RENUNGAN PUASA HARI KE-10
Ber-Ibadah Puasa memberi kita kesempatan untuk melatih diri dengan berbagai Amal Saleh, antara lain berlatih untuk tidak ber-Keluh-Kesah.
Allah ber-Firman :
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.....Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,.....dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir”.[Al-Ma`ārij 19-21]
Orang-orang yang ber-Taqwa, bila berkeinginan merubah keadaannya menjadi lebih baik dapat dilakukannya dengan berbagai ikhtiar. Biasanya akan mengurangi kebiasaan ber-Keluh-Kesah.
Allah ber-Firman :
“Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang ber-Iman kepada Allah dan hari akhirat. BARANGSIAPA BER-TAQWA KEPADA ALLAH NISCAYA DIA AKAN MENGADAKAN BAGINYA JALAN KELUAR.[Aţ-Ţalāq 2]
“Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu tentang masa iddahnya, maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu pula perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan BARANGSIAPA YANG BER-TAQWA KEPADA ALLAH, NISCAYA ALLAH MENJADIKAN BAGINYA KEMUDAHAN DALAM URUSANNYA”.[Aţ-Ţalāq 4]
Sikap pesimis terhadap sebuah masalah, akan memunculkan berbagai keluhan yang justru akan menambah masalah baru, seperti berburuk sangka, atau putus asa.
Allah ber-Firman :
“Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan JANGAN KAMU BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH. SESUNGGUHNYA TIADA BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH, MELAINKAN KAUM YANG KAFIR”.[Yūsuf 87]
“Mereka menjawab : "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, MAKA JANGANLAH KAMU TERMASUK ORANG-ORANG YANG BER-PUTUS ASA”.[Al-Ĥijr 55]
Maanfaatkanlah masa ber-Puasa ini, untuk berlatih meninggalkan kebiasaan mengeluh. Kembalikanlah semua masalah atau kejadian kepada-Nya.
Allah ber-Firman :
“Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; DAN KEPADA ALLAH-LAH DIKEMBALIKAN SEGALA URUSAN”.['Āli `Imrān 109]
Mengeluh pada dasarnya merupakan indikasi kita tidak ber-syukur atas nikmat-Nya. Ini juga merupakan manifestasi dari rasa tidak puas, dan mencerminkan seolah kita tidak menerima ketetapan-Nya. Padahal bila saja kita bersyukur, maka kita akan termasuk golongan yang akan ditambah nikmat-Nya.
Allah ber-Firman :
“Dan ingatlah juga, tatkala Tuhanmu memaklumkan : "SESUNGGUHNYA JIKA KAMU BERSYUKUR, PASTI KAMI AKAN MENAMBAH NIKMAT KEPADAMU, DAN JIKA KAMU MENGINGKARI NIKMAT-KU, MAKA SESUNGGUHNYA AZAB-KU SANGAT PEDIH".['Ibrāhīm 7]
Karena itu tinggalkanlah kebiasaan mengeluh ketika sedang menghadapi berbagai masalah melalui peningkatan kesabaran.
Allah ber-Firman :
“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan BER-SABAR-LAH TERHADAP APA YANG MENIMPA KAMU. SESUNGGUHNYA YANG DEMIKIAN ITU TERMASUK HAL-HAL YANG DIWAJIBKAN OLEH ALLAH”.[Luqman 17]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
Allah ber-Firman :
“Al Quran ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran”.['Ibrāhīm 52]
Semoga puasa kita kelak mampu menjadikan kita orang yang tidak lagi mudah ber-Keluh-Kesah, bahkan mampu melanjutkannya secara istiqamah di bulan-bulan berikutnya.
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★ SELAMAT BER-IBADAH PUASA ★
This comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDelete