Wednesday, December 16, 2015

NABI ISA a.s. TIDAK DILAHIRKAN PADA BULAN DESEMBER


NABI ISA a.s. TIDAK DILAHIRKAN PADA BULAN DESEMBER
Mengacu pada Sejarah Kerajaan Romawi, konon tanggal kelahiran Nabi Isa ditetapkan pada abad ke4 Masehi. oleh Raja Romawi pada tanggal 25 Desember yaitu pada hari penutupan perayaan Liburan "Saturnalia, Festival bulan Desember Romawi" yang berlangsung selama seminggu antara tanggal 17 Desember s/d tanggal 25 Desember.
Pada waktu itu sang Raja belum beragama Kristen.
Dalam Al Quran tersurat peristiwa Maryam yang sedang melahirkan Bayi Isa dan penderitaannya, serta bagaimana dia diarahkan Allah melalui utusan-Nya malaikat Jibril untuk mengatasi kesakitan yang dideritanya dengan menyantap buah kurma yang jatuh langsung dari pohon kurma; setelah pohon kurma di goyang-goyang Maryam.

Allah ber-Firman :

“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh......Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia bersandar pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan".......Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu......Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.......maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”.[Maryam 22-26]
"Hanya buah kurma yang ranum matang dan sudah siap di panen yang dapat di jatuhkan dari pohon kurma.
Musim panen kurma ada antara bulan-bulan Juni & Oktober dimana suhu lingkungan pada saat itu adalah 45° Celcius".
Hanya mereka yang berfikir yang sadar bahwa tanggal 25 Desember bukan Tanggal Lahir Nabi Isa a.s.
Jadi Nabi Isa a.s. BUKAN DI LAHIR-kan pada tanggal 25 Desember, tapi antara bulan-bulan Juni & Oktober yang tanggal & tahunnya pun TIDAK JELAS.
Masihkah para umat Nasrani patut merayakan Hari Lahir Nabi Isa a.s. yang katanya lahir pada tgl 25 Desember sekitar abad ke 4 Masehi.
“Natal itu memperingati kelahiran anak tuhan (Yesus)".
Penamaan Isa sebagai Anak Tuhan menyebabkan Allah sangat murka terkait hal itu.

Allah ber-Firman :

"Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak".....sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,......hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh,.....karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.......dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak".[Maryam 88 – 92]
Ayat-Ayat itu menjelaskan, sungguh umat Nasrani telah mendatangkan mungkar pada Allah.
Bahkan Langit, gunung dan seisi bumi saja protes.
SEMOGA BERMANFAAT bagi umat Islam KENAPA & tidak perlu memberi Selamat Hari Natal.


Penjelasan Irene Handono, seorang Kristolog yang telah masuk Islam.  
Ahad, 20 Dec 2015

Hari Raya Kelahiran Yesus Diadopsi dari Pesta Bangsa Pagan Roma

JAKARTA (voa-islam.com)
Encyclopedia Americana, edisi 1944 tertulis bahwa pada abad-abad permulaan Natal tidak pernah dirayakan seperti saat ini. Dan memang pada waktu itu, menurut ahli sejarah umat Kristen hanya merayakan kematian, bukan kelahiran. Itu pun perayaan kematian untuk orang-orang yang terkemuka di kalangannya.
“Pada umumnya umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut,” pakar Kristolog Irena Handono dalam blognya kajianirenahandono.blogspot.com yang dibagikan ke Twitter.

Adapun hari raya Natal yang kini dirayakan baru diresmikan pada abad ke-4 Masehi. Dan realisasinya pun baru disaksikan pada abad ke-5. Lalu Kristen Barat pun seketika itu memerintahkan perayaan kelahiran yang diyakini sebagai hari lahir Yesus tersebut.
Padahal, apa yang dilakukan oleh umat Kristen tersebut, tidak ada hubungannya dengan kelahiran Yesus. Pasalnya, tidak ada seorang pun secara pasti mengetahui kapan Yesus lahir.

“Pada abad ke-5 Masehi Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari ‘Kelahiran Dewa Matahari’. Sebab tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus.”
Kemudian pada New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge, Christmas dinyatakan bukti pula bahwa perayaan Natal yang terjadi seperti sekarang ini diambil dari kepercayaan pagan Brumalia dan Saturnalia yang sudah sangat akrab di masyarakat Roma.
Akhirnya perayaan ini dilestarikan oleh Kristen dengan sedikit mengubah jiwa dan tata caranya. Akan tetapi ada dari para pendeta Kristen di Barat dan di Timur Dekat yang menentang perayaan kelahiran Yesus yang meniru agama berhala ini.
“Di samping itu Kristen Mesopotamia pun menuding Kristen Barat (Katholik Roma) telah mengadopsi model penyembahan kepada Dewa Matahari.” (Robigusta Suryanto/voa-islam.com)

Sumber: KLIK INI



No comments :

Post a Comment