Tuesday, July 21, 2015

PANCASILA &AL QURAN www.tematik2015.blogspot.com


PANCASILA & AL QURAN
Renungan ini berniat untuk mengingatkan kita semua, bahwa Bangsa Indonesia telah memiliki Pancasila sebagai landasan ideologi menyelenggarakan pemerintahan di NKRI.
Pancasila di gali oleh Pimpinan Para Pendiri NKRI, murni mengacu pada Firman-Firman Allah yang tersurat dalam Al'Quran.
Kini merebak kekuatiran akan merasuknya ajaran neo-kolonialisme yang berkedok Islam, antara lain SYI'AH.
SYI'AH adalah ajaran yg diciptakan Khoemeni yg disusunnya ketika dia hidup & menimba pendidikan di Perancis, yang kemudian di sebarkan dan digunakan oleh Iran sejak Revolusi Iran menumbangkan dinasti Raja Iran yang terakhir "Syah Iran", sehingga merupakan ideologi neo-kolonialisme yg dibungkus dengan ajaran Islam yang sesat dengan tujuan menghancurkan ajaran Islam yang Murni seperti apa yang terjadi sekarang di Kawasan Timur Tengah. (Mengacu pada uraian Bpk. AM. Waskito "AGAR NEGERI MUSLIM TIDAK DIKUASAI SYIAH" di Face-Book tertanggal 07.01.15)
Indonesia sudah memiliki Landasan Ideologi Pancasila yang wajib di amalkan oleh setiap Insan Bangsa Indonesia secara utuh. Selama pengamalan Pancasila dilaksakan secara konsekwen oleh kita semua, maka ajaran2 sesat sulit untuk disebarkan di Indonesia.
PANCA SILA
★1.KeTuhanan yg Maha Esa
★2.KeManusiaan yg Adil & berAdab
★3.PerSatuan Indonesia
★4.KeRakyatan yg dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dlm Pemusyawaratan/ Perwakilan
★5.Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
KeLima butir Pancasila mengacu secara murni kepada Firman2 Allah yang tersurat dalam Al'Quran.
Al Quran menyuratkan Petunjuk dan Pedoman untuk digunakan manusia dalam menjalani Kehidupan di Dunia.
Hanya mereka yang mampu menerima Hikmah yang terkandung dibalik nilai-nilai luhur Fitman-Firman Allah-lah yang mampu menemukan ke-Lima butir-butir Pancasila yang tersurat diatas.

Allah ber-Firman :

"Allah menganugerahkan al Hikmah (ke-Fahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang di-Anugerahi Hikmah, ia benar-benar telah di-Anugerahi Karunia yang Banyak. Dan hanya orang-orang yang ber-Akal-lah yang dapat mengambil Pelajaran dari Firman Allah".[Al-Baqarah 269]
Berdasarkan Surah Al-Baqarah Ayat-269 kita tidak patut untuk meragukan lagi terkaitan antara ke-Lima butir-butir Panca-Sila dengan Firman-Firman Allah, sebagaimana penjelasan dibawah ini.
★1]. KeTuhanan yg Maha Esa
Sila yang menyiratkan
"Sifat keadaan Tuhan dan Segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan Amat Tunggal".
☆Pengamalannya antara lain mencakup tanggung jawab bersama dari semua golongan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa untuk secara terus menerus dan bersama-sama meletakan Landasan Spiritual, Moral dan Etik yang kokoh bagi Pembangunan Nasional.

Allah ber-Firman :

"Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang".[Al-Baqarah 163]
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati kering-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; SUNGGUH TERDAPAT TANDA-TANDA KE-ESA-AN DAN KE-BESAR-AN ALLAH BAGI KAUM YANG MEMIKIRKAN".[Al-Baqarah 164]
"Ya Tuhan kami, kami telah ber-Iman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti Rasul, karena itu MASUKANLAH KAMI KE DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG MENJADI SAKSI TENTANG KE-ESA-AN ALLAH".['Āli `Imrān 53]
★2]. KeManusiaan yg Adil & berAdab
Sila yang menyiratkan keluhuran Sifat2 Manusia ciptaan Allah, yang memiliki Perasaan yang senantiasa mencegah melakukan perbuataan terkutuk; bergaul secara tidak berat sebelah dan tidak se-wenang-wenang, bertutur-sapa dengan budi bahasa yang baik secara sopan santun yang telah maju tingkat kehidupan bathinnya.
☆Pengamalannya antara lain mencakup peningkatan martabat serta hak dan kewajiban asasi warga negara serta penghapusan penjajahan, kesengsaraan, dan ketidak adilan dari muka bumi.

