RENUNGAN JUMAT
Hendaknya kita selalu menjauh dari segala sifat dengki.
Dengki yang merupakan salah satu penyakit hati. Dengki mudah merasuk jiwa sebagai sikap bathin yang tidak senang terhadap kenikmatan yang diperoleh orang lain.
Dengki muncul karena rasa cinta dunia yang teramat berlebihan.
Dengki yang merupakan salah satu penyakit hati. Dengki mudah merasuk jiwa sebagai sikap bathin yang tidak senang terhadap kenikmatan yang diperoleh orang lain.
Dengki muncul karena rasa cinta dunia yang teramat berlebihan.
Telah tersurat dalam Al-Quran bahwa tidak sepatutnya seseorang itu menjadi Dengki atas karunia Allah yang diberikan kepada orang lain.
Allah ber-Firman :
“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? KAMI TELAH MENENTUKAN ANTARA MEREKA PENGHIDUPAN MEREKA DALAM KEHIDUPAN DUNIA, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.[Az-Zukhruf 32]
“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,.....yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya, dan DIA TELAH MENCIPTAKAN SEGALA SESUATU, DAN DIA MENETAPKAN UKURAN-UKURANNYA DENGAN SERAPI-RAPINYA”.[Al-Furqān 1-2]
Seorang pendengki secara tidak langsung telah menentang ketetapan-Nya. Karena ia membenci nikmat yang diberikan kepada orang lain.
Ia tidak rela menerima pembagian karunia-Nya.
Ia merasa adanya ketidak adilan, dan lebih mendengar bisikan iblis daripada perintah-Nya.
Ia tidak rela menerima pembagian karunia-Nya.
Ia merasa adanya ketidak adilan, dan lebih mendengar bisikan iblis daripada perintah-Nya.
Allah ber-Firman :
"Ataukah MEREKA DENGKI KEPADA MANUSIA (Muhammad) LANTARAN KARUNIA YANG ALLAH TELAH BERIKAN KEPADANYA? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar”.[An-Nisā' 54]
“Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat”.[Ash-Shūraá 27]
Kiranya kita telah melatih diri untuk menjauh dari sifat dengki ini.
Karena sifat ini justru yang akan merusak segala Amal Saleh bagaikan api membakar kayu bakar.
Karena sifat ini justru yang akan merusak segala Amal Saleh bagaikan api membakar kayu bakar.
Allah ber-Firman :
“Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?.....Dan kalau Kami kehendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu, sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu".[Muĥammad 29-30]
Pendengki adalah orang yang senang melihat orang lain dilanda bencana, karena ia tidak rela melihat orang lain bahagia, sebaliknya ia bersuka cita melihat orang lain bergelimang lara.
Allah ber-Firman :
“JIKA KAMU MEMPEROLEH KEBAIKAN, NISCAYA MEREKA BERSEDIH HATI, TETAPI JIKA KAMU MENDAPAT BENCANA, MEREKA BERGEMBIRA KARENANYA. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan”.['Āli `Imrān 120]
Oleh karena itu tinggalkanlah kedengkian agar tidak kehilangan keseimbangan akal, pikiran serta butanya hati, yang akan lebih buta lagi di-akhirat kelak.
Allah ber-Firman :
“Ingatlah suatu hari yang di hari itu Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.....dan barangsiapa yang buta hatinya di dunia ini, niscaya di akhirat nanti ia akan lebih buta pula; dan lebih tersesat dari jalan yang benar".[Al-'Isrā' 71-72]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
Allah ber-Firman :
“Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada Ayat-Ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal".[Ţāhā 127]
Semoga kita semua termasuk insan yang mampu meninggalkan sifat dengki demi ketenteraman hati serta kebahagiaan kita kelak.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...
Wa'Salaamun alla Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★SELAMAT BER-IBADAH★
No comments :
Post a Comment