REZEKI ADALAH KARUNIA-NYA
Dalam Al-Quran tersurat bahwa rezeki itu adalah karunia-Nya yang tidak mungkin akan tertukar atau salah tempat, bahkan telah dijamin pemenuhannya tergantung bagaimana kita berusaha untuk mendapatkannya.
Allah ber-Firman :
“Sesungguhnya Allah, Dia-lah Maha Pemberi Rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh”.[Adh-Dhāriyāt 58]
Tersurat juga dalam Al-Quran bahwa semua rezeki itu adalah datang dari-Nya, Dia-lah yang melapangkan serta menyempitkannya.
Allah ber-Firman :
“Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”.[Al-'Isrā' 30]
“Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Dia melapangkan rezeki bagi siapapun yang dikehendaki-Nya dan menyempitkannya”.[Asy- Shūraá 12]
“Katakanlah : "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendaki-Nya". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya”.[Saba' 39]
Ada yang beranggapan bahwa rezeki itu adalah buah hasil dari usahanya, padahal segala usaha mereka hanyalah sebatas ikhtiar saja, karena semua rezeki telah ditetapkan-Nya yang telah menjadikan kita untuk menguasainya.
Allah ber-Firman :
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. KAMI-LAH YANG AKAN MEMBERI REZEKI KEPADA MEREKA DAN JUGA KEPADAMU. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar”.[Al-'Isrā' 31]
“Katakanlah : "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, KAMI AKAN MEMBERI REZEKI KEPADAMU DAN KEPADA MEREKA, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya melainkan dengan sesuatu sebab yang benar". Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami-nya”.[Al-'An`ām 151]
“Dan di langit terdapat sebab-sebab rezekimu dan terdapat pula apa yang dijanjikan kepadamu”.[Adh-Dhāriyāt 22]
Sementara ini masih ada yang lalai terhadap nikmat yang telah dikaruniakan-Nya kepada mereka, padahal semua mahluk itu hidup dengan jaminan rezeki-Nya.
Allah ber-Firman :
“HAI MANUSIA, INGATLAH AKAN NIKMAT ALLAH KEPADAMU. ADAKAH PENCIPTA SELAIN ALLAH YANG DAPAT MEMBERIKAN REZEKI KEPADA KAMU DARI LANGIT DAN BUMI? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu ber-paling dari ke-Tauhid-an?”.[Fāţir 3]
Amal seseorang tergantung dari niatnya, maka apapun yang dinafkahkan karena ridha-Nya pastilah akan mendapat pembalasan.
Allah ber-Firman :
“ Kaum Saba' (Saba'):39 - Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan BARANG APA SAJA YANG KAMU NAFKANKAH, MAKA ALLAH AKAN MENGGANTINYA DAN DIALAH PEMBERI REZEKI YANG SEBAIK-BAIKNYA”.[Saba 39]
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
Allah ber-Firman :
“Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al Quran itu adalah peringatan......Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya”.[Al-Muddaththir 54-55]
Semoga kita semuanya tetap meyakini bahwa segala rezeki datang karena karunia-Nya melalui berbagai bentuk ikhtiar serta doa kita.
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin
* SELAMAT BER-IBADAH *
This comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDelete