RENUNGAN JUMAT
Tawakkal bukanlah kepasrahan tanpa usaha, melainkan sikap mental seorang yang ber-Iman yang menyandarkan kepada Allah ketika ia menghadapi suatu kepentingan, atau disaat tengah menunggu hasil akhir atas segala bentuk ikhtiar maksimal yang telah diupayakannya.
Tawakkal bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan bila saja kita memaknainya dan berusaha untuk menjalaninya. Karena pada dasarnya ber-tawakkal itupun sebenarnya merupakan bahagian dari sebuah usaha yang akan membawa hikmah.
●| Ber-Tawakkal hanya kepada-Nya.
Allah ber-Firman :
“Hai Nabi, ber-Taqwa-lah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti keinginan orang-orang Kafir dan orang-orang Munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,....dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhan kepadamu. SESUNGGUHNYA ALLAH ADALAH MAHA MRNGETAHUI APA YANG KAMU KERJAKAN....DAN BER-TAWAKKAL-LAH KEPADA ALLAH. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara”.[Al-'Aĥzāb 1-3]
“Dan kepunyaan Allah-lah apa yang gaib dilangit dan dibumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia dan ber-Tawakal-lah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan”.[Hud 123]
●| Meyakini bahwa semua kebutuhan akan terwujud berdasar kehendak-Nya.
Allah ber-Firman :
“Mengapa kami tidak akan ber-Tawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan HANYA KEPADA ALLAH SAJA ORANG-ORANG YANG BER-TAWAKKAL ITU BERSERAH DIRI".['Ibrāhīm 12]
“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan BARANGSIAPA YANG BER-TAWAKKAL KEPADA ALLAH NISCAYA ALLAH AKAN MENCUKUPKAN KEPERLUANNYA. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu".[Aţ-Ţalāq 3]
●| Meyakini apa yang di-Tawakkal-kan dengan ikhlas akan terealisir sesuai dengan kehendak-Nya.
Allah ber-Firman :
“Dan ingatlah, ketika kamu berangkat pada pagi hari dari rumah keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,.....ketika dua golongan dari padamu ingin mundur karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. KARENA ITU HENDAKLAH KEPADA ALLAH SAJA ORANG-ORANG MUKMIN BER-TAWAKKAL”.['Āli `Imrān 121-122]
“Berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut kepada Allah yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya : "Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang kota itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. DAN HANYA KEPADA ALLAH HENDAKNYA KAMU BER-TAWAKKAL, JIKA KAMU BRNAR-BENAR ORANG YANG BER-IMAN."”.[Al-Mā'idah 23]
●| Tidak putus asa atas semua ikhtiar dan menyerahkan semua urusan kepada-Nya.
Allah ber-Firman :
“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu tidak memberi pertolongan, maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu selain dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin ber-Tawakkal”.['Āli `Imrān 160]
“Jika mereka berpaling dari ke-Imanan, maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku ber-Tawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung”.[At-Tawbah 129]
Bila kita ber-Tawakkal kepada-Nya dengan ikhlas dan terus mengingat akan kebesaran-Nya, maka hati, akal serta seluruh kekuatan akan memberikan keyakinan yang besar dalam menghadapi setiap permasalahan.
Allah ber-Firman :
“Katakanlah : "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang ber-Iman harus ber-Tawakkal”.[At-Tawbah 51]
“Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.[Yūnus 107]
Hendaknya kita ber-Tawakkal kepada-Nya dengan yang sebenarnya, maka kita akan dilimpahkan rezeki-Nya sebagaimana Dia melimpahkan rezeki kepada burung yang pergi mencari makan dipagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore hari dalam keadaan kenyang, maka yakinilah bahwa hanya Dia yang menjadi pelindung dan penolong atas segala ikhtiar.
Allah selalu punya rencana yang terindah buat kita, namun tidak jarang hal itu bertentangan dengan harapan, maka sebaiknya kita ber-Tawakkal kepada-Nya dan selalu mensyukuri apapun bentuk ketetapan-Nya atas segala ikhtiar, karena semua yang terjadi pastilah yang terbaik bagi diri kita.
Allah ber-Firman :
“Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang ber-Iman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka ber-Tawakkal".[Ash-Shūraá 36]
Jadi Tawakkal merupakan aktivitas hati yang bergantung kepada-Nya dalam rangka meraih sesuatu yang maslahat dan menolak yang mudharat, yang menandakan bahwa tawakkal itu merupakan perkara mulia yang tidak dimiliki kecuali oleh orang-orang ber-iman, karena mereka yakin bahwa tidak ada satupun kejadian yang menimpa diri melainkan dengan kehendak-Nya.
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
Allah ber-Firman :
“Sesungguhnya orang-orang yang ber-Iman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah Iman mereka karenanya, dan hanya kepada Tuhanlah mereka ber-Tawakkal”.[Al-'Anfāl 2]
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. SESUNGGUHNYA ORANG YANG PALING MULIA DIANTARA KAMU DISISI ALLAH IALAH ORANG YANG PALING TAQWA DIANTARA KAMU. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".[Al-Ĥujurāt 13]
Semoga kita semua meyakini bahwa tiada Tawakkal tanpa ihktiar maksimal dan kita mampu ber-tawakkal dengan menyandarkan hati semata-mata kepada-Nya sebagai wujud atas keimanan.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...
Wa'Salaamun 'alal Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin
★SELAMAT BER-IBADAH★
No comments :
Post a Comment