BERKATA YANG
BAIK
Barang
siapa yang menghendaki kemuliaan, maka
bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan
yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. (QS. Fathir/35:10)
Perkataan
yang baik adalah ucapan yang mengandung kebenaran dan manfaat baik bagi dirinya
maupun orang lain. Setiap orang semestinya berkata yang benar dan tidak boleh
berbohong. Orang harus jujur dalam perkataannya!
Selain itu,
setiap perkataan harus mengandung manfaat dan maslahat. Kalau sekiranya mengetahui
bahwa perkataannya tidak membawa manfaat, bahkan akan menimbulkan mudharat atau
bahaya,maka wajib perkataan tersebut ditinggalkan.
Berkata Baik
atau Diam
Rasulullah
Saw dalam haditsnya mengatakan, “Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari
akhir maka hendaklah berkata baiK atau diam.” (HR Bukhari Muslim)
Ibnu Hajar
menjelaskan, “Ini adalah sebuah ucapan ringkas yang padat makna, semua
perkataan bisa berupa kebaikan, keburukan, atau salah satu di antaranya.
Perkataan yang baik dapat menimbulkan kenyamanan bagi dirinya dan orang lain.
Untuk itu, berbicaralah yang baik dan jika tidak bisa, lebih baik diam. Marilah
kita jagaperkataan, jangan sampai ada yang terluka disebabkan dari ucapan kita.
Berpikir
Sebelum Bicara
Imam
An-Nawawi rohimahullah menyebutkan dalam Syarah Arbain, bahwa Imam Safi’i
rahimahullah mengatakan, “Jika seorang
hendak berbicara maka hendaklah dia berpikir terlebih dahulu”. Jika dia merasa bahwa ucapan tersebut membawa
kebaikan, silahkan diucapkan. Jika dia merasa ucapan tersebut ada mudharatnya
atau ragu, maka ditahan (jangan bicara).
Orang-orang
shaleh selalu berpikir matang sebelum berbicara. Karena mereka paham betul
akibat yang ditimbulkan dari apa yang diucapkan. Ucapan yang baik akan
menimbulkan kebaikan, sebaliknya ucapan yang buruk akan menimbulkan keburukan
dan kerusakan bahkan kehancuran.
Bahaya Lisan
Rasulullah
Saw, juga bersabda: “Bukankah manusia terjerumus kedalam neraka karena tidak dapat
mengendalikan lidahnya: “Tiap ucapan anak Adam menjadi tanggungjawabnya,
kecuali menyebut nama Allah, menyuruh
berbuat ma’ruf dan mencegah kemungkaran. Barang siapa memahami hal ini dan
beriman kepada-Nya dengan keimanan yang sungguh-sungguh, maka Allah akan
memelihara lidahnya sehingga dia tidak akan berkata kecuali perkataan yang
baik.
Lisan dapat
mengangkat martabat manusia pada derajad yang tinggi, jika dia mengucapkan
perkataan yang baik dan juga membawa kebaikan kepada orang lain. Akan tetapi
lisan juga dapat menjerumuskan manusia pada jurang kenistaan jika dia
mengucapkan perkataan yang menimbulkan permusuhan, perpecahan,, kebohongan dan
fitnah.
Tidak
sedikit permusuhan yang ditimbulkan dari perkataan yang tidak baik. Rumah
tangga bisa berantakan hanya disebabkan perkataan buruk dari suami atau istri.
Sahabat bisa jadi musuh juga hanya disebabkan perkataan buruk, bahkan Negara juga
akan hancur jika para pemimpinnya berkata tidak jujur. Begitu bahanya lisan
jika tidak dijaga dengan baik. Untuk itu, marilah kita mengoreksi diri,
sudahkah kita berbicara yang baik, sudahkah kita berbicara yang bermanfaat,
karena semua ucapan kita akan diminati pertanggungjawabannya di hadapan Allah
Swt.
Edisi
671/Tahun XIII, Sya’ban 1436
Buletin
Dakwah
AR-RISALAH
Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
ReplyDeleteJika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.
Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)