RENUNGAN BER-DEMOKRASI YANG BAIK & BENAR
Mahatma Gandhi yg berjuang a/n India, bukan atas nama umat Hindu, walaupun dia Hindu, berucap :
"Bunga Mawar tidak pernah berkhotbah. Ia hanya menebarkan wewangiannya.
Aroma wewangian itu adalah suatu khotbahnya tersendiri......Aroma kesalehan dan kehidupan spiritual jauh lebih halus dan harum drpd wewangian bunga Mawar".
Aroma wewangian itu adalah suatu khotbahnya tersendiri......Aroma kesalehan dan kehidupan spiritual jauh lebih halus dan harum drpd wewangian bunga Mawar".
Yang ber-Makna :
"Sudahlah tidak usah banyak bicara, kritik sana kritik sini, kecam sana kecam sini, menuding sana menuding sini, TAPI Bekerjalah dalam diam demi ke-Maslahatan bersama, demi ke-Sejahtraan bersama, Bonum Comune.
Karena disitulah letak inti dari DEMOKRASI".
Karena disitulah letak inti dari DEMOKRASI".
Namun, karena sikap dan pendiriannya seperti itu, dia dibunuh oleh kaum extremis bangsanya sendiri yg lebih mementingkan dirinya, kelompoknya, golongannya, daripada kepenrtingan bersama, untuk melawan penjajah Negara India.
Ekstremisme dan kaum ekstrimis ada dimana-mana, dari kelompok manapun. Mereka memilih jalan kekerasan untuk mencapai tujuan. KEKERASAN dapat berupa TINDAKAN atau PERNYATAAN.
Kekerasan TIDAK PERLU di BALAS dgn kekerasan; karena Kekerasan TIDAK AKAN PERNAH mengalahkan kelembutan, kebaikan hati dan belas kasih.
Ekstremisme dan kaum ekstrimis ada dimana-mana, dari kelompok manapun. Mereka memilih jalan kekerasan untuk mencapai tujuan. KEKERASAN dapat berupa TINDAKAN atau PERNYATAAN.
Kekerasan TIDAK PERLU di BALAS dgn kekerasan; karena Kekerasan TIDAK AKAN PERNAH mengalahkan kelembutan, kebaikan hati dan belas kasih.
Allah ber-Firman :
"Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin".[At-Tawbah 128]
Mahatma Gandhi telah memberikan contoh dengan apa yg kini disebut sebagai paradigma "KEPEMIMPINAN yang MELAYANI".
Umar al-Khayammi ber-Ujar :
"Banyak orang suka mem-Bual dan memaksakan Bualannya".
Yang ber-Makna :
"Lautan wujud mahaluas ini lahir dari kegelapan... Tak seorang tahu inti rahasianya... Tiap orang membual demi kepuasan dirinya... Namun siapa dia dan mengapa, tak seorang mau ber-Kata".
Jadilah seorang Pencinta Kebenaran.
Allah ber-Firman :
"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para Shiddiiqiin (Pencinta Kebenaran), orang-orang yang Mati Syahid, dan orang-orang Saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya".[An-Nisā' 69]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
Allah ber-Firman :
"Dan sesungguhnya Al Quran itu dalam induk Al Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar Tinggi Nilainya dan amat banyak mengandung Hikmah".[Az-Zukhruf 4]
"Hai orang-orang yang ber-Iman, tingkatkanlah ke-Sabaran-mu menghadapi bencana dan malapetaka dunia, dan pertinggi ke-Tabahan-mu dalam menanggulangi kejahatan orang lain kepada-mu, serta tetap siap siaga menjaga Kedaulatan Negerimu. Dan ber-Taqwa-lah kepada Allah, semoga kamu ber-Jaya".['Āli `Imrān 200]
Semoga ber-Manfaat bagi saya, dan kita semua serta para Sahabat yang dengan niat baik ingin membangun NKRI.[IAH]
Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yashifun...
Wa'Salaamun alla Mursaliin
Walhamdulillahi Rabbil’Alaamiin
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
★SELAMAT BER-IBADAH★
No comments :
Post a Comment