Masuk SURGA atau NERAKA adalah hak prerogatif
Allah azza wa jalla.
Namun perlu kita mengerti secara logika,
kenapa Orang Kafir itu masuk neraka.
Sering kita mendengar perkataan, 'Hai Kafir, tempatmu di neraka'... benar tidak ucapan ini? Tidak sepenunhnya benar, karena ia ucapkan kepada orang Kafir yang masih hidup. Bila menjelang ia mati masih sempat masuk Islam dengan mengucapkan Dua Kalima Sahadat, masih ada kemungkinan ia masuk surga.
Lantas siapa itu orang Kafir? Mendengar perkataan Kafir konotasinya perkataan yg kasar, sebenarnya tidak, karena maknanya sama dengan Non- muslim. Orang Kafir ialah orang Non-Muslim.
Di bawah ini adalah sebuah dialog sederhana antara
Liberal dan Kyai yang menjawab kenapa orang Kafir masuk neraka.Sering kita mendengar perkataan, 'Hai Kafir, tempatmu di neraka'... benar tidak ucapan ini? Tidak sepenunhnya benar, karena ia ucapkan kepada orang Kafir yang masih hidup. Bila menjelang ia mati masih sempat masuk Islam dengan mengucapkan Dua Kalima Sahadat, masih ada kemungkinan ia masuk surga.
Lantas siapa itu orang Kafir? Mendengar perkataan Kafir konotasinya perkataan yg kasar, sebenarnya tidak, karena maknanya sama dengan Non- muslim. Orang Kafir ialah orang Non-Muslim.
DIALOG
ANTARA LIBERAL DAN KYAI KAMPUNG
Liberal: Ki,
ada orang baik banget, anti korupsi, bangun masjid, rajin sedekah sampai
hidupnya sendiri dikorbanin buat nolongin orang banyak, terus meninggal dan dia
bukan Muslim, Dia masuk surga atau neraka?
Kyai:
Neraka.
Liberal:
Lah? Kan dia orang baik. Kenapa masuk neraka?
Kyai: Karena
dia bukan Muslim.
Liberal:
Tapi dia orang baik Ki. Banyak orang yang kebantu karena dia, bahkan umat Islam
juga. Malah Bangun Masjid Raya segala. Jahat bener dah Tuhan kalau orang sebaik
dia dimasukin neraka juga.
Kyai: Allah
tidak jahat, hanya adil.
Liberal:
Adil dari mane?
Kyai: Kamu
sekolahnya sampai tingkatan apa?
Liberal: Ane
mah Master Sains lulusan US Ki, kenape?
Kyai: Kenapa bisa kamu dapat titel Master
Sains dari US?
Liberal: Yaa
karena kemaren ane kuliah disana, diwisuda disana.
Kyai: Namamu
terdaftar disana? Kamu mendaftar?
Liberal: Ya jelas
dong Ki, ini ijazah juga masih basah.
Kyai:
Sekiranya waktu itu kamu tidak mendaftar, tapi kamu tetap datang kesana, hadir
di perkuliahan, diam-diam ikut ujian, bahkan kamu dapat nilai sempurna, apakah
kamu tetap akan dapat ijazah?
Liberal:
Jelas enggak Ki, itu namanya mahasiswa ilegal, sekalipun dia pintar, dia nggak
terdaftar sebagai mahasiswa, kampus ane mah ketat soal aturan gituan.
Kyai:
Berarti kampusmu jahat dong, ada orang sepintar itu tak dikasih ijazah hanya
karena tidak mendaftar?
Liberal:
*terdiam*
Kyai:
Gimana?
Liberal: Ya
nggak jahat sih Ki, itu kan aturan, salah si mahasiswa kenapa nggak mendaftar,
konsekuensinya ya nggak dapat ijazah dan titel resmi dari kampus.
Kyai: Nah, kalau kampusmu saja ada aturan,
apalagi dunia dan akhirat. Kalau surga diibaratkan ijazah, dunia adalah bangku
kuliah, maka syahadat adalah pendaftaran awalnya. Tanpa pendaftaran awal,
mustahil kita diakui dan dapat ijazah, sekalipun kita ikut kuliah dan mampu
melaluinya dengan gemilang. Itu adalah aturan, menerapkannya bukanlah
kejahatan, melainkan keadilan.
*****
Janganlah Mati Kecuali Dalam Keadaan Islam
*****
Janganlah Mati Kecuali Dalam Keadaan Islam
"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam".
(QS. Ali Imran : 102)
(QS. Ali Imran : 102)
Dan katakanlah: "Kebenaran
itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia
beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir". (QS. Al-Kahfi ayat 29).
Semua
umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau. Sahabat bertanya : Wahai Rasul,
siapa yang tidak mau itu? Rasul menjawab : Siapa yang taat kepadaku akan masuk
surga, dan siapa yang maksiat kepadaku maka ia orang yang tidak mau masuk surga. (shahih al bukhari kitab al 'itisham bil-kitab
bab al iqtida bi sunani Rasulillah no. 7280)
Dan
aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaku (QS.
Adz-Dzariyat [51] : (56)
Dan
berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu
bercerai berai (QS. Ali Imran [3] : (103)

No comments :
Post a Comment