PERBEDAAN ORANG YANG HIDUP DENGAN BERPEGANG PADA PEDOMAN & PETUNJUK YANG TERSURAT DALAM Al QURAN DAN ORANG YANG HIDUP TANPA BERPEGANG PADA KANDUNGAN AL QURAN.
Anak saya bertanya: "Ayah, apa bedanya kita sama kerbau?"
Saya: "mengaji nak!"
Anak: "Kok mengaji, Yah?
Bukannya manusia punya otak, kerbau tidak punya?"
Saya : "Betul anakku, dalam ilmu biologi dikatakan begitu!
Rosul berkata, bahwa "ilmu hanya dikatakan ilmu kalau bersumber dari Al Quran".
Jadi berdasarkan Al Quran dan dengan ilmu biologi yang hanya bagian kecil dari ilmu Al Quran, mari disimak jawaban terhadap pertanyaan "apa bedanya kita dengan kerbau?"
Allah ber-Firman :
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami Ayat-Ayat Allah dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar Ayat-Ayat Allah. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai".[Al-'A`rāf 179]
Kalau kita tidak mengaji, tidak mau baca Al Quran, tidak mau mendengarkan Al Quran, dan tidak mau memahami kandungan Al Quran dan tanda2 kekuasaan Allah berarti kita sama dg binatang ternak seperti kerbau, bahkan lebih sesat lagi!
Mari kita buktikan orang2 yg tidak mengaji itu seperti apa.
♥Adakah binatang ternak betina yg mengejar2 betinanya?
★Adakah binatang ternak jantan yg mengejar2 jantan yg lain?
Pasti tidak ada. Tapi lihatlah kenyataannya sekarang di sekitar kita.
♡Banyak wanita yg memiliki pasangan wanita lainnya (kaum lesbian).
☆Banyak pula laki2 yg pasangannya itu lelaki yg dicintainya (kaum homoseksual) atau mereka menyebutnya gay.
Apakah mereka sangka bahwa hukuman Allah yang pernah ditimpakan kepada umat Luth tidak akan ditimpakan kepada mereka.
Hanya manusia yang telah berteman dan ditemani Setan dan golongan Setan-lah, telah terbeku hatinya dan tidak dapat lagi taat dan patuh kepada Perintah-Perintah dan Aturan-Aturan-Nya.
Allah ber-Firman :
"Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada sesuatu negeri, lalu penduduknya mendustakan nabi itu, melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.....kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata: "Sesungguhnya nenek moyang kamipun telah merasai penderitaan dan kesenangan", maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan sekonyong-konyong sedang mereka tidak menyadarinya.....jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan Ayat-Ayat Kami itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.....maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?.....atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?....maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah yang tidak terduga-duga ? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi....dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah lenyap penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar pelajaran lagi?".[Al-'A`rāf 95-101]
"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti dari kekafirannya, niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; namun jika mereka berbalik kembali (jadi kafir) lagi, maka SESUNGGUHNYA SUNNAH ALLAH YANG BERLAKU PADA ORANG-ORANG PURBAKALA AKAN BERLAKU PULA KEPADA MEREKA".[Al-'Anfāl 38]
Terjadi dan terjadilah sesuai kehendakMu Ya Allah, karena demikianlah yang tersebut dalam Firman-Firman-Mu Ya Allah, serta tersurat dalam semua Al Kitab.
Masa kini Paradigma kehidupan manusia telah berubah sesuai dengan kemajuan zaman, sehingga kebanyakan manusia telah lalai bahkan lupa bahwa mereka adalah umat ciptaan Allah yang wajib taat dan patuh atas perintah dan aturan Allah yang telah tersurat dalam semua buku-buku petunjukNya, yaitu Taurat bagi kaum Yahudi, Injil bagi kaum Nasrani, dan Al Quran bagi Umat Islam.
Allah ber-Firman :
"Katakanlah: "Hai kaumku, ber-Amal-lah sepenuh kemampuanmu sesuai dengan kepercayaan yang engkau anut, akupun ber-Amal pula sepenuh kemampuanku sesuai dengan petunjuk yang diberikan Allah. Kelak kamu akan tahu, siapakah di antara kita yang nanti akan memperoleh hasil-guna di akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan".[Al-'An`ām 135]
Arwah semua manusia, tidak terkecuali, yang menyatu dengan badannya yang diciptakan oleh Allah berasal dari Allah juga.
Allah ber-Firman :
"Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?".[Al-'Insān 1]
"Dan ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman : "BUKANKAH AKU INI TUHANMU?" Mereka menjawab: "BETUL ENGKAU TUHAN KAMI, KAMI MENJADI SAKSI". Kami lakukan yang demikian itu agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami bani Adam adalah orang-orang yang lengah terhadap ini ke-Esa-an Tuhan",[Al-'A`rāf 172]
Jadi siapapun manusia itu dari bangsa apapun, berasal dari ciptaan Allah. Arwah mereka semuanya berasal dari Allah, dari tempat yang sama. Dan sebelum Arwah mereka disatukan dengan badan raga mereka, setiap Arwah yang bersangkutan telah bersaksi kepada Allah Tuhan yang Maha Esa yang menciptakan manusia.