Allah ber-Firman :

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku Adil dan berbuat Kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari Perbuatan Keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil Pelajaran".[An-Naĥl -90]
"Wahai orang-orang yang ber-Iman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan kata-kata atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan".[An-Nisā' 135]
★3]. PerSatuan Indonesia
Sila yang menyiratkan Bangsa Indonesia yang berasal dari Kelompok masyarakat yang terdiri dari beribu suku-suku dengan adat dan bahasa suku yang ber-beda-beda telah menyatukan diri sebagai satu bangsa memiliki kesamaan asal keturunan, adat, satu bahasa, dan sejarahnya; serta berpemerintahan sendiri, dan telah terikat karena kesatuan bahasa dan kebudayaan dalam arti umum; dan menempati wilayah tertentu diatas bumi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan di taati oleh Rakyat. Dan sebagai Kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang diorganisasi dibawah lembaga politik dan pemerintah yang effektif, mempunyai kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan.
☆Pengamalannya antara lain mencakup peningkatan pembinaan bangsa di semua bidang kehidupan manusia, masyarakat, bangsa dan negara, sehingga rasa kesetia-kawanan makin kuat dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Allah ber-Firman :

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu ber-Bangsa-Bangsa dan ber-Suku-Suku supaya kamu Saling Kenal-Mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling Taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".[Al-Ĥujurāt 13]
"Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".['Āli `Imrān 26]
"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu Kitab-Kitab yang diturunkan sebelumnya dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya Satu Umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu".[Al-Mā'idah 48]
"Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Allah menjadikan mereka Satu Umat saja, tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong".[Ash-Shūraá 8]
★4].KeRakyatan yg dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dlm Pemusyawaratan/ Perwakilan
Sila yang menyiratkan kehidupan Penduduk suatu Negara dipimpin secara Demokrasi dengan Kebijaksanaan dari Allah yang selalu menggunakan akal budinya (pengalaman & pengetahuannya); dengan arif apabila menghadapi kesulitan; melalui pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah; dengan mewakilkan kepada seseorang atau kelompok yang mempunyai kemampuan atau kewajiban bicara dan bertindak atas nama kelompok yang lebih besar.
☆Pengamalannya antara lain mencakup upaya makin menumbuhkan dan mengembangkan sistim Politik Demokrasi Pancasila yang makin mampu memelihara stabilitas nasional yang dinamis, mengembangkan kesadaran dan tanggung jawab politik warga negara, serta menggairahkan rakyat dalam proses politik.

Allah ber-Firman :

"Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya Hikmah dan Kebijaksanaan dalam menyelesaikan Perselisihan".[Şād 20]
"Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan anak-anak-mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan MUSYAWARAHKANLAH DI ANTARA KAMU SEGALA SESUATU DENGAN BAIK; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan anak itu untuknya".[Aţ-Ţalāq 6]
★5]. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila ini menyiratkan agar kehidupan berbangsa dan bernegara di selenggarakan Tidak berat sebelah, Berpihak kepada yang benar dan Tidak se-wenang-wenang; serta suka memperhatikan kepentingan umum; bekerja sama untuk menghasilkan masyarakat yang bersatu secara organis sehingga setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama dan nyata untuk tumbuh dan belajar hidup pada kemampuan aslinya, bagi seluruh Penduduk suatu Negara yang memiliki Budaya dan Bahasa yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia dimana pemegang kekuasaan tertingginya adalah Presiden.
☆Pengamalannya antara lain mencakup upaya mengembangkan pertumbuhan Ekonomi yang tinggi yang dikaitkan dengan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya kemakmuran yang berkeadilan bagi seluruh Rakyat Indonesia dalam sistim Ekonomi yang disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

Allah ber-Firman :

"WAHAI ORANG-ORANG YANG BER-IMAN, JADILAH KAMU ORANG YANG BENAR-BENAR PENEGAK KEADILAN, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan kata-kata atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan".[An-Nisā' 135]
"Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu pula mereka menjalankan Keadilan".[Al-'A`rāf 181]
"Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang ber-Iman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut Keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; SESUNGGUHNYA ALLAH MENCINTAI ORANG-ORANG YANG BERLAKU ADIL".[Al-Ĥujurāt 9]
"Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-Rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan Neraca Keadilan SUPAYA MANUSIA DAPAT MELAKSANAKAN KEADILAN. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, supaya mereka mempergunakan besi itu dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong Agama-Nya dan Rasul-Rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa".[Al-Ĥadīd 25]
"Berdasarkan pokok pikiran dalam Pancasila, maka hakikat Pembangunan Nasional adalah Pembangunan Manusia Indonesia seutuhnya dan Pembangunan Masyarakat Indonesia seluruhnya, dengan Pancasila sebagai Dasar, Tujuan, dan Pedoman Pembangunan Nasional."
Untuk itu, kita tidak perlu kuatir penyelenggaraan pemerintahan NKRI akan dipengaruhi oleh ajaran-ajaran lainnya, seperti SYIAH, yang akan merubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara NKRI, selama seluruh Rakyat Indonesia secara konsekwen berpegang teguh pada filsafat yang terkandung didalam ke-Lima butir-butir Pancasila".
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Allah ber-Firman :

"Dan sesungguhnya Al Quran itu dalam induk Al Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar Tinggi Nilainya dan amat banyak mengandung Hikmah".[Az-Zukhruf 4]
Semoga dengan Renungan ini Bangsa Indonesia yang telah memiliki Landasan Berfikir Panca-Sila yang mengacu pada Firman-Firman Allah, mampu bertahan untuk Tidak Mudah terpengaruh oleh Landasan Berfikir yang mengacu pada pola pikir kaum Barat, yaitu ajaran Syiah yang muncul setelah Khomeini "yang dibina oleh kaum borjuis Barat ketika bermukim di Perancis" menguasai Iran; dan/atau Landasan Berfikir lainnya.[IAH]
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
★SELAMAT BER-IBADAH ★

No comments :

Post a Comment