Friday, August 14, 2015

UHUWAH ISLAMIYAH www.tamatik2015.blogspot.com

Edisi 683 /Tahun X, Syawal 1436 H
Buletin Dakwah
AR-RISALAH

UKHUWAH ISLAMIYAH

Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara” (QS: Al-Hujurat:10)

Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) adalah suatu jalinan/perpaduan antara dua hati orang-orang beriman, yang tulus ikhlas, sama-sama menikmati; suasana kesetiaan dan kejujuran dalam persahabatan/persaudaraan, saling mendahulukan kepentingan saudara, berat sama dipikul ringan sama dijinjing, senang sama ketawa gembira, susah sama menangis berduka.

Hal-hal Yang Menguatkan Ukhuawah Islamiyah
Pertama.  Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai. Hadts yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabsa: “Ada seorang berada disamping Rasulullah lalu seorang sahabat di depannya. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia, ya Rasulullah. Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya? Orang tersebut menjawab: ‘Blum. Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya.Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanyaseraya berkata: ‘Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah. Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.

Kedua. Memohon didoakan bila berpisah. “Tidak seorang hambamukmin berdoa untuk saudaranya dari kejauhan melainkan Malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H>R> Muslim).

Ketiga. Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa. “Janganlah engaku meremehkan kebaikan(apa saja yang datang dari saudaramu), dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikanlah dia senyum kegembiraan”.

Keempat. Berjabatan tangan bila berjumpa (kecuali non mukhrim). “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah”. (H.R Abu Daud dari Barra)

Kelima. Sering bersilaturrahmi (mengunjungi saudara). Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu, memperhatikan sudar-saudaranya dan membantu keperluan-keperluan , memenuhi hak ukhuwah saudaranya, mengucapkan selamat berkenaan dengan saat keberhasilan.

Keutamaan Ukhuwah Islamiyah.

Pertama. Dengan ukhuwah kita bisa merasakan manisnya iman. Rasulullah Saw. Bersabda: “Ada tiga golongan yang dapat merasakan manisnya iman, orang yang mencintai Allah dan Rasull-Nya lebih dari mencintai dirinya sendiri, mencintai seseorang karena  Allah, dan ia benci kembali kekafiran sebagaimana ia benci jika dicampakkan ke dalam api neraka”. (H.R Imam Bukhori).

Kedua. Dengan ukhuwah kita akan berada di bawah naungan cinta Allah dan dilindungi di bawah Arsy-Nya di akhirat.Rasulullah Saw. Bersabda: “Ada seorang yang mengunjungi saudaranya di desa. Di tengah perjalanan, Allah mengutus Malaikat-Nya. Ketika berjumpa, Malaikat bertanya, “Mau ke mana?” Orang tersebut menjawab, “Saya mau mengunjungi saudara saya di desa ini”. Malikat bertanya, “ apakah kau ingin mendapatkan sesuatu darinya?” Ia menjawab, “Tidak, aku mengunjunginya hanya karena aku aku mencintainya karena Allh”. Malaikat pun berkata, “Sungguh utusan Allah yang diutus padamu member kabar untukmu, bahwa Allah telah mencintaimu, sebagaimana kau mencintai saudaramu karena-Nya”.
(H.R Imam Muslim).

Ketiga. Dengan ukhuwah kita akan menjadi ahli surga di akhirat kelak. Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa yang mengunjungi orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka malaikat berseru, ‘Berbahagialah kamu, berbahagialah dengan perjalananmu, dan kamu telah mendapatkan salah satu tempat di surge”. (h.R Imam Al-Tirmizi).


Rasullah Saw bersabda: “Sesungguhnya disekitar arsy Allah mimbar-mimbar dari cahaya. Di atasnya ada kaum yang berpakain cahaya. Wajah-wajah mereka bercahaya. Mereka bukanlah para nabi dan bukan juga para syuhada. Dan para nabi dan syhada cemburu pada mereka karena kedudukan mereka di sisi Allah. Para sahabat bertanya, “Beritahukanlah sifat mereka wahai Rasulullah. Maka Rasul bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, bersaudara karena Allah, dan saling saling mengunjungi karena Allah”.

No comments :

Post a Comment