Lebih parahnya lagi para Lesbian & Homo-sexual (Gay) ini mengajukan perlindungan HAM di Indonesia untuk diperbolehkan menikah.
Mereka membuat asosiasi2 dengan label macam2, antara lain LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender), dan mereka tampil tanpa malu2, lagi untuk menyatakan dirinya lesbian atay gay.
Mereka sudah lebih hina dan lebih sesat daripada binatang, karena mereka tidak mengenal Al Quran, mereka jauh dari Al Quran.
Hanya golongan umat yang Waspada dan Jeli, serta Taat dan Patuh pada semua Perintah-Perintah dan Aturan-Aturan-Nya, akan terhindar dari Azab yang akan ditimpakan Allah karena pengingkaran manusia dari adab manusia yang di senangi Allah.
Contoh kedua, kita sebagai manusia akan sangat bangga kalau di rumah kita punya binatang ternak.
Makin banyak binatang ternak yg ada di kandang, yg ada di rumah kita makin dihargailah kita oleh masyarakat sekitar.
Coba bayangkan kalau ada anggota keluarga kita entah karena melakukan pelanggaran lalulintas atau korupsi yg disebabkan karena tidak paham dan tidak takut dg hukum2 Allah lalu dipenjara atau "dikandangin", seperti apakah posisi kita di tengah masyarakat?
Pasti kita dilecehkan, dihinakan karena kesalahan anggota keluarga kita tersebut.
Jadi benarlah bahwa manusia yg tidak mempelajari; tidak mau membaca, mendengar dan memahami ayat2 Allah itu lebih hina dan lebih sesat dari binatang ternak!
Lalu apa yg menyebabkan kita berbeda dg org kebanyakan di mata Allah?
Mari kita buka surat Al Anbiya ayat 10.
Allah ber-Firman :
"Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?".[Al-'Anbyā' 10]
Sangat jelas bahwa kemuliaan kita di mata Allah karena kita dekat dengan Al Quran, bukan karena kekayaan, pangkat dan jabatan kita.
Bahkan dalam beberapa hadist diungkapkan.
"Aku memiliki keluarga di dunia, mereka adalah orang2 yg setiap harinya belajar Quran dan yg mengajarkannya!" (Hadist Qudsi HR Muslim)
Allah SWT menempatkan kita di tempat mulia yaitu sbg keluarga apabila kita sehari-hari belajar atau mengajarkan Al Quran.
Apakah ada manusia lebih mulia selain manusia yg dianggap keluarga oleh Allah SWT?
Dalam Al Quran tersurat "perbedaan orang yang hidup berpegang pada pedoman & petunjuk yang tersurat dalam Al Quran dan orang yang hidup tanpa berpegang pada kandungan Al Quran".
Allah ber-Firman :
"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan".[Al-'An`ām 122]
Ayat ini menjelaskan tentang posisi manusia tanpa Al quran, dimana di mata Allah adalah orang mati, jasadnya hidup tapi jiwanya mati.
Ayat ini dicontohkan oleh 2 org paman nabi yaitu Hamzah dan Abu Jahal yg sebelumnya bekerjasama menentang Islam dan memerangi Rasulullah SAW, kemudian Hamzah diberi Hidayah berupa cahaya Al Quran yg menjadikan dia ber-Iman dan menjadi salah satu panglima perang terbaik Islam sampai kemudian beliau Syahid dlm perang Ubud. Sementara Abu Jahal tetap kafir sampai akhir hayatnya naudzubilah.
Apakah kita akan beriman seperti beriman nya Hamzah r.a yg diberi cahaya Al Quran, atau seperti Abu Jahal yg tetap kafir dalam kegelapan dan jauh dari cahaya Al Quran?
Silakan direnungkan!
Segala Puji bagi Engkau yg telah memberi kami cahaya Al Quran.
Semoga kami semua Istiqomah untuk terus membaca, mendengar dan memahami Firman-Firman-Mu.
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
Allah ber-Firman :
"Al Quran ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran".['Ibrāhīm 52]
"Hai orang-orang yang ber-Iman, ber-Taqwa-lah kepada Allah sebenar-benar Taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu Mati melainkan dalam keadaan ber-Agama Islam".['Āli `Imrān 102]
Semoga Allah melimpahkan banyak kebaikan, ketaatan dan kebahagiaan buat kita semua.[IAH]
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun -
Wa'Salaamun ala Mursaliin-
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbil’Alaamiin
★ SELAMAT BER-IBADAH ★
No comments :
Post a Comment