JANGAN LARUT DALAM KEGEMBIRAAN & KESEDIHAN
Dalam kehidupan di dunia kita akan selalu hadapi silih berganti suasana kegembiraan dan kesedihan.
Ini merupakan karakter manusia yang suka bergembira bila memperoleh apa yang diidamkannya.
Sebaliknya, manusia akan bersedih, bila yang dihadapinya bertentangan dengan harapannya.
Dan suasana itu dapat mempengaruhi keimanannya.
Ini merupakan karakter manusia yang suka bergembira bila memperoleh apa yang diidamkannya.
Sebaliknya, manusia akan bersedih, bila yang dihadapinya bertentangan dengan harapannya.
Dan suasana itu dapat mempengaruhi keimanannya.
Allah ber-Firman :
“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata”.[Al-Ĥaj 11]
Manusia hanya ingat dan mendekat kepada Allah bila dilanda kesulitan.
Mereka berdoa memohon pertolongan dan sesudah itu mereka kembali menjauhi Allah, karena larut dalam kesibukan serta gemerlapnya Kehidupan Dunia.
Mereka berdoa memohon pertolongan dan sesudah itu mereka kembali menjauhi Allah, karena larut dalam kesibukan serta gemerlapnya Kehidupan Dunia.
Allah ber-Firman :
“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia kembali melalui jalannya yang sesat, seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk menghilangkan bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan”.[Yūnus 12]
Perjalanan didunia ini mengacu pada aturan-aturan-Nya.
Setiap apa yang berlaku telah terprogram dalam rencana Allah. Termasuk perkara yang berkaitan dengan kegembiraan dan kesedihan, sebab itu janganlah terlalu bergembira dan jangan pula larut dalam kesedihan.
Setiap apa yang berlaku telah terprogram dalam rencana Allah. Termasuk perkara yang berkaitan dengan kegembiraan dan kesedihan, sebab itu janganlah terlalu bergembira dan jangan pula larut dalam kesedihan.
Allah ber-Firman :
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab Lauhul Mahfuzh sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.....Kami jelaskan yang demikian itu supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri”.[Al-Ĥadīd 22-23]
Pada dasarnya manusia hidup diantara dua perasaan, yakni kegembiraan dan kesedihan. Sedih bila sesuatu yang tidak diingini berlaku, demikian juga sebaliknya dengan gembira, sehingga mereka akan selalu hidup dalam keadaan bimbang yaitu takut menjadi sedih atau tidak gembira, jauh dari ketenteraman.
Allah ber-Firman :
“Orang-orang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang ber-Tobat kepada-Nya", .....Yaitu orang-orang yang ber-Iman, dan HATI MEREKA MENJADI TENTERAM DENGAN MENGINGAT ALLAH. INGATLAH, HANYA DENGAN MENGINGATI ALLAH-LAH HATI MENJADI TENTERAM”.[Ar-Ra`d 27-28]
Hanya dengan mengingat Allah hati akan tenteram. Akan terlihat dari berapa banyak waktu yang digunakan untuk mengingat-Nya.
Jarang ada yang mengingat-Nya, hanya ketika shalat saja. Berarti ia akan selalu gelisah diluar shalatnya.
Jarang ada yang mengingat-Nya, hanya ketika shalat saja. Berarti ia akan selalu gelisah diluar shalatnya.
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
Allah ber-Firman :
“MAKA APABILA KAMU TELAH MENYELESAIKAN SHALAT-MU, INGATLAH ALLAH DI WAKTU BERDIRI, DI WAKTU DUDUK DAN DI WAKTU BERBARING. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu sebagaimana biasa. Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang ber-Iman”.[An-Nisā' 103]
“Hai orang-orang yang ber-Iman, ber-Zikirlah dengan menyebut nama Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya”.[Al-'Aĥzāb 41]
Semoga renungan ini akan membuat jiwa kita lebih tenteram, dan tidak larut dalam kegembiraan ataupun kesedihan didalam situasi & kondisi apapun sebagai wujud ke-Taqwa-an kita.
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun
Wa'Salaamun alla Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
No comments :
Post a Comment