang Maha Tinggi dan Maha
Kuasa, Allah SWT berfirman:
((Dan barangsiapa yang
berjihad (berusaha dengan sungguh-sungguh) maka sesungguhnya jihadnya itu untuk
dirinya sendiri)).
{Hendaknya engkau berusaha
dengan sungguh-sungguh maka niscaya engkau akan melihat (hasilnya), dan
ambillah kesempatan untuk mendapatkan janji (Allah) berupa petunjuk, yaitu
petunjuk yang telah disebutkan dalam ayat pada surat Al Ankabut}.
Rasulullah SAW
bersungguh-sungguh dalam beramal pada bulan Romadhon melebihi pada selain bulan
Ramadhan, beliau lebih bersegera dalam kebaikan melebihi (kecepatan) angin yang
berhembus.
2. Dan menyambut akan
pemberian Allah dapat dilakukan dengan selalu istiqomah dalam pembacaan
wirid-wirid dan dzikir-dzikir yang datang dari Nabi SAW dan para salaf shaleh,
terlebih-lebih dzikir ini yang dianjurkan agar selalu dibaca, (yaitu):
{ أشهد أن لا إله إلا الله
نستغفر الله نسألك الجنة ونعوذ بك من النار }،
Hendaknya tiap orang itu
memperbanyak dzikir tersebut, karena Rasulullah SAW bersabda: ((Hendaknya
kalian memperbanyak empat hal dalam bulan (Romadhon) ini..)), bukan cuma dibaca
sebelum Maghrib saja, namun dibaca 50 kali atau 100 kali atau lebih pada
hari-hari bulan Romadhon. Dibaca baik ketika berjalan maupun ketika duduk
maupun ketika berkendara..
Kaum perempuan juga
membacanya sambil memasak maupun sambil menyapu maupun sambil menyusui
anaknya..
Sedangkan kaum lelaki
membacanya baik ketika beraktivitas maupun ketika bekerja..
Jadi hendaknya seseorang
itu selalu istiqomah dalam membaca dzikir-dzikir yang ma'tsur (datang dari Nabi
SAW atau pasa salaf shaleh) dan menghadiri majlis-majlis, terlebih-lebih majlis
ilmu, karena telah diriwayatkan:
((Barangsiapa yang
menghadiri majlis ilmu pada bulan Ramadhan, maka Allah akan menuliskan pahala
setahun baginya pada setiap langkahnya)).
Oleh karena itu, para salaf
shaleh mengadakan acara-acara Rouhah pada waktu Ashar bulan Romadhon, Al Habib
Muhammad bin Ahmad bin Ahmad Al Muhdhor berkata:
"Meninggalkan Rouhah
adalah merupakan dahaga yang sangat"
Maka seseorang itu
hendaknya berlomba-lomba dan bersegera, Allah SWT berfirman:
((Dan untuk yang demikian
itu hendaknya orang berlomba-lomba)) dan ((Untuk semisal inilah hendaknya
beramallah orang-orang yang mampu beramal)).
3. Begitu juga menyambut
akan pemberian-pemberian Allah dapat dilakukan dengan selalu berusaha untuk
menghilangkan segala penghalang yang dapat menghalangi didapatkannya dan
diturunkannya rahmat, ini adalah hal yang paling penting dan paling besar
ketimbang apa-apa yang telah disebutkan sebelumnya, (penghalang-penghalang
tersebut yaitu) menjauhi 3 hal: durhaka (terhadap orang tua), memutuskan tali
silaturrahim, membenci (saudara semuslim) dan yang lainnya..
Sehingga (apabila hal ini
telah dilaksanakan) maka Romadhon akan berlalu sedangkan dia dalam keadaan yang
terbaik..
Al Imam Asy Sya'roni ra
berkata:
"Dahulu ketika bulan
Romadhon telah lewat, maka mereka menjadi ahli kasyaf dikarenakan mereka
mendapatkan sir (rahasia Ilahi), nur (cahaya Ilahi) dan keberkahan.
Sedangkan Ummat kita, bulan
Romdhon keluar masuk namun kita tidak bertambah sesuatupun dan inilah paling
besarnya musibah..
Ini adalah 3 hal yang aku
wasiatkan kepada kalian agar selalu dilaksanakan, tidak usah banyak2 tapi
benar2 kalian jaga (yaitu) sekali lagi: Melaksanakan puasa, Qiyam Romadhon dan
menyambut berbagai pemberian-pemberian Allah SWT..
Terkahir kami memohon
kepada Allah agar memperbesar bagian kami dan bagian kali dari bulan Romadhon
ini, serta dari kebaikan-kebaikan dan keberkahan-keberkahannya, juga dari
apa-apa yang Allah telah curahkan kepada para orang-orang yang berpuasa dan
menjalankan qiyam Romadhon dengan sempurna, juga semoga Allah memberi bagian
kepada kami dan kalian dengan sebesar-besarnya bagian dari hal tersebut, dan
semoga Allah menuntun kami dan kalian pada sebaik-baiknya jalan serta
mengembalikan lagi bulan ini kepada kami dan kalian dalam sebaik-baiknya
keadaan pada tahun-tahun berikutnya, dan semoga Allah menjadikan bulan ini
sebagai saksi kebaikan kita bukan saksi keburukan kita dan bukti kebaikan kita
bukan bukti keburukan kita, serta menjadikan kita termasuk dari orang-orang
yang dibebaskan dan diselamatkan dari api neraka, dan semoga Allah memberi
kekuatan kepada kita dalam melaksanakan puasa dan qiyam Romadhon dalam keadaan
yang sempurna dan hati yang tenang. Aamiin Allahumma Aamiin..
Wa ila hadhrotin Nabi....
Al Fatihah

No comments :
Post a Comment